Studium Generale BINUS @Medan Hadirkan Wali Kota Medan, Dorong Mahasiswa Bangun Entrepreneur Mindset

MEDAN, 28 April 2026 – BINUS University @Medan kembali menghadirkan ruang inspiratif bagi mahasiswa melalui kegiatan Studium Generale yang menghadirkan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, sebagai narasumber utama. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus BINUS @Medan tersebut mengangkat tema mengenai pentingnya membangun entrepreneur mindset di kalangan generasi muda sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan yang semakin dinamis.

Dalam kesempatan tersebut, Rico Waas menekankan bahwa dunia saat ini mengalami perubahan yang sangat cepat akibat perkembangan teknologi, transformasi digital, dan perubahan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga harus memiliki pola pikir yang kreatif, inovatif, dan mampu menciptakan solusi atas berbagai permasalahan yang ada di sekitarnya.

Menurutnya, salah satu kompetensi yang paling dibutuhkan pada masa kini adalah kemampuan memecahkan masalah atau problem solving. Kemampuan tersebut menjadi nilai yang semakin penting di tengah persaingan global yang semakin ketat. Rico bahkan menyampaikan sebuah pesan yang menjadi sorotan dalam kegiatan tersebut, yaitu “Problem Solving is the New Currency.”

Pesan tersebut menggambarkan bahwa kemampuan menemukan solusi atas berbagai tantangan akan menjadi aset yang sangat berharga bagi generasi muda. Di tengah perkembangan teknologi yang mampu menggantikan berbagai pekerjaan rutin, kemampuan berpikir kritis, berinovasi, dan menyelesaikan persoalan menjadi faktor pembeda yang tidak mudah tergantikan.

Studium Generale BINUS @Medan Hadirkan Wali Kota Medan, Dorong Mahasiswa Bangun Entrepreneur Mindset

Rico menjelaskan bahwa pola pikir kewirausahaan bukan semata-mata tentang membangun perusahaan atau menjalankan bisnis. Entrepreneur mindset adalah cara berpikir yang mendorong seseorang untuk melihat peluang di balik setiap tantangan. Individu yang memiliki pola pikir tersebut akan lebih adaptif terhadap perubahan, berani mengambil inisiatif, serta mampu menciptakan nilai tambah bagi lingkungan sekitarnya.

Dalam paparannya, ia mengajak mahasiswa untuk mulai melihat berbagai persoalan yang ada di masyarakat sebagai peluang untuk berkontribusi. Permasalahan sosial, lingkungan, pendidikan, maupun ekonomi dapat menjadi titik awal lahirnya inovasi yang memberikan manfaat bagi banyak orang. Dengan cara pandang tersebut, mahasiswa tidak hanya menjadi pencari kerja setelah lulus, tetapi juga berpotensi menjadi pencipta lapangan kerja dan agen perubahan di tengah masyarakat.

Kegiatan Studium Generale berlangsung secara interaktif dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait pengembangan karier, tantangan dunia usaha, kepemimpinan, serta peluang kontribusi generasi muda dalam pembangunan daerah.

Dalam sesi diskusi, Rico menegaskan bahwa Pemerintah Kota Medan terus membuka ruang kolaborasi bagi anak-anak muda yang memiliki ide, kreativitas, dan semangat untuk berkontribusi bagi kemajuan kota. Menurutnya, pembangunan sebuah kota tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa dan generasi muda.

Ia meyakini bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai sumber inovasi yang mampu menghadirkan berbagai gagasan baru untuk menjawab tantangan perkotaan. Dengan latar belakang keilmuan yang beragam, mahasiswa dapat menjadi mitra penting dalam menciptakan solusi yang berdampak positif bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Rico mengajak mahasiswa untuk tidak takut menghadapi kegagalan. Dalam perjalanan membangun usaha maupun menciptakan inovasi, kegagalan merupakan bagian dari proses pembelajaran yang akan memperkuat kemampuan seseorang. Keberanian untuk mencoba dan terus belajar dinilai menjadi modal penting dalam membangun karakter seorang entrepreneur.

Pesan tersebut sejalan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri saat ini yang semakin menghargai individu yang mampu beradaptasi dengan cepat. Selain keterampilan teknis, perusahaan dan organisasi juga mencari talenta yang memiliki kemampuan berpikir kritis, komunikasi yang baik, kolaboratif, serta mampu memberikan solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi.

Melalui penyelenggaraan Studium Generale ini, BINUS @Medan kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan perkembangan zaman. Kehadiran pemimpin daerah sebagai narasumber memberikan perspektif nyata mengenai tantangan pembangunan sekaligus peluang yang dapat dimanfaatkan oleh generasi muda untuk berkontribusi secara langsung kepada masyarakat.

Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai pentingnya kepemimpinan, inovasi, dan kewirausahaan dalam menghadapi masa depan. Dengan bekal pengetahuan dan inspirasi yang diperoleh dari kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan potensi diri serta menjadi generasi yang tidak hanya siap menghadapi perubahan, tetapi juga mampu menciptakan perubahan.

Pada akhirnya, pesan utama yang mengemuka dalam Studium Generale ini adalah pentingnya membangun pola pikir yang berorientasi pada solusi. Di tengah dunia yang terus berubah, mereka yang mampu mengidentifikasi masalah, memahami kebutuhan masyarakat, dan menghadirkan solusi yang bermanfaat akan memiliki peran penting dalam membentuk masa depan.

Melalui semangat entrepreneur mindset dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Medan dan BINUS University @Medan, generasi muda diharapkan dapat menjadi motor penggerak inovasi yang membawa dampak positif bagi pembangunan Kota Medan dan Indonesia secara keseluruhan.