{"id":7550,"date":"2020-01-18T13:02:07","date_gmt":"2020-01-18T06:02:07","guid":{"rendered":"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/?p=7550"},"modified":"2025-10-27T14:30:45","modified_gmt":"2025-10-27T07:30:45","slug":"semiotika","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/01\/semiotika\/","title":{"rendered":"Semiotika: Pengertian, Tokoh, dan Penerapan dalam Desain Komunikasi Visual"},"content":{"rendered":"<h2><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-14084\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/Semiotika-adalah-640x360.jpg\" alt=\"Semiotika adalah\" width=\"640\" height=\"360\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/Semiotika-adalah-640x360.jpg 640w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/Semiotika-adalah-1200x675.jpg 1200w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/Semiotika-adalah-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/Semiotika-adalah-480x270.jpg 480w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/Semiotika-adalah-768x432.jpg 768w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/Semiotika-adalah-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/Semiotika-adalah.jpg 1920w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/h2>\n<h2><b>Apa Itu Semiotika?<\/b><\/h2>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Semiotika<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> berasal dari bahasa Yunani <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">semeion<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang berarti tanda. Secara umum, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">semiotika adalah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ilmu yang mempelajari tanda (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">sign<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) serta cara tanda-tanda tersebut menyampaikan makna. Dalam pandangan Zoest, segala sesuatu yang dapat diamati atau dibuat teramati dapat disebut tanda. Tanda tidak terbatas pada benda, tetapi mencakup segala fenomena yang memiliki makna (Zoest, 1993:18).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kecenderungan untuk memandang berbagai wacana sosial sebagai fenomena bahasa membuat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">semiotika<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> juga diterapkan pada analisis sosial dan budaya. Menurut Piliang (1998:262), bila seluruh praktik sosial dapat dianggap sebagai fenomena bahasa, maka seluruhnya juga dapat dipandang sebagai tanda.<\/span><\/p>\n<h2><b>Tokoh-Tokoh Utama dalam Semiotika<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Menurut Berger, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">semiotika<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> memiliki dua tokoh utama, yakni Ferdinand de Saussure dan Charles Sander Pierce. Keduanya menjadi dasar berkembangnya teori semiotika modern yang kini banyak digunakan dalam linguistik, seni, hingga desain komunikasi visual.<\/span><\/p>\n<h3><b>Ferdinand de Saussure dan Teori Semiologi<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ferdinand de Saussure (1857\u20131913) memperkenalkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">semiologi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, yang didasarkan pada anggapan bahwa selama perbuatan dan tingkah laku manusia membawa makna atau berfungsi sebagai tanda, di belakangnya pasti ada sistem pembedaan dan konvensi yang memungkinkan makna itu muncul (Hidayat, 1998:26).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Menurut Saussure, tanda merupakan kesatuan dari dua bidang yang tidak dapat dipisahkan, yaitu:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Signifier (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">penanda<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">): Bidang bentuk atau ekspresi, seperti bunyi, huruf, kata, atau gambar.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Signified (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">petanda<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">): Bidang makna atau konsep yang muncul di benak seseorang.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kedua unsur ini bekerja bersama untuk menciptakan makna. Ketika hubungan antara tanda dan objek yang diacu terjadi, dalam benak penerima akan timbul pemahaman atau pengertian tertentu (Eco, 1979:59).<\/span><\/p>\n<h3><b>Charles Sander Pierce dan Segitiga Semiotik<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Charles Sander Pierce (1839\u20131914) memandang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">semiotika<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> sebagai penalaran logika manusia melalui tanda. Menurut Pierce, manusia hanya bisa bernalar melalui tanda. Ia menyebut tanda sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">representamen<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, yaitu sesuatu yang dapat mewakili sesuatu yang lain dalam batas-batas tertentu (Eco, 1979:15).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tanda menurut Pierce selalu mengacu pada sesuatu yang lain (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">denotatum<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) dan baru dapat berfungsi bila diinterpretasikan oleh penerima tanda melalui <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">interpretant<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (pemahaman makna yang muncul). Pemahaman tersebut muncul dari pengetahuan tentang sistem tanda dalam suatu masyarakat, yang disebut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">ground<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ketiga unsur ini, yaitu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">representamen<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">object<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">interpretant<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, membentuk segitiga semiotik yang menjadi dasar teori tanda Pierce.<\/span><\/p>\n<h2><b>Klasifikasi Tanda dalam Teori Semiotika Pierce<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Menurut teori Pierce (Noth, 1995:45), tanda-tanda dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis utama:<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Ikon<\/b><\/h3>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Ikon<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> adalah tanda yang memiliki kemiripan fisik dengan objek yang diwakilinya. Contohnya seperti foto, peta, atau gambar ilustrasi. Dalam desain komunikasi visual, ikon digunakan untuk menyampaikan pesan secara langsung dan mudah dikenali.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Indeks<\/b><\/h3>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Indeks<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> adalah tanda yang memiliki hubungan sebab-akibat dengan objeknya. Misalnya, asap merupakan indeks dari adanya api, atau jejak kaki sebagai indeks bahwa seseorang telah berjalan di sana.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Simbol<\/b><\/h3>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Simbol<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> merupakan tanda yang hubungannya dengan objek didasarkan pada kesepakatan sosial atau budaya. Contohnya, warna merah yang melambangkan bahaya atau cinta, serta lambang hati sebagai simbol kasih sayang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam desain komunikasi visual, pemahaman terhadap ikon, indeks, dan simbol sangat penting agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan tepat oleh audiens.<\/span><\/p>\n<h2><b>Penerapan Semiotika dalam Desain Komunikasi Visual<\/b><\/h2>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Semiotika adalah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dasar penting dalam memahami makna di balik elemen visual seperti warna, bentuk, tipografi, dan komposisi. Seorang desainer komunikasi visual harus mampu membaca dan menciptakan tanda-tanda visual yang dapat diterjemahkan dengan benar oleh audiens.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam konteks desain, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">semiotika<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> digunakan untuk:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Membangun pesan visual yang efektif dan komunikatif.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Menentukan simbol atau elemen visual yang sesuai dengan konteks budaya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Menganalisis hubungan antara teks, gambar, dan makna.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Menghasilkan karya desain yang memiliki kedalaman pesan dan makna estetis.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pemahaman semiotika juga membantu desainer menghindari kesalahan persepsi visual dan menciptakan komunikasi yang lebih universal dan inklusif.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/02\/semiotika-iklan\/\"><strong>Semiotika Iklan<\/strong><\/a><\/p>\n<h2><b>Yuk, Kembangkan Kreativitas Visualmu di DKV BINUS @Malang!<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">semiotika adalah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> ilmu yang mempelajari tanda dan makna di balik berbagai fenomena, termasuk visual. Melalui teori Ferdinand de Saussure dan Charles Sander Pierce, kita memahami bagaimana tanda bekerja membentuk makna dalam komunikasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Bagi kamu yang tertarik mendalami dunia makna visual, simbol, dan komunikasi melalui desain, jurusan <a href=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/\">Desain Komunikasi Visual (DKV) di BINUS @Malang<\/a> adalah pilihan yang tepat. Di sini kamu akan belajar teori semiotika, prinsip desain, hingga praktik kreatif yang mempersiapkanmu menjadi desainer profesional di era modern.<\/span><\/p>\n<p><strong>Referensi: <\/strong><\/p>\n<p>Tinarbuko, Sumbo. 2009. <em>Semiotika Komunikasi Visual<\/em>. Yogyakarta: Jalasutra.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa Itu Semiotika? Semiotika berasal dari bahasa Yunani semeion yang berarti tanda. Secara umum, semiotika adalah ilmu yang mempelajari tanda (sign) serta cara tanda-tanda tersebut menyampaikan makna. Dalam pandangan Zoest, segala sesuatu yang dapat diamati atau dibuat teramati dapat disebut tanda. Tanda tidak terbatas pada benda, tetapi mencakup segala fenomena yang memiliki makna (Zoest, 1993:18). [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":14084,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[125],"tags":[],"class_list":["post-7550","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-visual-communication-design"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Semiotika: Pengertian, Tokoh, dan Penerapan dalam Desain Komunikasi Visual | BINUS UNIVERSITY MALANG | Pilihan Universitas Terbaik di Malang<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pelajari pengertian semiotika adalah ilmu tentang tanda, teori Ferdinand de Saussure dan Charles Sander Pierce, serta penerapannya dalam desain komunikasi visual.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/01\/semiotika\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Semiotika: Pengertian, Tokoh, dan Penerapan dalam Desain Komunikasi Visual | BINUS UNIVERSITY MALANG | Pilihan Universitas Terbaik di Malang\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pelajari pengertian semiotika adalah ilmu tentang tanda, teori Ferdinand de Saussure dan Charles Sander Pierce, serta penerapannya dalam desain komunikasi visual.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/01\/semiotika\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS UNIVERSITY MALANG | Pilihan Universitas Terbaik di Malang\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-01-18T06:02:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-27T07:30:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/Semiotika-adalah.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"dkvmalang\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"dkvmalang\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/01\/semiotika\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/01\/semiotika\/\"},\"author\":{\"name\":\"dkvmalang\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/person\/03d92e30a1bf2ae80229fd29278315c8\"},\"headline\":\"Semiotika: Pengertian, Tokoh, dan Penerapan dalam Desain Komunikasi Visual\",\"datePublished\":\"2020-01-18T06:02:07+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-27T07:30:45+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/01\/semiotika\/\"},\"wordCount\":670,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/01\/semiotika\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/Semiotika-adalah.jpg\",\"articleSection\":[\"Visual Communication Design\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/01\/semiotika\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/01\/semiotika\/\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/01\/semiotika\/\",\"name\":\"Semiotika: Pengertian, Tokoh, dan Penerapan dalam Desain Komunikasi Visual | BINUS UNIVERSITY MALANG | Pilihan Universitas Terbaik di Malang\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/01\/semiotika\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/01\/semiotika\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/Semiotika-adalah.jpg\",\"datePublished\":\"2020-01-18T06:02:07+00:00\",\"dateModified\":\"2025-10-27T07:30:45+00:00\",\"description\":\"Pelajari pengertian semiotika adalah ilmu tentang tanda, teori Ferdinand de Saussure dan Charles Sander Pierce, serta penerapannya dalam desain komunikasi visual.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/01\/semiotika\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/01\/semiotika\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/01\/semiotika\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/Semiotika-adalah.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/Semiotika-adalah.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1080,\"caption\":\"Semiotika adalah\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/01\/semiotika\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Semiotika: Pengertian, Tokoh, dan Penerapan dalam Desain Komunikasi Visual\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/\",\"name\":\"BINUS UNIVERSITY MALANG | Pilihan Universitas Terbaik di Malang\",\"description\":\"BINUS UNIVERSITY\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#organization\",\"name\":\"BINUS UNIVERSITY\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/site-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/site-logo.png\",\"width\":140,\"height\":84,\"caption\":\"BINUS UNIVERSITY\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/person\/03d92e30a1bf2ae80229fd29278315c8\",\"name\":\"dkvmalang\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/100247f6fba3f881221c9f53b900ddb248ea91bdf41537ab2b73c41633408d96?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/100247f6fba3f881221c9f53b900ddb248ea91bdf41537ab2b73c41633408d96?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"dkvmalang\"},\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/author\/dkvmalang\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Semiotika: Pengertian, Tokoh, dan Penerapan dalam Desain Komunikasi Visual | BINUS UNIVERSITY MALANG | Pilihan Universitas Terbaik di Malang","description":"Pelajari pengertian semiotika adalah ilmu tentang tanda, teori Ferdinand de Saussure dan Charles Sander Pierce, serta penerapannya dalam desain komunikasi visual.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/01\/semiotika\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Semiotika: Pengertian, Tokoh, dan Penerapan dalam Desain Komunikasi Visual | BINUS UNIVERSITY MALANG | Pilihan Universitas Terbaik di Malang","og_description":"Pelajari pengertian semiotika adalah ilmu tentang tanda, teori Ferdinand de Saussure dan Charles Sander Pierce, serta penerapannya dalam desain komunikasi visual.","og_url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/01\/semiotika\/","og_site_name":"BINUS UNIVERSITY MALANG | Pilihan Universitas Terbaik di Malang","article_published_time":"2020-01-18T06:02:07+00:00","article_modified_time":"2025-10-27T07:30:45+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1080,"url":"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/Semiotika-adalah.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"dkvmalang","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"dkvmalang","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/01\/semiotika\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/01\/semiotika\/"},"author":{"name":"dkvmalang","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/person\/03d92e30a1bf2ae80229fd29278315c8"},"headline":"Semiotika: Pengertian, Tokoh, dan Penerapan dalam Desain Komunikasi Visual","datePublished":"2020-01-18T06:02:07+00:00","dateModified":"2025-10-27T07:30:45+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/01\/semiotika\/"},"wordCount":670,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/01\/semiotika\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/Semiotika-adalah.jpg","articleSection":["Visual Communication Design"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/01\/semiotika\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/01\/semiotika\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/01\/semiotika\/","name":"Semiotika: Pengertian, Tokoh, dan Penerapan dalam Desain Komunikasi Visual | BINUS UNIVERSITY MALANG | Pilihan Universitas Terbaik di Malang","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/01\/semiotika\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/01\/semiotika\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/Semiotika-adalah.jpg","datePublished":"2020-01-18T06:02:07+00:00","dateModified":"2025-10-27T07:30:45+00:00","description":"Pelajari pengertian semiotika adalah ilmu tentang tanda, teori Ferdinand de Saussure dan Charles Sander Pierce, serta penerapannya dalam desain komunikasi visual.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/01\/semiotika\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/01\/semiotika\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/01\/semiotika\/#primaryimage","url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/Semiotika-adalah.jpg","contentUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/Semiotika-adalah.jpg","width":1920,"height":1080,"caption":"Semiotika adalah"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/01\/semiotika\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Semiotika: Pengertian, Tokoh, dan Penerapan dalam Desain Komunikasi Visual"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#website","url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/","name":"BINUS UNIVERSITY MALANG | Pilihan Universitas Terbaik di Malang","description":"BINUS UNIVERSITY","publisher":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#organization","name":"BINUS UNIVERSITY","url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/site-logo.png","contentUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/site-logo.png","width":140,"height":84,"caption":"BINUS UNIVERSITY"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/person\/03d92e30a1bf2ae80229fd29278315c8","name":"dkvmalang","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/100247f6fba3f881221c9f53b900ddb248ea91bdf41537ab2b73c41633408d96?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/100247f6fba3f881221c9f53b900ddb248ea91bdf41537ab2b73c41633408d96?s=96&d=mm&r=g","caption":"dkvmalang"},"url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/author\/dkvmalang\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7550","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7550"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7550\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14088,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7550\/revisions\/14088"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14084"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7550"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7550"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7550"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}