{"id":8805,"date":"2021-06-29T10:37:41","date_gmt":"2021-06-29T03:37:41","guid":{"rendered":"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/?p=8805"},"modified":"2025-02-19T18:13:35","modified_gmt":"2025-02-19T11:13:35","slug":"konsep-ahp-analytical-hierarchy-process","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2021\/06\/konsep-ahp-analytical-hierarchy-process\/","title":{"rendered":"Konsep AHP (Analytical Hierarchy Process)"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-12835 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/analytical-640x320.jpg\" alt=\"analytical\" width=\"640\" height=\"320\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/analytical-640x320.jpg 640w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/analytical-480x240.jpg 480w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/analytical-768x384.jpg 768w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/analytical.jpg 1000w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/p>\n<h2><b>Sejarah dan Latar Belakang AHP<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">AHP pertama kali diperkenalkan oleh Thomas L. Saaty, seorang profesor di University of Pittsburgh, sebagai alat untuk membantu pengambil keputusan dalam situasi yang melibatkan banyak faktor yang perlu dipertimbangkan. Saaty menyadari bahwa dalam banyak kasus, pengambil keputusan tidak hanya berhadapan dengan satu kriteria tunggal, tetapi dengan berbagai kriteria yang sering kali bertentangan satu sama lain. Oleh karena itu, ia mengembangkan AHP sebagai metode yang dapat mengurai masalah kompleks menjadi komponen-komponen yang lebih mudah dikelola.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Saaty menggabungkan konsep matematika dan psikologi dalam pengembangan AHP, dengan fokus pada bagaimana manusia membuat penilaian dan preferensi ketika berhadapan dengan berbagai alternatif. Sejak diperkenalkan, AHP telah digunakan secara luas dalam berbagai bidang, termasuk manajemen proyek, pemilihan lokasi, evaluasi risiko, dan perencanaan strategis.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><strong>Definisi AHP <\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">AHP merupakan suatu model pendukung keputusan yang dikembangkan oleh Thomas L. Saaty. Model pendukung keputusan ini akan menguraikan masalah multi faktor atau multi kriteria yang kompleks menjadi suatu hirarki, menurut Saaty (1993), hirarki didefinisikan sebagai suatu representasi dari sebuah permasalahan yang kompleks dalam suatu struktur multi-level dimana level pertama adalah tujuan, yang diikuti level faktor, kriteria, sub kriteria, dan seterusnya ke bawah hingga level terakhir dari alternatif. Dengan hirarki, suatu masalah yang kompleks dapat diuraikan ke dalam kelompok-kelompoknya yang kemudian diatur menjadi suatu bentuk hirarki sehingga permasalahan akan tampak lebih terstruktur dan sistematis\u00a0 (Syaifullah, 2010).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>AHP<\/strong> sering digunakan sebagai metode pemecahan masalah dibanding dengan metode yang lain karena alasan-alasan sebagai berikut:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li>Struktur yang berhirarki, sebagai konsekuesi dari kriteria yang dipilih, sampai pada sub kriteria yang paling dalam.<\/li>\n<li>Memperhitungkan validitas sampai dengan batas toleransi inkonsistensi berbagai kriteria dan alternatif yang dipilih oleh pengambil keputusan.<\/li>\n<li>Memperhitungkan daya tahan output analisis sensitivitas pengambilan keputusan.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">Penggunaan AHP bukan hanya untuk institusi pemerintahan atau swasta namun juga dapat diaplikasikan untuk keperluan individu terutama untuk penelitian-penelitian yang berkaitan dengan kebijakan atau perumusan strategi prioritas. AHP dapat diandalkan karena dalam AHP suatu prioritas disusun dari berbagai pilihan yang dapat berupa kriteria yang sebelumnya telah didekomposisi (struktur) terlebih dahulu, sehingga penetapan prioritas didasarkan pada suatu proses yang terstruktur (hirarki) dan masuk akal. Jadi pada intinya AHP membantu memecahkan persoalan yang kompleks dengan menyusun suatu hirarki kriteria, dinilai secara subjektif oleh pihak yang berkepentingan lalu menarik berbagai pertimbangan guna mengembangkan bobot atau prioritas (kesimpulan).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Peralatan utama AHP adalah sebuah hierarki fungsional dengan input utamanya persepsi manusia. Keberadaan hierarki memungkinkan dipecahnya masalah kompleks atau tidak terstruktur dalam sub \u2013 sub masalah, lalu menyusunnya menjadi suatu bentuk hierarki (Kusrini, 2007).<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><strong>Prosedur AHP <\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Terdapat tiga prinsip utama dalam pemecahan masalah dalam AHP menurut Saaty, yaitu: Decomposition, Comparative Judgement, dan Logical Concistency. Secara garis besar prosedur AHP meliputi tahapan sebagai berikut (Saaty, 1993).<\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify\">Dekomposisi masalah Dekomposisi masalah adalah langkah dimana suatu tujuan (Goal) yang telah ditetapkan selanjutnya diuraikan secara sistematis kedalam struktur yang menyusun rangkaian sistem hingga tujuan dapat dicapai secara rasional. Dengan kata lain, suatu tujuan yang utuh, didekomposisi (dipecahkan) kedalam unsur penyusunnya.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Penilaian\/pembobotan untuk membandingkan elemen-elemen Apabila proses dekomposisi telah selasai dan hirarki telah tersusun dengan baik. Selanjutnya dilakukan penilaian perbandingan berpasangan (pembobotan) pada tiap-tiap hirarki berdasarkan tingkat kepentingan relatifnya.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Penyusunan matriks dan Uji Konsistensi Apabila proses pembobotan atau pengisian kuisioner telah selesai, langkah selanjutnya adalah penyusunan matriks berpasangan untuk melakukan normalisasi bobot tingkat kepentingan pada tiap-tiap elemen pada hirarkinya masingmasing. Pada tahapan ini analisis dapat dilakukan secara manual ataupun dengan menggunakan program komputer seperti Expert Choice.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Penetapan prioritas pada masing-masing hirarki Untuk setiap kriteria dan alternatif,perlu dilakukan perbandingan berpasangan (pairwise comparisons). Nilai-nilai perbandingan relatif kemudian diolah untuk menentukan peringkat alternatif dari seluruh alternatif. Baik kriteria kualitatif, maupun kriteria kuantitatif, dapat dibandingkan sesuai dengan penilaian yang telah ditentukan untuk menghasilkan bobot dan proritas. Bobot atau prioritas dihitung dengan manipulasi matriks atau melalui penyelesaian persamaan matematik.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Sistesis dari prioritas Sistesis dari prioritas didapat dari hasil perkalian prioritas lokal dengan prioritas dari kriteria bersangkutan yang ada pada level atasnya dan menambahkannya ke masing-masing elemen dalam level yang dipengaruhi oleh kriteria. Hasilnya berupa gabungan atau lebih dikenal dengan istilah prioritas global yang kemudian dapat digunakan untuk memberikan bobot prioritas lokal dari elemen yang ada pada level terendah dalam hirarki sesuai dengan kriterianya.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Pengambilan\/penetapan keputusan. Pengambilan keputusan adalah suatu proses dimana alternatifalternatif yang dibuat dipilih yang terbaik berdasarkan kriterianya.<\/li>\n<\/ol>\n<h2><b>Dasar-Dasar Konsep AHP<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">AHP didasarkan pada prinsip decomposisi, perbandingan berpasangan, dan sintesis prioritas. Metode ini memungkinkan pengambil keputusan untuk:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Mengurai masalah kompleks<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> menjadi hierarki yang terdiri dari tujuan, kriteria, subkriteria, dan alternatif.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Melakukan perbandingan berpasangan<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> antara elemen-elemen dalam setiap tingkatan hierarki untuk menentukan tingkat kepentingan relatif mereka.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Menggabungkan hasil perbandingan<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> tersebut untuk menghitung prioritas akhir bagi setiap alternatif.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><b>Langkah-Langkah dalam Proses AHP<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">AHP melibatkan beberapa langkah sistematis untuk menyelesaikan masalah pengambilan keputusan. Berikut adalah langkah-langkah utama dalam proses AHP:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Definisikan Masalah dan Tujuan<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Tentukan masalah yang akan diselesaikan dan tetapkan tujuan utama dari pengambilan keputusan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Bangun Hierarki<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Buat hierarki keputusan yang terdiri dari tujuan, kriteria, subkriteria, dan alternatif.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Lakukan Perbandingan Berpasangan<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Bandingkan elemen-elemen dalam setiap tingkat hierarki secara berpasangan untuk menentukan kepentingan relatif mereka.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Hitung Bobot Relatif<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Gunakan hasil perbandingan berpasangan untuk menghitung bobot relatif atau prioritas untuk setiap elemen dalam hierarki.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Gabungkan Prioritas<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Sintesis prioritas untuk menghasilkan skor akhir bagi setiap alternatif.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Analisis Konsistensi<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Evaluasi konsistensi penilaian perbandingan berpasangan. AHP memungkinkan pengujian konsistensi untuk memastikan bahwa penilaian yang dibuat tidak mengandung kontradiksi. Konsistensi yang tinggi menunjukkan bahwa penilaian tersebut dapat diandalkan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Buat Keputusan<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Berdasarkan skor akhir, tentukan alternatif yang paling sesuai dengan tujuan keseluruhan.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><b>Keunggulan dan Kelemahan AHP<\/b><\/h2>\n<h3><b>Keunggulan AHP<\/b><span style=\"font-weight: 400\">:<\/span><\/h3>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Struktur yang Sistematis<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: AHP mengorganisir keputusan dalam struktur hirarki, memudahkan pengambil keputusan untuk memahami dan mengelola berbagai kriteria.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Membantu Keputusan yang Kompleks<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: AHP efektif untuk pengambilan keputusan dalam situasi dengan banyak kriteria dan alternatif yang harus dipertimbangkan secara simultan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Fleksibilitas dalam Penggunaan<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: AHP dapat diterapkan di berbagai bidang, termasuk manajemen, evaluasi risiko, dan perencanaan strategis.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><b>Kelemahan AHP<\/b><span style=\"font-weight: 400\">:<\/span><\/h3>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Keterbatasan dalam Penilaian Subjektif<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Penilaian dalam AHP sering kali bersifat subjektif, dan dapat dipengaruhi oleh persepsi individu yang melakukan perbandingan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Kompleksitas dalam Proses<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Proses perbandingan berpasangan dapat menjadi rumit jika jumlah elemen yang dibandingkan sangat banyak, memerlukan waktu dan usaha yang besar.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Aplikasi AHP dalam Kehidupan Sehari-hari<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">AHP tidak hanya digunakan dalam keputusan yang sangat teknis atau bisnis, tetapi juga bisa diterapkan dalam keputusan sehari-hari. Beberapa contoh aplikasi AHP dalam kehidupan sehari-hari meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Pemilihan Lokasi<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: AHP digunakan untuk memilih lokasi terbaik untuk usaha, dengan mempertimbangkan berbagai kriteria seperti aksesibilitas, biaya sewa, dan potensi pasar.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Evaluasi Proyek<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Dalam manajemen proyek, AHP digunakan untuk menentukan prioritas proyek berdasarkan berbagai kriteria, seperti biaya, waktu, dan sumber daya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Perencanaan Karier<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: AHP bisa digunakan untuk membuat keputusan dalam perencanaan karier dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti gaji, lokasi, dan peluang pengembangan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Kesimpulan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">AHP adalah metode yang sangat berguna untuk pengambilan keputusan dalam situasi yang kompleks, di mana banyak faktor yang harus dipertimbangkan. Dengan menggunakan struktur hirarki, AHP memecah masalah yang besar menjadi komponen-komponen yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola, serta memungkinkan perbandingan berpasangan untuk menentukan prioritas yang rasional. Meskipun metode ini memiliki beberapa kekurangan, keunggulannya dalam mengatasi masalah yang melibatkan banyak kriteria membuat AHP tetap menjadi salah satu metode pengambilan keputusan yang paling efektif dan banyak digunakan di berbagai bidang.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sejarah dan Latar Belakang AHP AHP pertama kali diperkenalkan oleh Thomas L. Saaty, seorang profesor di University of Pittsburgh, sebagai alat untuk membantu pengambil keputusan dalam situasi yang melibatkan banyak faktor yang perlu dipertimbangkan. Saaty menyadari bahwa dalam banyak kasus, pengambil keputusan tidak hanya berhadapan dengan satu kriteria tunggal, tetapi dengan berbagai kriteria yang sering [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":12835,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[128],"tags":[],"class_list":["post-8805","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-computer-science"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>AHP (Analytical Hierarchy Process): Panduan Lengkap untuk Pengambilan Keputusan Terstruktur<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pelajari konsep AHP (Analytical Hierarchy Process) sebagai metode pengambilan keputusan terstruktur yang efektif. Temukan langkah-langkah, aplikasi praktis, dan manfaatnya di sini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2021\/06\/konsep-ahp-analytical-hierarchy-process\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"AHP (Analytical Hierarchy Process): Panduan Lengkap untuk Pengambilan Keputusan Terstruktur\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pelajari konsep AHP (Analytical Hierarchy Process) sebagai metode pengambilan keputusan terstruktur yang efektif. Temukan langkah-langkah, aplikasi praktis, dan manfaatnya di sini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2021\/06\/konsep-ahp-analytical-hierarchy-process\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS UNIVERSITY MALANG | Pilihan Universitas Terbaik di Malang\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-06-29T03:37:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-02-19T11:13:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/analytical.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"informatics\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"informatics\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2021\/06\/konsep-ahp-analytical-hierarchy-process\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2021\/06\/konsep-ahp-analytical-hierarchy-process\/\"},\"author\":{\"name\":\"informatics\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/person\/82104d3e6f72d20991a92c10c2e7b183\"},\"headline\":\"Konsep AHP (Analytical Hierarchy Process)\",\"datePublished\":\"2021-06-29T03:37:41+00:00\",\"dateModified\":\"2025-02-19T11:13:35+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2021\/06\/konsep-ahp-analytical-hierarchy-process\/\"},\"wordCount\":1164,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2021\/06\/konsep-ahp-analytical-hierarchy-process\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/analytical.jpg\",\"articleSection\":[\"Computer Science\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2021\/06\/konsep-ahp-analytical-hierarchy-process\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2021\/06\/konsep-ahp-analytical-hierarchy-process\/\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2021\/06\/konsep-ahp-analytical-hierarchy-process\/\",\"name\":\"AHP (Analytical Hierarchy Process): Panduan Lengkap untuk Pengambilan Keputusan Terstruktur\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2021\/06\/konsep-ahp-analytical-hierarchy-process\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2021\/06\/konsep-ahp-analytical-hierarchy-process\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/analytical.jpg\",\"datePublished\":\"2021-06-29T03:37:41+00:00\",\"dateModified\":\"2025-02-19T11:13:35+00:00\",\"description\":\"Pelajari konsep AHP (Analytical Hierarchy Process) sebagai metode pengambilan keputusan terstruktur yang efektif. Temukan langkah-langkah, aplikasi praktis, dan manfaatnya di sini.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2021\/06\/konsep-ahp-analytical-hierarchy-process\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2021\/06\/konsep-ahp-analytical-hierarchy-process\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2021\/06\/konsep-ahp-analytical-hierarchy-process\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/analytical.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/analytical.jpg\",\"width\":1000,\"height\":500,\"caption\":\"analytical\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2021\/06\/konsep-ahp-analytical-hierarchy-process\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Konsep AHP (Analytical Hierarchy Process)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/\",\"name\":\"BINUS UNIVERSITY MALANG | Pilihan Universitas Terbaik di Malang\",\"description\":\"BINUS UNIVERSITY\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#organization\",\"name\":\"BINUS UNIVERSITY\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/site-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/site-logo.png\",\"width\":140,\"height\":84,\"caption\":\"BINUS UNIVERSITY\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/person\/82104d3e6f72d20991a92c10c2e7b183\",\"name\":\"informatics\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/42be0c661cdbdcdd941bf5610126b17508883f5bb40e38bd6242084edb497351?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/42be0c661cdbdcdd941bf5610126b17508883f5bb40e38bd6242084edb497351?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"informatics\"},\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/author\/informatics\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"AHP (Analytical Hierarchy Process): Panduan Lengkap untuk Pengambilan Keputusan Terstruktur","description":"Pelajari konsep AHP (Analytical Hierarchy Process) sebagai metode pengambilan keputusan terstruktur yang efektif. Temukan langkah-langkah, aplikasi praktis, dan manfaatnya di sini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2021\/06\/konsep-ahp-analytical-hierarchy-process\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"AHP (Analytical Hierarchy Process): Panduan Lengkap untuk Pengambilan Keputusan Terstruktur","og_description":"Pelajari konsep AHP (Analytical Hierarchy Process) sebagai metode pengambilan keputusan terstruktur yang efektif. Temukan langkah-langkah, aplikasi praktis, dan manfaatnya di sini.","og_url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2021\/06\/konsep-ahp-analytical-hierarchy-process\/","og_site_name":"BINUS UNIVERSITY MALANG | Pilihan Universitas Terbaik di Malang","article_published_time":"2021-06-29T03:37:41+00:00","article_modified_time":"2025-02-19T11:13:35+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":500,"url":"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/analytical.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"informatics","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"informatics","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2021\/06\/konsep-ahp-analytical-hierarchy-process\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2021\/06\/konsep-ahp-analytical-hierarchy-process\/"},"author":{"name":"informatics","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/person\/82104d3e6f72d20991a92c10c2e7b183"},"headline":"Konsep AHP (Analytical Hierarchy Process)","datePublished":"2021-06-29T03:37:41+00:00","dateModified":"2025-02-19T11:13:35+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2021\/06\/konsep-ahp-analytical-hierarchy-process\/"},"wordCount":1164,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2021\/06\/konsep-ahp-analytical-hierarchy-process\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/analytical.jpg","articleSection":["Computer Science"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2021\/06\/konsep-ahp-analytical-hierarchy-process\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2021\/06\/konsep-ahp-analytical-hierarchy-process\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2021\/06\/konsep-ahp-analytical-hierarchy-process\/","name":"AHP (Analytical Hierarchy Process): Panduan Lengkap untuk Pengambilan Keputusan Terstruktur","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2021\/06\/konsep-ahp-analytical-hierarchy-process\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2021\/06\/konsep-ahp-analytical-hierarchy-process\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/analytical.jpg","datePublished":"2021-06-29T03:37:41+00:00","dateModified":"2025-02-19T11:13:35+00:00","description":"Pelajari konsep AHP (Analytical Hierarchy Process) sebagai metode pengambilan keputusan terstruktur yang efektif. Temukan langkah-langkah, aplikasi praktis, dan manfaatnya di sini.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2021\/06\/konsep-ahp-analytical-hierarchy-process\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2021\/06\/konsep-ahp-analytical-hierarchy-process\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2021\/06\/konsep-ahp-analytical-hierarchy-process\/#primaryimage","url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/analytical.jpg","contentUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/analytical.jpg","width":1000,"height":500,"caption":"analytical"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2021\/06\/konsep-ahp-analytical-hierarchy-process\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Konsep AHP (Analytical Hierarchy Process)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#website","url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/","name":"BINUS UNIVERSITY MALANG | Pilihan Universitas Terbaik di Malang","description":"BINUS UNIVERSITY","publisher":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#organization","name":"BINUS UNIVERSITY","url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/site-logo.png","contentUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/site-logo.png","width":140,"height":84,"caption":"BINUS UNIVERSITY"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/person\/82104d3e6f72d20991a92c10c2e7b183","name":"informatics","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/42be0c661cdbdcdd941bf5610126b17508883f5bb40e38bd6242084edb497351?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/42be0c661cdbdcdd941bf5610126b17508883f5bb40e38bd6242084edb497351?s=96&d=mm&r=g","caption":"informatics"},"url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/author\/informatics\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8805","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8805"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8805\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13235,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8805\/revisions\/13235"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12835"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8805"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8805"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8805"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}