Medan – Kemampuan berinovasi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh cara berpikir yang mampu menemukan akar permasalahan dan menghadirkan solusi yang relevan bagi masyarakat. Pesan tersebut menjadi salah satu poin utama yang disampaikan oleh Bapak Thendy Setiawan saat hadir sebagai pembicara dalam kegiatan Expert Session pada mata kuliah Creativity and Innovation Program Studi Computer Science di BINUS @Medan.

Head of Zone Commercial North Sum Sampoerna Berikan Wawasan Strategis tentang Inovasi kepada Mahasiswa Computer Science BINUS @Medan

Dalam sesi yang berlangsung interaktif tersebut, Bapak Thendy Setiawan berbagi pengalaman profesionalnya dalam menghadapi tantangan bisnis yang terus berkembang di era digital. Melalui berbagai studi kasus dan diskusi langsung dengan mahasiswa, ia menekankan bahwa inovasi yang berdampak tidak selalu lahir dari ide yang kompleks, melainkan dari kemampuan memahami kebutuhan pengguna dan mengidentifikasi masalah secara mendalam.

Menurut Pak Thendy, banyak inovator muda yang terlalu fokus pada hasil akhir atau teknologi yang ingin digunakan, namun sering kali melewatkan proses penting untuk memahami akar permasalahan yang sebenarnya. Akibatnya, solusi yang dikembangkan terkadang tidak menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

“Ketika berbicara tentang inovasi, langkah pertama bukanlah menciptakan produk, melainkan memahami masalah yang ingin diselesaikan. Semakin dalam kita memahami akar masalah, semakin besar peluang untuk menghasilkan solusi yang relevan dan berkelanjutan,” jelasnya di hadapan mahasiswa.

Sesi ini menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk mempresentasikan berbagai proyek inovasi yang sedang mereka kerjakan. Beragam ide yang diangkat mencerminkan semangat generasi muda dalam memanfaatkan teknologi untuk menjawab berbagai tantangan di masyarakat, mulai dari pengembangan aplikasi digital, sistem berbasis data, hingga solusi yang mengintegrasikan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dalam berbagai sektor.

Dalam setiap presentasi, Pak Thendy memberikan masukan yang konstruktif terkait pengembangan konsep, validasi ide, serta pendekatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan nilai inovasi dari proyek yang sedang dibangun. Ia mendorong mahasiswa untuk tidak berhenti pada satu sudut pandang, melainkan terus mengeksplorasi berbagai kemungkinan agar solusi yang dihasilkan memiliki keunggulan kompetitif.

Head of Zone Commercial North Sum Sampoerna Berikan Wawasan Strategis tentang Inovasi kepada Mahasiswa Computer Science BINUS @Medan

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kreativitas dan inovasi merupakan dua hal yang saling melengkapi. Kreativitas menghasilkan gagasan baru, sementara inovasi berperan dalam mengubah gagasan tersebut menjadi solusi yang memberikan manfaat nyata. Oleh karena itu, proses inovasi membutuhkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kolaboratif.

Dalam dunia industri yang semakin kompetitif, kemampuan untuk beradaptasi dan terus memperbaiki ide menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan sebuah inovasi. Pak Thendy mengajak mahasiswa untuk membangun pola pikir yang tidak mudah puas terhadap ide pertama yang muncul. Sebaliknya, mereka perlu terus melakukan evaluasi, pengujian, dan penyempurnaan agar inovasi yang dikembangkan mampu memberikan dampak yang lebih besar.

Salah satu pesan yang mendapat perhatian mahasiswa adalah pentingnya membangun pondasi ide yang kuat. Menurutnya, sebuah proyek tidak akan berkembang secara optimal apabila hanya berfokus pada fitur atau teknologi tanpa memiliki alasan yang jelas mengenai mengapa solusi tersebut perlu dibuat.

Ia mengibaratkan proses inovasi seperti membangun sebuah bangunan. Teknologi dan fitur merupakan bagian yang terlihat oleh pengguna, tetapi pondasi yang menentukan kekuatan bangunan tersebut adalah pemahaman terhadap masalah, kebutuhan pengguna, serta tujuan yang ingin dicapai. Tanpa pondasi yang kuat, sebuah inovasi akan sulit berkembang dan bertahan dalam jangka panjang.

Diskusi yang berlangsung sepanjang sesi menunjukkan antusiasme tinggi dari para mahasiswa. Berbagai pertanyaan diajukan terkait strategi mengembangkan ide, metode validasi pasar, hingga cara mengidentifikasi peluang inovasi yang memiliki potensi untuk diterapkan di dunia nyata. Pak Thendy menjawab setiap pertanyaan dengan pendekatan praktis yang berasal dari pengalamannya selama berkarier di industri.

Kegiatan Expert Session ini juga menjadi jembatan yang mempertemukan dunia akademik dengan dunia industri. Melalui interaksi langsung dengan praktisi profesional, mahasiswa memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai tantangan dan kebutuhan yang dihadapi oleh industri saat ini. Pengalaman tersebut diharapkan dapat membantu mereka dalam merancang solusi yang tidak hanya inovatif dari sisi teknologi, tetapi juga memiliki nilai bisnis dan manfaat yang nyata bagi pengguna.

Bagi Program Studi Computer Science BINUS @Medan, kehadiran praktisi industri dalam proses pembelajaran merupakan bagian dari komitmen untuk menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan menggabungkan teori, praktik, dan wawasan industri, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kompetensi yang lebih komprehensif sebagai calon profesional di bidang teknologi.

Melalui sesi ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan masukan terkait proyek yang sedang mereka kembangkan, tetapi juga memperoleh pemahaman baru mengenai pola pikir inovatif yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan masa depan. Pesan utama yang disampaikan Bapak Thendy Setiawan menjadi pengingat bahwa inovasi terbaik bukan sekadar tentang menciptakan sesuatu yang baru, melainkan tentang memahami masalah secara mendalam, menemukan akar penyebabnya, dan membangun solusi yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Dengan semangat tersebut, para mahasiswa diharapkan dapat terus mengembangkan kreativitas, memperkuat kemampuan berpikir kritis, serta menghasilkan inovasi yang tidak hanya unggul secara teknologi, tetapi juga relevan dan berkelanjutan dalam menjawab kebutuhan dunia yang terus berubah.