Pada 23 Juni 2026, BINUS University melalui Bioinformatics and Data Science Research Center (BDSRC) bersama Kalurahan Giripeni melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap program penelitian dan pengembangan masyarakat yang sedang berjalan di Giripeni, Kulon Progo, Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan kerja sama jangka panjang antara kedua institusi dalam mendukung pengembangan pertanian terintegrasi dan berbasis presisi.

Dalam kegiatan tersebut, BDSRC diwakili oleh Prof. Dr. Bens Pardamean dan Kuncahyo Setyo Nugroho, S.Kom., M.Kom. Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk memastikan bahwa program berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan, menilai pelaksanaan kegiatan di lapangan, serta mengidentifikasi berbagai kendala yang mungkin muncul sejak tahap awal.

Kegiatan ini turut melibatkan perwakilan dari BINUS @Semarang, yaitu Dr. Prabowo Wahyu Sudarno dari School of Computer Science dan Nur Sitha Afrilia, S.S., M.S., selaku Research Coordinator BINUS @Semarang. Keterlibatan tersebut diharapkan dapat mendorong partisipasi BINUS @Semarang yang lebih besar dalam berbagai kegiatan lapangan pada masa mendatang, terutama karena lokasi kampus yang relatif lebih dekat dengan Kalurahan Giripeni.

Selain itu, tiga peneliti dari Pusat Riset Hortikultura, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), juga berpartisipasi dalam kegiatan monitoring dan evaluasi. Para peneliti tersebut memberikan kontribusi keilmuan dalam menilai perkembangan kegiatan penelitian yang sedang berlangsung sekaligus menyampaikan rekomendasi untuk mendukung keberlanjutan program budidaya melon di dalam greenhouse.

Selama kunjungan, tim meninjau secara langsung perkembangan program budidaya melon greenhouse. Melalui BDSRC, BINUS University telah mengembangkan PantauMelon, yaitu sebuah platform digital yang dirancang untuk memantau kondisi greenhouse sekaligus mencatat data lapangan. Platform ini juga dilengkapi teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence untuk mendeteksi kondisi kesehatan daun melon. Dengan fitur tersebut, proses pemantauan tanaman dapat dilakukan secara lebih akurat dan berbasis data.

Pada tahun pertama kerja sama, kegiatan penelitian difokuskan pada pengumpulan data yang komprehensif terkait pertumbuhan tanaman melon dan kondisi lingkungan di dalam greenhouse. Data tersebut akan digunakan sebagai fondasi dalam pengembangan pertanian presisi berbasis kecerdasan buatan pada tahap berikutnya.

Saat kegiatan monitoring dilakukan, tanaman melon telah memasuki usia 10 hari setelah penanaman. Sementara itu, proses pengumpulan data secara rutin dijadwalkan mulai dilakukan ketika tanaman berusia 20 hari setelah tanam. Penerapan PantauMelon secara langsung di lapangan juga memberikan kesempatan kepada tim pengelola greenhouse untuk mengevaluasi sistem tersebut. Berdasarkan hasil penggunaan awal, tim pengelola mengusulkan sejumlah fitur tambahan agar fungsi dan kemudahan penggunaan platform dapat semakin ditingkatkan untuk mendukung kegiatan operasional greenhouse sehari-hari.

Kegiatan monitoring dan evaluasi ditutup dengan diskusi strategis antara BINUS University dan Kalurahan Giripeni. Diskusi tersebut membahas penyusunan peta jalan selama empat tahun untuk pengembangan pertanian greenhouse presisi pada budidaya melon.

Melalui peta jalan tersebut, kedua institusi kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan kegiatan penelitian, penerapan teknologi, dan pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan dapat terus menghasilkan dampak yang berkelanjutan serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sektor pertanian.