Pengalaman Berkunjung Sambil Belajar di PT Basic International Sumatera

Pendahuluan

Pada kesempatan ini, kami melaksanakan kegiatan kunjungan industri ke PT Basic International Sumatera, sebuah perusahaan yang bergerak dalam produksi bahan habis pakai di bidang kesehatan, khususnya sarung tangan medis. Perjalanan dimulai dari kampus BINUS @Medan pada pukul 08.00 WIB, dan rombongan tiba di lokasi pabrik yang terletak di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara, sekitar pukul 10.00 WIB.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memperoleh pemahaman secara langsung mengenai proses produksi sarung tangan medis dalam skala industri global, serta mengenal sistem kerja di lingkungan industri yang sesungguhnya. Sebelum kunjungan dilaksanakan, kami memiliki ekspektasi untuk mendapatkan gambaran nyata terkait dunia industri yang selama ini lebih banyak dipelajari secara teoritis di dalam kelas. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi integrasi antara pemahaman konseptual dengan praktik nyata di lapangan.

 

Rangkuman Kegiatan

Selama pelaksanaan kunjungan, kami memperoleh penjelasan mengenai profil perusahaan serta tahapan proses produksi sarung tangan secara menyeluruh. Proses produksi dimulai dari tahap persiapan bahan baku, dilanjutkan dengan proses pencetakan dan pencelupan, hingga tahap akhir berupa finishing dan pengemasan produk.

Kami juga berkesempatan mengamati secara langsung penerapan sistem pengendalian kualitas (quality control) pada setiap produk. Setiap sarung tangan diperiksa secara teliti untuk memastikan tidak adanya cacat serta kesesuaian dengan standar yang telah ditetapkan. Terdapat tiga jenis pengujian utama yang dilakukan, yaitu pengujian air dan udara untuk mendeteksi kebocoran, pengujian fisik, serta pengujian elastisitas.

Selain itu, perusahaan menerapkan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang ketat, di mana seluruh pekerja wajib mematuhi prosedur operasional yang berlaku. Dari hasil pengamatan tersebut, dapat dipahami bahwa proses produksi tidak hanya berorientasi pada kuantitas, tetapi juga sangat menekankan aspek kualitas dan keamanan produk.

 

 

Kesan dan Pesan

Kunjungan industri ke PT Basic International Sumatera memberikan pengalaman yang sangat berharga dalam memahami proses kerja industri secara langsung, khususnya dalam produksi sarung tangan medis. Selama kegiatan berlangsung, staf perusahaan menunjukkan sikap yang ramah dan terbuka dalam berbagi pengetahuan. Penjelasan yang diberikan terkait peralatan produksi, mulai dari fungsi hingga cara penggunaannya, membantu peserta dalam memahami proses kerja secara lebih komprehensif.

Selain itu, pemaparan mengenai alur produksi dari tahap awal hingga tahap akhir memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana suatu produk dihasilkan secara sistematis. Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pembagian tugas dalam setiap tahapan produksi serta peran masing-masing dalam menghasilkan produk berkualitas.

Hal menarik lainnya adalah penjelasan terkait pengelolaan limbah produksi. Produk yang tidak memenuhi standar akan melalui proses evaluasi dan pengolahan ulang agar dapat didaur ulang, yang menunjukkan adanya perhatian perusahaan terhadap aspek lingkungan dan efisiensi produksi. Selain itu, perusahaan juga memproduksi kemasan kardus secara mandiri, yang mencerminkan adanya sistem produksi yang terintegrasi.

Melalui kunjungan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga wawasan mengenai manajemen proses kerja, pengendalian kualitas, serta tanggung jawab industri terhadap lingkungan. Diharapkan PT Basic International Sumatera dapat terus mempertahankan kualitas produksinya serta membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari dunia industri.

 

Kesimpulan

Kegiatan kunjungan industri ke PT Basic International Sumatera memberikan pengalaman pembelajaran yang signifikan bagi mahasiswa dalam memahami penerapan konsep industri secara nyata. Peserta dapat mengamati secara langsung proses produksi sarung tangan yang dilakukan secara sistematis, mulai dari pengolahan bahan baku, pencetakan dan pencelupan, hingga tahap finishing dan pengemasan.

Selain itu, penerapan sistem quality control yang ketat menunjukkan bahwa setiap produk harus melalui berbagai tahapan pengujian untuk menjamin kualitas, keamanan, dan kelayakan sebelum dipasarkan. Hal ini mencerminkan adanya sistem industri yang terintegrasi serta komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan dalam proses produksi.

Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil memberikan wawasan baru mengenai dunia kerja dan operasional industri kepada mahasiswa. Pengalaman ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman terhadap penerapan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan serta menjadi bekal dalam menghadapi dunia industri di masa depan.

Anggota kelompok :

  • Natasya Br Silalahi
  • Melissa Linggo
  • Nadine Indira Putri