{"id":6964,"date":"2020-04-13T16:44:24","date_gmt":"2020-04-13T09:44:24","guid":{"rendered":"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/?p=6964"},"modified":"2025-05-23T14:00:32","modified_gmt":"2025-05-23T07:00:32","slug":"teori-agenda-setting-dan-framing-dalam-media-relations","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/04\/teori-agenda-setting-dan-framing-dalam-media-relations\/","title":{"rendered":"Teori Agenda Setting dan Framing dalam Media Relations"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><strong>Adhimurti Citra Amalia S.Ant,.M.Med.Kom<\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-12800 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/media-640x320.jpg\" alt=\"media\" width=\"640\" height=\"320\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/media-640x320.jpg 640w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/media-480x240.jpg 480w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/media-768x384.jpg 768w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/media.jpg 1000w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><strong>Mengenal Agenda Setting dan Framing dalam Media Relations<\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Teori Agenda Setting pertama kali dikemukakan oleh Maxwell McCombs dan Donald Shaw pada tahun 1972 dalam studi klasik mereka tentang pemilihan presiden di Chapel Hill, North Carolina. Teori ini berfokus pada gagasan bahwa media tidak hanya melaporkan fakta, tetapi juga memainkan peran kunci dalam menentukan isu-isu mana yang dianggap penting oleh masyarakat. Dengan kata lain, media memiliki kekuatan untuk \u201cmengatur agenda\u201d publik dengan memprioritaskan isu-isu tertentu di atas yang lain.<\/span><\/p>\n<h3><strong>1. Dasar Teori Agenda Setting<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Teori Agenda Setting berargumen bahwa terdapat korelasi kuat antara masalah yang dianggap penting oleh media dan masalah yang dianggap penting oleh masyarakat. Ketika media memberi perhatian besar pada suatu isu, masyarakat cenderung menganggap isu tersebut penting. Ini bukan berarti media secara langsung memberitahu masyarakat apa yang harus dipikirkan, tetapi lebih pada aspek apa yang harus mereka pikirkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebagai contoh, selama masa kampanye politik, jika media terus-menerus meliput isu tentang ekonomi, masyarakat kemungkinan besar akan memandang ekonomi sebagai masalah utama yang harus dihadapi oleh para calon pemimpin. Demikian pula, ketika media sering meliput berita tentang kejahatan, masyarakat mungkin akan merasa bahwa kejahatan adalah masalah yang lebih serius dibandingkan isu-isu lainnya, meskipun statistik mungkin menunjukkan sebaliknya.<\/span><\/p>\n<h3><strong>2. Tahapan Agenda Setting<\/strong><\/h3>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Agenda Setting Primer (First-Level Agenda Setting): Pada tahap ini, media menyoroti isu-isu tertentu sehingga masyarakat menganggap isu-isu tersebut penting. Ini terkait dengan frekuensi dan volume liputan media terhadap suatu isu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Agenda Setting Sekunder (Second-Level Agenda Setting): Tahap ini lebih fokus pada atribut spesifik dari isu yang disoroti. Media tidak hanya menentukan isu mana yang penting, tetapi juga bagaimana isu tersebut harus dipahami. Misalnya, dalam liputan tentang perubahan iklim, media dapat memilih untuk menekankan aspek-aspek tertentu seperti dampak ekonomi atau lingkungan, yang pada gilirannya memengaruhi cara masyarakat memandang masalah tersebut.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Dampak Agenda Setting dalam Media Relations<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam konteks media relations, pemahaman tentang teori Agenda Setting sangat penting. Praktisi Public Relations (PR) sering kali bekerja untuk menempatkan isu-isu tertentu di garis depan media, dengan harapan isu tersebut akan mendapatkan perhatian publik yang lebih besar. Ini bisa melibatkan pembuatan siaran pers, penyelenggaraan konferensi pers, atau membangun hubungan dengan jurnalis untuk memastikan bahwa isu atau pesan yang diinginkan mendapatkan liputan yang memadai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Misalnya, sebuah perusahaan yang ingin menonjolkan inisiatif lingkungan mereka akan bekerja keras untuk memastikan bahwa media meliput kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan keberlanjutan. Dengan demikian, mereka berupaya menetapkan agenda tentang pentingnya keberlanjutan dalam persepsi publik.<\/span><\/p>\n<h2><b>Mengapa Kita Perlu Mempelajari Teori Agenda Setting dan Framing dalam Media Relations?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Media Relations adalah salah satu pekerjaan dalam Public Relations yang terbatas pada interaksi dengan para pekerja media seperti jurnalis, reporter, editor, blogger, dan sebagainya. Pekerjaan Media Relations tidak hanya seputar menangani siaran pers, konferensi pers, atau media sosial, tetapi yang tidak kalah penting adalah teori ini dapat membantu para praktisi PR memahami alasan mengapa kita memilih media dan bagaimana cara bekerja dengan media tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Agenda Setting menciptakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">public awareness<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (kesadaran masyarakat) dengan menekankan sebuah isu yang dianggap paling penting untuk dilihat, didengar, dibaca, dan dipercaya di media massa. Sebagai contoh, tim redaksi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Mata Najwa<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dalam menentukan topik yang akan diangkat tiap minggu biasanya mengumpulkan isu-isu potensial yang memiliki nilai berita tinggi dan bisa menarik perhatian publik. Misalnya isu tentang banjir Jakarta, Sunda Empire, atau virus corona. Dari sekian banyak isu tersebut, mereka akan memilih dan menekankan satu isu yang dianggap paling penting, misalnya virus corona. Jika satu media memberitakan isu virus corona, biasanya media lain juga akan memberitakannya, dan itu merupakan bagian dari Agenda Setting media.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sedangkan Framing adalah bagaimana media menempatkan sebuah berita dan memberikannya makna tertentu. Sebagai contoh, berita tentang virus corona. Media online <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">DetikHealth<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> mungkin akan fokus pada topik kesehatan seperti cara menghindari virus corona. Koran <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Kompas<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> mungkin akan fokus pada dampak virus corona terhadap perekonomian Indonesia. Sedangkan Metro TV mungkin akan fokus pada bagaimana virus corona dipolitisasi oleh beberapa pejabat yang memiliki kepentingan. Topiknya bisa sama, tetapi cara framing-nya berbeda-beda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jadi, intinya, jika Agenda Setting fokus pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">apa<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> isu yang diberitakan, Framing fokus pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">bagaimana<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> isu itu diberitakan. Apa peran Public Relations dalam konteks pekerjaan Media Relations? Sebagai seorang PR, kita dapat berperan sebagai narasumber yang memberikan informasi kepada media. Dengan demikian, kita juga dapat ikut menentukan headline dan isi berita yang ada di media setiap harinya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami teori Agenda Setting dan Framing. Melalui Agenda Setting, kita mengetahui bagaimana media memilih isu yang dianggap penting. Sedangkan Framing membuat kita sadar bahwa media memiliki kemampuan membingkai sebuah isu sesuai dengan kepentingannya sendiri. Karena itu, kita perlu berhati-hati ketika memberikan informasi kepada media sebelum diangkat menjadi berita yang disampaikan ke publik.<\/span><\/p>\n<h2><b>Teori Framing: Membangun Narasi dan Interpretasi<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Teori Framing, yang juga dikenal sebagai kerangka media, adalah konsep yang lebih dalam dan kompleks dibandingkan teori Agenda Setting. Teori ini berfokus pada bagaimana media membingkai atau menyusun suatu isu, yang pada gilirannya memengaruhi cara isu tersebut dipahami oleh publik. Gagasan utama dalam teori Framing adalah bahwa cara penyajian informasi dapat memengaruhi interpretasi audiens.<\/span><\/p>\n<h2><b>Pengertian Dasar Teori Framing<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Teori Framing menyatakan bahwa media tidak hanya menentukan isu apa yang penting, tetapi juga bagaimana isu tersebut disajikan. Ini mencakup pilihan kata, sudut pandang, dan aspek mana dari cerita yang disoroti atau diabaikan. Dengan membingkai isu dalam konteks tertentu, media dapat memengaruhi bagaimana audiens memproses dan memahami informasi tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebagai contoh, pemberitaan tentang pemotongan anggaran pemerintah bisa dibingkai sebagai langkah penghematan yang diperlukan untuk mengurangi defisit, atau sebagai tindakan yang merugikan kelompok masyarakat tertentu. Cara framing ini akan memengaruhi apakah audiens melihat pemotongan anggaran tersebut sebagai hal yang positif atau negatif.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2017\/09\/media-relations-sebagai-konsistensi-public-relations-dalam-membangun-reputasi-perusahaan\/\">Media Relations Sebagai Konsistensi Public Relations dalam Membangun Reputasi Perusahaan<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><b>Elemen Kunci dalam Framing<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Beberapa elemen kunci dalam teori Framing yang perlu dipahami adalah:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Frame Building: Proses di mana jurnalis atau pembuat konten media memilih aspek-aspek tertentu dari realitas dan menunjukkannya dalam berita. Proses ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk nilai berita, ideologi, tekanan dari pemilik media, dan kebutuhan untuk menarik audiens.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Frame Setting: Tahap di mana frame yang dibangun oleh media mulai memengaruhi pemahaman audiens. Frame setting melibatkan pengaruh media terhadap interpretasi audiens, di mana audiens cenderung memahami isu sesuai dengan frame yang disajikan oleh media.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Frame Resonance: Sejauh mana frame tertentu beresonansi dengan audiens. Frame yang beresonansi dengan baik adalah frame yang sesuai dengan nilai-nilai, keyakinan, atau pengalaman audiens, sehingga lebih mudah diterima dan diinternalisasi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Jenis-jenis Framing<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Framing dalam media dapat terjadi dalam berbagai bentuk, di antaranya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Episodic Framing: Framing yang berfokus pada kejadian atau peristiwa spesifik, seringkali tanpa memberikan konteks yang lebih luas. Misalnya, laporan tentang tindakan kriminal yang hanya fokus pada kejadian tunggal tanpa menghubungkannya dengan isu sosial yang lebih besar.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Thematic Framing: Framing yang memberikan konteks lebih luas, menghubungkan kejadian dengan tren atau isu sosial yang lebih besar. Contohnya adalah liputan tentang kemiskinan yang tidak hanya fokus pada satu keluarga miskin, tetapi juga pada faktor-faktor ekonomi dan sosial yang lebih luas.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Dampak Framing dalam Media Relations<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam media relations, memahami bagaimana framing bekerja sangat penting untuk merancang pesan yang efektif. Praktisi PR perlu menyadari bagaimana isu yang mereka promosikan mungkin dibingkai oleh media dan bagaimana mereka dapat memengaruhi framing tersebut untuk mendukung tujuan komunikasi mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Misalnya, sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada pendidikan dapat bekerja untuk memastikan bahwa media membingkai cerita mereka dalam konteks positif, seperti meningkatkan akses pendidikan, daripada hanya berfokus pada tantangan atau masalah yang dihadapi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Adhimurti Citra Amalia S.Ant,.M.Med.Kom &nbsp; Mengenal Agenda Setting dan Framing dalam Media Relations Teori Agenda Setting pertama kali dikemukakan oleh Maxwell McCombs dan Donald Shaw pada tahun 1972 dalam studi klasik mereka tentang pemilihan presiden di Chapel Hill, North Carolina. Teori ini berfokus pada gagasan bahwa media tidak hanya melaporkan fakta, tetapi juga memainkan peran [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":12800,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[127],"tags":[],"class_list":["post-6964","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-public-relations"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Teori Agenda Setting dan Framing dalam Media Relations<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pelajari teori agenda dan framing dalam media relation yang merupakan bagian dari public relations yang terbatas pada interaksi dengan para pekerja media\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/04\/teori-agenda-setting-dan-framing-dalam-media-relations\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Teori Agenda Setting dan Framing dalam Media Relations\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pelajari teori agenda dan framing dalam media relation yang merupakan bagian dari public relations yang terbatas pada interaksi dengan para pekerja media\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/04\/teori-agenda-setting-dan-framing-dalam-media-relations\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS UNIVERSITY MALANG | Pilihan Universitas Terbaik di Malang\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-04-13T09:44:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-23T07:00:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/media.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"hmmalang\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"hmmalang\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/04\/teori-agenda-setting-dan-framing-dalam-media-relations\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/04\/teori-agenda-setting-dan-framing-dalam-media-relations\/\"},\"author\":{\"name\":\"hmmalang\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/person\/f9a5ba64b58af11fead4b332ac760bae\"},\"headline\":\"Teori Agenda Setting dan Framing dalam Media Relations\",\"datePublished\":\"2020-04-13T09:44:24+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-23T07:00:32+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/04\/teori-agenda-setting-dan-framing-dalam-media-relations\/\"},\"wordCount\":1224,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/04\/teori-agenda-setting-dan-framing-dalam-media-relations\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/media.jpg\",\"articleSection\":[\"Public Relations\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/04\/teori-agenda-setting-dan-framing-dalam-media-relations\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/04\/teori-agenda-setting-dan-framing-dalam-media-relations\/\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/04\/teori-agenda-setting-dan-framing-dalam-media-relations\/\",\"name\":\"Teori Agenda Setting dan Framing dalam Media Relations\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/04\/teori-agenda-setting-dan-framing-dalam-media-relations\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/04\/teori-agenda-setting-dan-framing-dalam-media-relations\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/media.jpg\",\"datePublished\":\"2020-04-13T09:44:24+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-23T07:00:32+00:00\",\"description\":\"Pelajari teori agenda dan framing dalam media relation yang merupakan bagian dari public relations yang terbatas pada interaksi dengan para pekerja media\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/04\/teori-agenda-setting-dan-framing-dalam-media-relations\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/04\/teori-agenda-setting-dan-framing-dalam-media-relations\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/04\/teori-agenda-setting-dan-framing-dalam-media-relations\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/media.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/media.jpg\",\"width\":1000,\"height\":500,\"caption\":\"media\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/04\/teori-agenda-setting-dan-framing-dalam-media-relations\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Teori Agenda Setting dan Framing dalam Media Relations\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/\",\"name\":\"BINUS UNIVERSITY MALANG | Pilihan Universitas Terbaik di Malang\",\"description\":\"BINUS UNIVERSITY\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#organization\",\"name\":\"BINUS UNIVERSITY\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/site-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/site-logo.png\",\"width\":140,\"height\":84,\"caption\":\"BINUS UNIVERSITY\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/person\/f9a5ba64b58af11fead4b332ac760bae\",\"name\":\"hmmalang\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7eeae1893b83c246fd5d16b734b107f0d7420a815f3f7c69ffe9417d2bd23db5?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7eeae1893b83c246fd5d16b734b107f0d7420a815f3f7c69ffe9417d2bd23db5?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"hmmalang\"},\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/author\/hmmalang\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Teori Agenda Setting dan Framing dalam Media Relations","description":"Pelajari teori agenda dan framing dalam media relation yang merupakan bagian dari public relations yang terbatas pada interaksi dengan para pekerja media","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/04\/teori-agenda-setting-dan-framing-dalam-media-relations\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Teori Agenda Setting dan Framing dalam Media Relations","og_description":"Pelajari teori agenda dan framing dalam media relation yang merupakan bagian dari public relations yang terbatas pada interaksi dengan para pekerja media","og_url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/04\/teori-agenda-setting-dan-framing-dalam-media-relations\/","og_site_name":"BINUS UNIVERSITY MALANG | Pilihan Universitas Terbaik di Malang","article_published_time":"2020-04-13T09:44:24+00:00","article_modified_time":"2025-05-23T07:00:32+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":500,"url":"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/media.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"hmmalang","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"hmmalang","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/04\/teori-agenda-setting-dan-framing-dalam-media-relations\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/04\/teori-agenda-setting-dan-framing-dalam-media-relations\/"},"author":{"name":"hmmalang","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/person\/f9a5ba64b58af11fead4b332ac760bae"},"headline":"Teori Agenda Setting dan Framing dalam Media Relations","datePublished":"2020-04-13T09:44:24+00:00","dateModified":"2025-05-23T07:00:32+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/04\/teori-agenda-setting-dan-framing-dalam-media-relations\/"},"wordCount":1224,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/04\/teori-agenda-setting-dan-framing-dalam-media-relations\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/media.jpg","articleSection":["Public Relations"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/04\/teori-agenda-setting-dan-framing-dalam-media-relations\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/04\/teori-agenda-setting-dan-framing-dalam-media-relations\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/04\/teori-agenda-setting-dan-framing-dalam-media-relations\/","name":"Teori Agenda Setting dan Framing dalam Media Relations","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/04\/teori-agenda-setting-dan-framing-dalam-media-relations\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/04\/teori-agenda-setting-dan-framing-dalam-media-relations\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/media.jpg","datePublished":"2020-04-13T09:44:24+00:00","dateModified":"2025-05-23T07:00:32+00:00","description":"Pelajari teori agenda dan framing dalam media relation yang merupakan bagian dari public relations yang terbatas pada interaksi dengan para pekerja media","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/04\/teori-agenda-setting-dan-framing-dalam-media-relations\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/04\/teori-agenda-setting-dan-framing-dalam-media-relations\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/04\/teori-agenda-setting-dan-framing-dalam-media-relations\/#primaryimage","url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/media.jpg","contentUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/media.jpg","width":1000,"height":500,"caption":"media"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2020\/04\/teori-agenda-setting-dan-framing-dalam-media-relations\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Teori Agenda Setting dan Framing dalam Media Relations"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#website","url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/","name":"BINUS UNIVERSITY MALANG | Pilihan Universitas Terbaik di Malang","description":"BINUS UNIVERSITY","publisher":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#organization","name":"BINUS UNIVERSITY","url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/site-logo.png","contentUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/site-logo.png","width":140,"height":84,"caption":"BINUS UNIVERSITY"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/person\/f9a5ba64b58af11fead4b332ac760bae","name":"hmmalang","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7eeae1893b83c246fd5d16b734b107f0d7420a815f3f7c69ffe9417d2bd23db5?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7eeae1893b83c246fd5d16b734b107f0d7420a815f3f7c69ffe9417d2bd23db5?s=96&d=mm&r=g","caption":"hmmalang"},"url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/author\/hmmalang\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6964","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6964"}],"version-history":[{"count":13,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6964\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13538,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6964\/revisions\/13538"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12800"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6964"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6964"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6964"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}