{"id":879,"date":"2025-09-27T04:20:43","date_gmt":"2025-09-27T04:20:43","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/medan\/?p=879"},"modified":"2025-10-24T04:23:25","modified_gmt":"2025-10-24T04:23:25","slug":"human-centered-information-systems-membangun-teknologi-yang-peduli-pengguna","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/medan\/2025\/09\/27\/human-centered-information-systems-membangun-teknologi-yang-peduli-pengguna\/","title":{"rendered":"Human-Centered Information Systems: Membangun Teknologi yang Peduli Pengguna"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-858\" src=\"https:\/\/binus.ac.id\/medan\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/SI-1.png\" alt=\"Human-Centered Information Systems: Membangun Teknologi yang Peduli Pengguna\" width=\"624\" height=\"624\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/medan\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/SI-1.png 624w, https:\/\/binus.ac.id\/medan\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/SI-1-300x300.png 300w, https:\/\/binus.ac.id\/medan\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/SI-1-150x150.png 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><\/p>\n<p>Disusun Oleh : Adli Abdillah Nababan<\/p>\n<p>Di era dominasi digital, keberhasilan suatu sistem informasi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihannya, tetapi juga oleh <strong>sejauh mana sistem tersebut memahami dan merespons kebutuhan penggunanya<\/strong>. Konsep <strong>Human-Centered Information Systems (HCIS)<\/strong> hadir sebagai pendekatan yang menempatkan manusia sebagai pusat dari desain, pengembangan, dan evaluasi teknologi informasi.<\/p>\n<p>HCIS menekankan pentingnya empati, inklusivitas, dan tanggung jawab etis dalam menciptakan sistem yang bukan hanya <em>berfungsi dengan baik<\/em>, tetapi juga <em>dirasakan bermanfaat dan nyaman digunakan<\/em> oleh semua lapisan masyarakat.<\/p>\n<p><strong>Apa Itu Human-Centered Information Systems?<\/strong><\/p>\n<p>Human-Centered Information Systems adalah pendekatan dalam pengembangan sistem informasi yang:<\/p>\n<ul>\n<li>Mengintegrasikan <strong>ilmu psikologi pengguna<\/strong>, perilaku kognitif, dan kebutuhan emosional<\/li>\n<li>Menekankan <strong>desain inklusif<\/strong>, aksesibel untuk semua pengguna (termasuk penyandang disabilitas)<\/li>\n<li>Mengutamakan prinsip <strong>etika digital<\/strong>, seperti privasi, transparansi, dan keadilan algoritmik<\/li>\n<\/ul>\n<p>Pendekatan ini banyak digunakan dalam pengembangan aplikasi publik, sistem pelayanan digital, edutech, dan e-government.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tiga Pilar Human-Centered dalam Sistem Informasi<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li><strong> Psikologi dan Perilaku Pengguna<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Memahami bagaimana pengguna berpikir dan bertindak saat berinteraksi dengan sistem sangat penting.<br \/>\nContohnya:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Cognitive load<\/strong> \u2192 antarmuka yang terlalu rumit akan menyebabkan kebingungan<\/li>\n<li><strong>Behavioral patterns<\/strong> \u2192 pengguna lebih nyaman dengan desain yang familiar dan responsif<\/li>\n<\/ul>\n<p><em>Solusi<\/em>: Lakukan riset UX, usability testing, dan analisis journey pengguna secara menyeluruh.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong> Inklusivitas dan Aksesibilitas<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Teknologi harus bisa diakses oleh semua, termasuk:<\/p>\n<ul>\n<li>Pengguna dengan gangguan penglihatan, pendengaran, atau motorik<\/li>\n<li>Pengguna dari latar belakang sosial dan budaya yang beragam<\/li>\n<li>Pengguna dengan keterbatasan literasi digital<\/li>\n<\/ul>\n<p><em>Solusi<\/em>: Gunakan standar aksesibilitas seperti <strong>WCAG<\/strong>, desain kontras warna tinggi, teks alternatif, dan navigasi sederhana.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><strong> Etika dan Tanggung Jawab Sosial<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Sistem informasi harus mengedepankan nilai-nilai:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Privasi data pengguna<\/strong> \u2192 tidak menyalahgunakan informasi pribadi<\/li>\n<li><strong>Transparansi algoritma<\/strong> \u2192 menjelaskan bagaimana sistem membuat keputusan<\/li>\n<li><strong>Keadilan teknologi<\/strong> \u2192 tidak bias terhadap kelompok tertentu<\/li>\n<\/ul>\n<p><em>Solusi<\/em>: Terapkan prinsip <em>Ethical by Design<\/em>, audit algoritma, dan libatkan pengguna dalam proses validasi sistem.<\/p>\n<p><strong>Contoh Aplikasi HCIS di Dunia Nyata<\/strong><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td><strong>Bidang<\/strong><\/td>\n<td><strong>Aplikasi HCIS<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Kesehatan<\/strong><\/td>\n<td>Aplikasi telemedis yang ramah lansia, dengan UI sederhana dan pengingat suara<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Pendidikan<\/strong><\/td>\n<td>Platform e-learning dengan fitur teks ke suara untuk siswa tunanetra<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Pemerintahan<\/strong><\/td>\n<td>Portal layanan publik dengan mode aksesibilitas dan bahasa daerah<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Perbankan Digital<\/strong><\/td>\n<td>Desain antarmuka dengan simplifikasi proses untuk pengguna lanjut usia<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Keuntungan Mengadopsi HCIS<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Peningkatan kepuasan dan loyalitas pengguna<\/li>\n<li>Penurunan tingkat kesalahan dan kebutuhan pelatihan<\/li>\n<li>Dampak sosial yang positif dan reputasi etis<\/li>\n<li>Kepatuhan terhadap regulasi aksesibilitas dan perlindungan data<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Human-Centered Information Systems<\/strong> adalah masa depan dari teknologi yang <em>beretika, inklusif, dan berempati<\/em>. Di tengah derasnya arus digitalisasi, organisasi yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam sistem informasinya akan lebih <strong>dicintai oleh pengguna dan dipercaya oleh publik<\/strong>.<\/p>\n<p>Teknologi seharusnya tidak membuat manusia merasa kecil di hadapannya\u2014tetapi justru hadir sebagai alat bantu yang <strong>peduli, mudah dipahami, dan inklusif untuk semua.<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Disusun Oleh : Adli Abdillah Nababan Di era dominasi digital, keberhasilan suatu sistem informasi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihannya, tetapi juga oleh sejauh mana sistem tersebut memahami dan merespons kebutuhan penggunanya. Konsep Human-Centered Information Systems (HCIS) hadir sebagai pendekatan yang menempatkan manusia sebagai pusat dari desain, pengembangan, dan evaluasi teknologi informasi. HCIS menekankan pentingnya empati, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":858,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,11],"tags":[],"class_list":["post-879","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles","category-information-systems"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/medan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/879","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/medan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/medan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/medan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/medan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=879"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/medan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/879\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":880,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/medan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/879\/revisions\/880"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/medan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/858"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/medan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=879"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/medan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=879"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/medan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=879"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}