Buka QS Higher Ed Summit Asia Pacific 2026, Bernard Gunawan CEO BINUS Dorong Pendidikan Berdampak bagi Masyarakat
Bali, 3 November 2026 — Perkembangan teknologi terus mengubah cara masyarakat belajar, bekerja, dan terhubung. Di tengah perubahan tersebut, pendidikan tinggi memiliki peran untuk memastikan bahwa pengetahuan dan inovasi dapat memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, komunitas, dan masyarakat luas.

Pesan ini disampaikan CEO BINA NUSANTARA, Bernard Gunawan, dalam sambutan pembukaan QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026 di Bali International Convention Centre, Nusa Dua, Selasa (3/11). Mengusung tema “Advancing Education for Purpose and Impact”, forum yang berlangsung pada 3–5 November 2026 ini mempertemukan para pemimpin perguruan tinggi, pemerintah, dan industri dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik.

Dalam sambutannya, Bernard mengajak para peserta untuk melihat pertumbuhan pendidikan tinggi sebagai momentum memperkuat kontribusi bagi masyarakat. Semakin luasnya akses pendidikan perlu diikuti dengan upaya memastikan bahwa pengalaman belajar mampu menjawab kebutuhan dunia yang terus berubah.
“Bagaimana kita dapat memastikan bahwa pendidikan menghadirkan tujuan dan dampak yang lebih besar bagi para pembelajar, komunitas, dan masyarakat, di tengah dunia yang terus ditransformasi oleh teknologi?” ujar Bernard.
Pertanyaan tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan pendidikan tinggi juga perlu tercermin dalam kemampuan institusi untuk memberdayakan masyarakat. Perguruan tinggi memiliki kesempatan untuk menghubungkan pembelajaran, penelitian, dan inovasi dengan berbagai tantangan yang dihadapi bersama.
Bernard menjelaskan bahwa semangat ini sejalan dengan visi BINUS untuk membina dan memberdayakan masyarakat dalam membangun serta mengabdi kepada bangsa. Selama 45 tahun perjalanannya, BINUS terus mengembangkan kontribusi pendidikan yang dapat membuka peluang dan menciptakan dampak positif bagi individu, komunitas, serta bangsa.

“Komitmen ini juga mendorong kami untuk memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas, memajukan penelitian dan inovasi, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di Indonesia dan kawasan yang lebih luas,” ungkapnya.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen BINUS dalam mempersiapkan pembelajar dan masyarakat menghadapi masa depan. Ketika teknologi terus membentuk berbagai aspek kehidupan, pendidikan perlu membantu mereka mengembangkan kemampuan untuk beradaptasi sekaligus berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya.
Sebagai tuan rumah yang bekerja sama dengan QS, BINUS University menghadirkan ruang pertemuan untuk berbagi pengalaman, mempertemukan gagasan, dan memperkuat sinergi lintas negara maupun sektor. Bernard mengajak para peserta memanfaatkan kekuatan dan keahlian bersama untuk mendorong kemajuan pendidikan tinggi di Asia Pasifik.
Ia juga berharap percakapan yang terbangun selama forum dapat berkembang menjadi kerja sama berkelanjutan dengan manfaat yang lebih luas.
“Semoga diskusi yang berlangsung dapat melahirkan kolaborasi jangka panjang untuk memajukan pendidikan yang berorientasi pada tujuan dan dampak,” tutup Bernard.
Melalui QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026, BINUS University melanjutkan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi global yang mendukung pendidikan berkualitas, pengembangan inovasi, serta pemberdayaan masyarakat.