Pada saat Cap Go Meh, di beberapa tempat di Indonesia bermunculan TATUNG sebagai daya tarik pariwisata. TATUNG adalah sebuah profesi yang berfungsi sebagai perantara antara dewa dan manusia atau antara hantu dan manusia dalam ritual sihir keagamaan primitif. Tatung sering kali condong ke Taoisme dan Buddhisme, dengan mengaku sebagai medium dewa tertentu. Kebanyakan dari mereka adalah dewa tanah dan dewa takdir.

 

Tatung merupakan Budaya Minnan, juga dikenal sebagai budaya Fujian-Taiwan dan budaya Hokkien, merupakan budaya daerah yang diciptakan dan dimiliki bersama oleh masyarakat Minnan. Saat ini, TATUNG terutama aktif di Guangdong, Fujian, Taiwan, dan daerah lain di negara-negara di Asia Tenggara yang memiliki banyak warga Tionghoa perantauan. Ritual TATUNG paling populer di Taiwan dan Thailand. Tempat Pantai Tenggara, Asia Tenggara, Cina Timur Laut.

TATUNG bertindak sebagai perantara antara manusia, hantu, dan dewa, pekerjaan seorang medium juga untuk mengusir roh jahat dan kadang-kadang bahkan menyembuhkan penyakit. Selain itu, TATUNG secara garis besar dapat dibagi menjadi “media Yin” dan “media Yang”. “Media Yin” biasanya membantu anggota keluarga untuk memanggil arwah leluhur yang telah meninggal untuk mengajukan pertanyaan. Mediator Yang” mengaku dirasuki oleh para dewa dan dapat menghilangkan bencana serta berdoa memohon berkah bagi orang yang beriman. Ia adalah seorang medium sejati, yang juga dikenal sebagai TATUNG.

Orang yang menjadi TATUNG adalah

  1. Mereka yang dipilih oleh para dewa dan diberikan berbagai gejala agar dapat bertugas sebagai TATUNG;
  2. Warisan dari TATUNG tua, yang mencari orang yang cocok untuk diwarisi sebelum pensiun;
  3. Individu-individu menjadi TATUNG sendiri, dipengaruhi oleh situasi di tempat kejadian.

Namun, tidak mudah untuk menjadi media yang kompeten. Setelah dipilih oleh dewa utama kuil untuk menjadi seorang medium, seseorang harus suci jasmani dan rohani dan akan melakukan pemanggilan arwah pada waktu yang tepat. Dengan kata lain, arwah akan datang ke meja untuk memberikan petunjuk tentang cara menangani urusan kuil dan juga akan menerima pertanyaan dari orang-orang yang beriman.

Dewa-dewa yang berbeda menggunakan tubuh para medium untuk melakukan sesuatu, dan masing-masing dewa memiliki caranya sendiri dalam melakukan sesuatu. Sebagian besar dewa yang turun untuk melakukan sesuatu akan mengeluarkan beberapa kertas mantra, atau mengajarkan para penganut bagaimana mengatur beberapa urusan untuk mencegah bencana dan memecahkan masalah. Semua ini disampaikan melalui TATUNG, yang tampaknya berada di luar tubuhnya saat ini dan tidak tahu apa yang sedang dilakukannya.

Setelah roh meninggalkan tubuhnya dan kembali ke tempatnya, TATUNG tersebut tampaknya terbangun dan merasa lelah secara fisik dan mental. Terkadang, seorang TATUNG akan dirasuki oleh dewa-dewa yang berbeda. Demikian pula, terkadang para dewa tidak lagi merasuki TATUNG tersebut.

 

Referensi

https://faktakalbar.id/2023/02/06/mohon-perhatian-pemda-ketapang-terhadap-budaya-tatung-cap-go-meh/

https://baike.baidu.com/item/%E9%97%BD%E5%8D%97%E6%96%87%E5%8C%96/1168076?fr=aladdin

Penulis: Yi Ying, BINUS@Medan