Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian suatu bangsa. Guna memperkuat sektor pariwisata dan industri kreatif di kawasan Tapanuli Utara, Dr. Dimas Yudistira Nugraha, S.S., M.M., dari program studi Bisnis Digital BINUS University Kampus Medan, menginisiasi rangkaian program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kegiatan ini diwujudkan dalam bentuk diseminasi dan pelatihan strategi komunikasi pemasaran yang diselenggarakan selama tiga hari pada akhir Juli 2025 bagi masyarakat umum dan kelompok masyarakat.
Pelatihan ini menyoroti bahwa banyak UMKM yang kesulitan mengimplementasikan bisnis secara digital karena hanya terpaku pada kualitas produk tanpa mengetahui cara riset pasar yang tepat. Untuk mengatasi hal tersebut, program ini dibagi menjadi tiga pilar utama:
1. Penguatan Branding Pariwisata (28 Juli 2025)
Bertempat di Siatas Barita Rumah Kapal, hari pertama difokuskan pada pemahaman dasar mengenai branding dalam konteks pariwisata. Dr. Dimas menekankan bahwa branding bukan sekadar logo, melainkan citra dan persepsi yang dibentuk di benak wisatawan, yang mencakup nilai, cerita, pengalaman, dan janji layanan.
Mengingat otak manusia rata-rata hanya mampu mengingat 7 merek secara bersamaan, pelaku usaha ditantang untuk menciptakan identitas yang mudah dikenali dan berbeda dari pesaing. Selain itu, merek perlu di-rebranding setiap 10 tahun sekali untuk menyesuaikan diri dan mengikat sisi emosional generasi baru yang memiliki karakteristik berbeda.
2. Penguatan Konten Digital (29 Juli 2025)
Kegiatan pada hari kedua diselenggarakan di Hotel Hosea, Sipoholon, yang berfokus pada pentingnya pembuatan konten. Berdasarkan data, 80% calon wisatawan mencari inspirasi dan informasi secara online (daring) sebelum memutuskan untuk berwisata.
Konten bertindak sebagai representasi pengalaman yang akan dirasakan wisatawan sekaligus menjadi aset jangka panjang bagi pelaku UMKM. Untuk mempermudah proses ini, para peserta diperkenalkan pada pemanfaatan inovasi Artificial Intelligence (AI) dan teknologi desain, seperti menggunakan Chat GPT untuk membuat skrip konten promosi dan Canva untuk menyusun materi visual seperti video, poster, atau brosur.
3. Optimalisasi Media Sosial (30 Juli 2025)
Rangkaian kegiatan PkM ini ditutup di Hotel Muara Nauli, Kecamatan Muara, dengan materi tentang strategi media sosial pariwisata. Peserta diajarkan tahapan sistematis yang meliputi penentuan target audiens (lokal, internasional, atau milenial), penetapan identitas visual, hingga penggunaan kalender konten yang rutin dan terencana.
Peserta juga didorong untuk mengoptimalkan tagar (hashtag), menambahkan ajakan bertindak (Call to Action), dan menciptakan sudut-sudut instagramable di tempat usaha mereka. Lebih jauh, UMKM diajarkan cara membaca analisis pasar secara real-time menggunakan Google Trends untuk memantau minat pencarian wisata seperti Danau Toba dan membandingkannya dengan destinasi lain.
Kontribusi Nyata terhadap Sustainable Development Goals (SDGs)
Pelatihan strategi bisnis digital yang dihadirkan melalui kegiatan PkM BINUS University ini tidak hanya menjawab tantangan UMKM lokal, namun juga sejalan dengan agenda global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs):
-
SDG 4: Pendidikan Bermutu (Quality Education) Melalui penyuluhan dan pelatihan yang terstruktur, program ini menghadirkan transfer pengetahuan dari dunia akademis kepada masyarakat umum. Para pelaku UMKM di Tapanuli Utara mendapatkan akses literasi digital, memperluas wawasan mereka dalam menggunakan teknologi untuk keberlangsungan usaha.
-
SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth) Tujuan utama bimbingan ini adalah membantu pelaku UKM untuk mengoptimalkan omzet mereka melalui riset pasar dan strategi pemasaran yang tepat sasaran. Dengan manajemen ekosistem bisnis dan taktik komunikasi digital yang baik, UMKM pariwisata dapat bertahan dari persaingan yang makin ketat, memajukan perekonomian daerah, dan menciptakan lapangan kerja yang stabil.
-
SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, Innovation, and Infrastructure) Penerapan teknologi digital dan perangkat lunak masa kini, seperti pemanfaatan Chat GPT, Canva, dan analisis data dari Google Trends, mendorong pelaku industri kreatif untuk mengadopsi inovasi. Langkah ini secara tidak langsung membantu meningkatkan kualitas infrastruktur ekonomi digital berbasis masyarakat di kawasan Tapanuli Utara.
Melalui sinergi strategi fundamental manajemen dan inovasi pemasaran digital, diharapkan kawasan Tapanuli Utara mampu membangkitkan ekosistem pariwisatanya, memenangkan hati generasi wisatawan baru, dan menjadi penggerak ekonomi yang berkelanjutan.
