{"id":261,"date":"2025-01-21T04:11:23","date_gmt":"2025-01-21T04:11:23","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/medan\/?p=261"},"modified":"2025-01-23T07:58:15","modified_gmt":"2025-01-23T07:58:15","slug":"sejarah-angpao","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/medan\/2025\/01\/21\/sejarah-angpao\/","title":{"rendered":"Sejarah Angpao"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-267\" src=\"https:\/\/binus.ac.id\/medan\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Sejarah-Angpao-Biru-Ver-images-0-300x169.jpg\" alt=\"Sejarah Angpao\" width=\"700\" height=\"394\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/medan\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Sejarah-Angpao-Biru-Ver-images-0-300x169.jpg 300w, https:\/\/binus.ac.id\/medan\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Sejarah-Angpao-Biru-Ver-images-0-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/binus.ac.id\/medan\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Sejarah-Angpao-Biru-Ver-images-0-768x432.jpg 768w, https:\/\/binus.ac.id\/medan\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Sejarah-Angpao-Biru-Ver-images-0-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/binus.ac.id\/medan\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Sejarah-Angpao-Biru-Ver-images-0-480x270.jpg 480w, https:\/\/binus.ac.id\/medan\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Sejarah-Angpao-Biru-Ver-images-0.jpg 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p>Ada cerita yang beredar luas di kalangan masyarakat tentang asal usul uang tahun baru. Legenda mengatakan bahwa pada zaman dahulu kala ada setan kecil berbadan hitam dan bertangan putih, bernama \u201c\u795f\u201d\u201cSu\u00ec&#8221;, yang keluar untuk menyakiti orang-orang pada malam tahun baru setiap tahun.<\/p>\n<p>Ia menyentuh kepala anak yang sedang tidur itu sebanyak tiga kali dengan tangannya, dan anak itu menangis ketakutan, lalu demam, dan mulai berbicara dalam tidurnya. Sejak saat itu, ia jatuh sakit. Setelah beberapa hari, demamnya mereda, tetapi anak pintar berubah menjadi anak bodoh dan gila.<\/p>\n<p>Masyarakat takut roh jahat akan menyakiti anak-anak mereka, jadi mereka menyalakan lampu dan duduk sepanjang malam tanpa tidur, yang disebut &#8220;menjaga diri dari roh jahat.&#8221;<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"ASAL USUL ANGPAO #part2\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/r4wHa-v1rlY?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>Di \u5609\u5174 (Ji\u0101x\u00ecng), ada sebuah keluarga bernama Guan. Pasangan itu memiliki seorang putra di usia tua dan menganggapnya sebagai kesayangan mereka. Pada malam tahun baru, mereka takut roh jahat akan menyakiti anak-anak, jadi mereka memaksa anak-anak untuk bermain. Anak itu membungkus delapan koin tembaga dengan kertas merah, membukanya lalu membungkusnya lagi, dan memainkannya hingga ia tidur. Ia kemudian meletakkan delapan koin tembaga itu di samping bantalnya.<\/p>\n<p>Pasangan itu tidak berani memejamkan mata dan tetap berada di sisi anak mereka sepanjang malam. Di tengah malam, embusan angin bertiup membuka pintu dan meniup lampu. Ketika pria kulit hitam pendek menyentuh kepala anak itu dengan tangan putihnya, cahaya terang muncul di samping bantal anak itu. \u201cRoh jahat\u201d itu dengan cepat menarik tangannya dan berlari sambil berteriak.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-270\" src=\"https:\/\/binus.ac.id\/medan\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Picture2-300x173.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"404\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/medan\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Picture2-300x173.jpg 300w, https:\/\/binus.ac.id\/medan\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Picture2-480x277.jpg 480w, https:\/\/binus.ac.id\/medan\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Picture2.jpg 548w\" sizes=\"auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<p>Pasangan Guan menceritakan kepada semua orang bagaimana mereka menakuti roh jahat dengan membungkus delapan koin tembaga dalam kertas merah. Semua orang juga belajar membungkus delapan koin tembaga dengan kertas merah dan memberikannya kepada anak-anak untuk diletakkan di samping bantal mereka setelah makan malam Tahun Baru.<\/p>\n<p>Benar saja, roh jahat itu tidak pernah berani menyakiti anak-anak lagi. Ternyata delapan koin tembaga ini diubah oleh Delapan Dewa Abadi, yang secara diam-diam membantu anak itu menakuti roh jahat. Oleh karena itu, orang-orang menyebut uang ini sebagai \u201cuang untuk mengusir roh jahat\u201d. Karena \u201c\u795f\u201d (Su\u00ec ) dan \u201c\u5c81\u201d (Su\u00ec ) merupakan homofon, maka uang ini disebut \u201c\u538b\u5c81\u94b1 \uff08\u201cY\u0101su\u00ecqi\u00e1n\u201d\uff09atau Angpao&#8221; seiring berjalannya waktu.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-268\" src=\"https:\/\/binus.ac.id\/medan\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Sejarah-Angpao-Biru-Ver-images-5-300x169.jpg\" alt=\"Sejarah Angpao\" width=\"700\" height=\"394\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/medan\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Sejarah-Angpao-Biru-Ver-images-5-300x169.jpg 300w, https:\/\/binus.ac.id\/medan\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Sejarah-Angpao-Biru-Ver-images-5-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/binus.ac.id\/medan\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Sejarah-Angpao-Biru-Ver-images-5-768x432.jpg 768w, https:\/\/binus.ac.id\/medan\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Sejarah-Angpao-Biru-Ver-images-5-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/binus.ac.id\/medan\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Sejarah-Angpao-Biru-Ver-images-5-480x270.jpg 480w, https:\/\/binus.ac.id\/medan\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/Sejarah-Angpao-Biru-Ver-images-5.jpg 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada cerita yang beredar luas di kalangan masyarakat tentang asal usul uang tahun baru. Legenda mengatakan bahwa pada zaman dahulu kala ada setan kecil berbadan hitam dan bertangan putih, bernama \u201c\u795f\u201d\u201cSu\u00ec&#8221;, yang keluar untuk menyakiti orang-orang pada malam tahun baru setiap tahun. Ia menyentuh kepala anak yang sedang tidur itu sebanyak tiga kali dengan tangannya, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":267,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,15],"tags":[14],"class_list":["post-261","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles","category-internationalization-program-and-activities","tag-sejarah-angpao"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/medan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/261","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/medan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/medan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/medan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/medan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=261"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/medan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/261\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":272,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/medan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/261\/revisions\/272"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/medan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/267"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/medan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=261"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/medan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=261"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/medan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=261"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}