Oleh: Ignatius Edward Riantono 

Dalam beberapa tahun terakhir, blockchain dan cryptocurrency telah menjadi topik yang menarik perhatian di berbagai sektor, terutama dalam sistem keuangan global. Teknologi ini menghadirkan perubahan signifikan dalam cara transaksi dilakukan, menawarkan transparansi, efisiensi, dan desentralisasi yang sebelumnya tidak tersedia dalam sistem keuangan tradisional. 

Apa Itu Blockchain dan Cryptocurrency? 

Blockchain adalah teknologi yang berfungsi sebagai buku besar digital terdesentralisasi, mencatat transaksi secara transparan dan aman tanpa memerlukan perantara. Setiap transaksi yang dicatat dalam blockchain diverifikasi oleh jaringan komputer yang disebut node, memastikan keabsahan dan keamanan data. 

Cryptocurrency, di sisi lain, adalah mata uang digital yang menggunakan teknologi blockchain sebagai dasar operasionalnya. Bitcoin, yang diluncurkan pada tahun 2009, adalah contoh pertama dan paling terkenal dari cryptocurrency. Sejak saat itu, ribuan aset digital lainnya telah dikembangkan, termasuk Ethereum, Binance Coin, dan Ripple. 

Dampak Blockchain dan Cryptocurrency terhadap Sistem Keuangan Global 

  1. Desentralisasi dan Penghapusan Perantara

Salah satu dampak terbesar dari blockchain adalah kemampuannya untuk menghilangkan peran perantara dalam transaksi keuangan. Bank dan lembaga keuangan tradisional biasanya berfungsi sebagai perantara dalam transaksi, yang sering kali menambah biaya dan waktu pemrosesan. Dengan teknologi blockchain, individu dapat melakukan transaksi langsung satu sama lain tanpa perlu perantara, sehingga mengurangi biaya transaksi dan meningkatkan efisiensi. 

  1. Peningkatan Keamanan dan Transparansi

Blockchain menawarkan keamanan tinggi karena setiap transaksi yang terjadi harus diverifikasi oleh jaringan sebelum disetujui. Selain itu, setelah transaksi dicatat dalam blockchain, data tersebut tidak dapat diubah atau dihapus, mengurangi risiko penipuan dan manipulasi data. Transparansi yang ditawarkan oleh blockchain juga memungkinkan pengguna untuk melacak transaksi secara real-time. 

  1. Inklusi Keuangan Global

Cryptocurrency telah membuka peluang baru bagi individu yang sebelumnya tidak memiliki akses ke layanan perbankan. Menurut Bank Dunia, sekitar 1,7 miliar orang di dunia masih tidak memiliki akses ke layanan perbankan tradisional. Dengan cryptocurrency, individu dapat mengakses layanan keuangan hanya dengan koneksi internet dan dompet digital, memungkinkan mereka untuk berpartisipasi dalam ekonomi global.  

  1. Potensi Disrupsi terhadap Sistem Perbankan

Keberadaan cryptocurrency dapat menjadi ancaman bagi sistem perbankan tradisional. Jika semakin banyak individu dan bisnis yang mulai menggunakan cryptocurrency untuk transaksi sehari-hari, peran bank sebagai penyedia layanan keuangan dapat berkurang. Hal ini memaksa bank untuk mengadopsi teknologi blockchain atau mencari cara baru untuk tetap relevan di era digital. 

  1. Regulasi dan Tantangan Hukum

Meskipun memiliki banyak manfaat, adopsi cryptocurrency masih menghadapi tantangan besar dalam hal regulasi. Beberapa negara telah menerima dan mengatur cryptocurrency, sementara yang lain melarang penggunaannya karena kekhawatiran terkait pencucian uang dan kejahatan siber. Kejelasan regulasi diperlukan untuk memastikan adopsi teknologi ini dapat berjalan dengan aman dan sesuai dengan hukum internasional. 

  1. Volatilitas Pasar dan Risiko Investasi

Cryptocurrency terkenal dengan volatilitasnya yang tinggi. Harga aset digital ini dapat berubah drastis dalam waktu singkat, menyebabkan risiko tinggi bagi investor. Meskipun beberapa orang telah meraih keuntungan besar dari perdagangan cryptocurrency, banyak juga yang mengalami kerugian akibat fluktuasi pasar yang ekstrem. 

 

Kesimpulan 

Blockchain dan cryptocurrency telah membawa perubahan besar dalam sistem keuangan global. Dengan menawarkan transparansi, efisiensi, dan inklusi keuangan yang lebih baik, teknologi ini memiliki potensi untuk merevolusi cara transaksi dilakukan di seluruh dunia. Namun, tantangan seperti regulasi, keamanan, dan volatilitas pasar tetap menjadi faktor yang harus diperhatikan. Dengan perkembangan teknologi yang terus berlanjut dan semakin banyaknya negara yang mulai mengatur cryptocurrency, masa depan blockchain dalam sistem keuangan global terlihat semakin menjanjikan.