{"id":4271,"date":"2018-12-12T16:09:39","date_gmt":"2018-12-12T09:09:39","guid":{"rendered":"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/?p=4271"},"modified":"2025-04-24T15:58:49","modified_gmt":"2025-04-24T08:58:49","slug":"visual-identity-vs-brand-identity","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2018\/12\/visual-identity-vs-brand-identity\/","title":{"rendered":"Visual Identity vs Brand Identity"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Dalam ranah branding, visual identity memiliki makna sebagai segala bentuk identitas sebuah produk, brand, atau individu yang dapat diidentifikasi secara visual. Visual identity merupakan wajah pertama yang akan dikenali oleh masyarakat ketika sebuah brand muncul ke permukaan. Visual identity dapat berbentuk logo, warna, layout khas, arsitektur, nama , seragam, dan lain-lain. Sedangkan Brand Identity memiliki makna sebagai sebuah pesan yang diterima oleh konsumen dari sebuah produk, brand atau individu. Visual identity dan Brand Identity memiliki keterkaitan yang sangat dekat, kedua factor ini dapat muncul dan saling mempengaruhi satu sama lain.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><strong>Visual Identity mempengaruhi Brand Identity.<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Dalam dunia desain terdapat beberapa kasus dimana sebuah Visual Identity memiliki pengaruh yang sungguh besar terhadap sebuah brand sehingga brand tersebut menjadi sangat mudah dikenal oleh masyarakat. Contoh kasus Visual Identity yang mempengaruhi Brand Identity banyak terjadi pada sebuah rebranding.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-4272\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/1-1.jpg\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"500\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/1-1.jpg 670w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/1-1-640x320.jpg 640w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Logo Gramedia<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pada bulan maret 2015 Gramedia melakukan rebranding pada bidang usaha mereka. Mereka merancang ulang konsep layanan mereka untuk menarik konsumen yang lebih luas. Untuk mengkomunikasikan layanan baru yang lebih baik ini Gramedia melaunching logo baru milik mereka. Dalam contoh kasus ini, logo digunakan sebuah brand untuk mengkomunikasikan kepada masyarakat bahwa sebuah produk\/jasa memiliki Brand Identity yang baru. Masyarakat \u00a0mengidentifikasi sebuah rebranding lewat adanya komunikasi menggunakan Brand Identity yang baru.<\/p>\n<h2><strong>Brand Identity mempengaruhi Visual Identity<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Sebuah brand yang telah ada sejak lama dan memiliki track record yang baik di mata konsumen akan dengan sangat mudah dikenali oleh masyarakat. Brand tersebut tidak perlu mengkomunikasikan brand mereka secara besar-besaran agar dikenal masyarakat, bahkan hanya dengan memberikan sebagian identitas yang dimiliki konsumen sudah dapat dengan mudah mengenali brand tersebut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-4274\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/2.png\" alt=\"\" width=\"1001\" height=\"573\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/2.png 800w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/2-640x366.png 640w\" sizes=\"auto, (max-width: 1001px) 100vw, 1001px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Perkembangan Logo Mc Donald&#8217;s<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Mc Donald\u2019s adalah salah satu contoh brand yang sudah berdiri lama dan memiliki konsumen yang sangat luas di seluruh dunia. Dari logo yang dimilikinya dapat dilihat bahwa Mc Donald\u2019s mengalami penyederhanaan bentuk yang cukup signifikan dari tahun ke tahun, akan tetapi penyederhanaan bentuk ini tidak berpengaruh pada brand mereka dan konsumen masih dapat dengan mudah mengenali brand tersebut, hal ini disebabkan karena brand image\/identity Mc Donald\u2019s yang sangat kuat di benak masyarakat.<\/p>\n<h2><b>Hubungan Visual Identity dan Brand Identity<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Meskipun berbeda, visual identity dan brand identity sangat erat kaitannya dan saling mempengaruhi satu sama lain. Visual identity membantu menyampaikan pesan dari brand identity secara efektif. Keduanya harus selaras agar pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik oleh target audiens.<\/span><\/p>\n<h2><b>Visual Identity Mempengaruhi Brand Identity<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ada banyak contoh di dunia desain di mana visual identity berhasil mengubah persepsi masyarakat terhadap sebuah brand. Proses ini umum terjadi dalam strategi rebranding.<\/span><\/p>\n<p><b>Contoh Kasus: Rebranding Gramedia<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Pada Maret 2015, Gramedia melakukan rebranding besar-besaran. Tujuannya adalah untuk memperluas target pasar dan memperbarui layanan mereka agar lebih relevan dengan kebutuhan konsumen modern. Dalam upaya ini, mereka meluncurkan logo baru yang mencerminkan semangat perubahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Logo baru Gramedia tidak hanya memperbarui tampilan visual, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa Gramedia kini hadir dengan layanan yang lebih baik, modern, dan inklusif. Logo sebagai bagian dari visual identity digunakan untuk mendukung perubahan brand identity secara menyeluruh. Hasilnya, masyarakat mulai mengenali Gramedia yang baru melalui simbol visual tersebut.<\/span><\/p>\n<h2><b>Brand Identity Mempengaruhi Visual Identity<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebaliknya, brand identity yang kuat juga mempengaruhi visual identity. Brand yang telah eksis lama dan memiliki reputasi baik tidak perlu melakukan perubahan besar dalam visual identity-nya untuk tetap dikenali oleh masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><b>Contoh Kasus: McDonald\u2019s<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> McDonald\u2019s merupakan brand global yang sudah hadir selama puluhan tahun. Logo &#8220;Golden Arches&#8221; yang khas telah menjadi simbol yang dikenal luas di seluruh dunia. Meskipun mengalami penyederhanaan desain dari waktu ke waktu, perubahan tersebut tidak memengaruhi pengenalan brand.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Hal ini terjadi karena kekuatan brand identity McDonald\u2019s yang sudah tertanam dalam benak konsumen. Bahkan hanya dengan warna kuning khas dan bentuk lengkung yang sederhana, publik sudah langsung mengasosiasikannya dengan McDonald\u2019s.<\/span><\/p>\n<h2><b>Strategi Membangun Visual dan Brand Identity yang Kuat<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Membangun visual dan brand identity yang efektif memerlukan perencanaan matang dan pemahaman mendalam tentang nilai serta karakter brand. Berikut adalah beberapa strategi kunci:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Penelitian Mendalam<\/b>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kenali audiens target<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Analisis kompetitor<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Pahami kekuatan dan kelemahan brand saat ini<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Pengembangan Nilai Brand<\/b>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Tentukan visi, misi, dan nilai yang ingin dikomunikasikan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Ciptakan narasi merek yang otentik dan mudah dipahami<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Desain Visual Konsisten<\/b>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kembangkan panduan gaya visual (brand guideline)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Pastikan konsistensi dalam semua media dan platform<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Uji dan Evaluasi<\/b>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Lakukan uji coba elemen visual<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Minta masukan dari konsumen dan stakeholders<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Evaluasi efektivitas pesan dan penampilan visual<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Fleksibilitas dan Adaptasi<\/b>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Sesuaikan visual identity sesuai tren dan perubahan budaya<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Pastikan adaptasi tidak mengaburkan identitas utama brand<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h2><b>Kesalahan Umum dalam Membedakan Visual dan Brand Identity<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Banyak pelaku bisnis dan desainer pemula sering menyamakan antara visual identity dan brand identity. Beberapa kesalahan umum meliputi:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Menganggap logo sebagai satu-satunya elemen identitas brand<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Padahal logo hanyalah bagian kecil dari keseluruhan visual identity.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Tidak menyelaraskan pesan brand dengan desain visual<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Desain yang menarik namun tidak mencerminkan nilai atau kepribadian brand dapat menimbulkan kebingungan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Sering mengganti elemen visual tanpa strategi<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Ini dapat merusak konsistensi dan membingungkan konsumen.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Visual Identity dan Brand Identity di Era Digital<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di era digital saat ini, visual dan brand identity semakin penting. Konsumen berinteraksi dengan brand melalui berbagai kanal digital, mulai dari media sosial hingga aplikasi mobile. Oleh karena itu, konsistensi visual dan kekuatan pesan menjadi kunci sukses.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Desain responsif, versi logo yang adaptif, warna digital-friendly, serta narasi brand yang dapat disampaikan dalam berbagai format (video, infografis, podcast) menjadi keharusan. Brand yang berhasil adalah mereka yang mampu menyampaikan pesan kuat secara visual dalam waktu singkat dan platform yang beragam.<\/span><\/p>\n<p>Sumber:<\/p>\n<p>Pham, Van. 2014. \u201cIMPACT OF CORPORATE VISUAL IDENTITY ON CONSUMER\u2019S PERCEPTION OF A BRAND \u2013 The meaning of logo\u2019s shape and colour in Finnish market\u201d. Turku University of Applied Sciences. Finland.<\/p>\n<p>https:\/\/www.thebalancesmb.com\/brand-identity-and-marketing-2295442. Diakses 12 November 2018<\/p>\n<p>http:\/\/www.businessdictionary.com\/definition\/visual-identity.html. Diakses 12 November 2018<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam ranah branding, visual identity memiliki makna sebagai segala bentuk identitas sebuah produk, brand, atau individu yang dapat diidentifikasi secara visual. Visual identity merupakan wajah pertama yang akan dikenali oleh masyarakat ketika sebuah brand muncul ke permukaan. Visual identity dapat berbentuk logo, warna, layout khas, arsitektur, nama , seragam, dan lain-lain. Sedangkan Brand Identity memiliki [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":4272,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[125],"tags":[],"class_list":["post-4271","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-visual-communication-design"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Visual Identity vs Brand Identity<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pelajari perbedaan antara visual identity dan brand identity, serta bagaimana keduanya saling memengaruhi dalam membentuk citra merek yang kuat dan konsisten di mata publik.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2018\/12\/visual-identity-vs-brand-identity\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Visual Identity vs Brand Identity\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pelajari perbedaan antara visual identity dan brand identity, serta bagaimana keduanya saling memengaruhi dalam membentuk citra merek yang kuat dan konsisten di mata publik.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2018\/12\/visual-identity-vs-brand-identity\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS UNIVERSITY MALANG | Pilihan Universitas Terbaik di Malang\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-12-12T09:09:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-04-24T08:58:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/1-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"670\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"335\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"dkvmalang\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"dkvmalang\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2018\/12\/visual-identity-vs-brand-identity\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2018\/12\/visual-identity-vs-brand-identity\/\"},\"author\":{\"name\":\"dkvmalang\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/person\/03d92e30a1bf2ae80229fd29278315c8\"},\"headline\":\"Visual Identity vs Brand Identity\",\"datePublished\":\"2018-12-12T09:09:39+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-24T08:58:49+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2018\/12\/visual-identity-vs-brand-identity\/\"},\"wordCount\":949,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2018\/12\/visual-identity-vs-brand-identity\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/1-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Visual Communication Design\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2018\/12\/visual-identity-vs-brand-identity\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2018\/12\/visual-identity-vs-brand-identity\/\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2018\/12\/visual-identity-vs-brand-identity\/\",\"name\":\"Visual Identity vs Brand Identity\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2018\/12\/visual-identity-vs-brand-identity\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2018\/12\/visual-identity-vs-brand-identity\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/1-1.jpg\",\"datePublished\":\"2018-12-12T09:09:39+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-24T08:58:49+00:00\",\"description\":\"Pelajari perbedaan antara visual identity dan brand identity, serta bagaimana keduanya saling memengaruhi dalam membentuk citra merek yang kuat dan konsisten di mata publik.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2018\/12\/visual-identity-vs-brand-identity\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2018\/12\/visual-identity-vs-brand-identity\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2018\/12\/visual-identity-vs-brand-identity\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/1-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/1-1.jpg\",\"width\":670,\"height\":335},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2018\/12\/visual-identity-vs-brand-identity\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Visual Identity vs Brand Identity\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/\",\"name\":\"BINUS UNIVERSITY MALANG | Pilihan Universitas Terbaik di Malang\",\"description\":\"BINUS UNIVERSITY\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#organization\",\"name\":\"BINUS UNIVERSITY\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/site-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/site-logo.png\",\"width\":140,\"height\":84,\"caption\":\"BINUS UNIVERSITY\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/person\/03d92e30a1bf2ae80229fd29278315c8\",\"name\":\"dkvmalang\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/100247f6fba3f881221c9f53b900ddb248ea91bdf41537ab2b73c41633408d96?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/100247f6fba3f881221c9f53b900ddb248ea91bdf41537ab2b73c41633408d96?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"dkvmalang\"},\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/author\/dkvmalang\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Visual Identity vs Brand Identity","description":"Pelajari perbedaan antara visual identity dan brand identity, serta bagaimana keduanya saling memengaruhi dalam membentuk citra merek yang kuat dan konsisten di mata publik.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2018\/12\/visual-identity-vs-brand-identity\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Visual Identity vs Brand Identity","og_description":"Pelajari perbedaan antara visual identity dan brand identity, serta bagaimana keduanya saling memengaruhi dalam membentuk citra merek yang kuat dan konsisten di mata publik.","og_url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2018\/12\/visual-identity-vs-brand-identity\/","og_site_name":"BINUS UNIVERSITY MALANG | Pilihan Universitas Terbaik di Malang","article_published_time":"2018-12-12T09:09:39+00:00","article_modified_time":"2025-04-24T08:58:49+00:00","og_image":[{"width":670,"height":335,"url":"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/1-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"dkvmalang","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"dkvmalang","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2018\/12\/visual-identity-vs-brand-identity\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2018\/12\/visual-identity-vs-brand-identity\/"},"author":{"name":"dkvmalang","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/person\/03d92e30a1bf2ae80229fd29278315c8"},"headline":"Visual Identity vs Brand Identity","datePublished":"2018-12-12T09:09:39+00:00","dateModified":"2025-04-24T08:58:49+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2018\/12\/visual-identity-vs-brand-identity\/"},"wordCount":949,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2018\/12\/visual-identity-vs-brand-identity\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/1-1.jpg","articleSection":["Visual Communication Design"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2018\/12\/visual-identity-vs-brand-identity\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2018\/12\/visual-identity-vs-brand-identity\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2018\/12\/visual-identity-vs-brand-identity\/","name":"Visual Identity vs Brand Identity","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2018\/12\/visual-identity-vs-brand-identity\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2018\/12\/visual-identity-vs-brand-identity\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/1-1.jpg","datePublished":"2018-12-12T09:09:39+00:00","dateModified":"2025-04-24T08:58:49+00:00","description":"Pelajari perbedaan antara visual identity dan brand identity, serta bagaimana keduanya saling memengaruhi dalam membentuk citra merek yang kuat dan konsisten di mata publik.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2018\/12\/visual-identity-vs-brand-identity\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2018\/12\/visual-identity-vs-brand-identity\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2018\/12\/visual-identity-vs-brand-identity\/#primaryimage","url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/1-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/1-1.jpg","width":670,"height":335},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2018\/12\/visual-identity-vs-brand-identity\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Visual Identity vs Brand Identity"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#website","url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/","name":"BINUS UNIVERSITY MALANG | Pilihan Universitas Terbaik di Malang","description":"BINUS UNIVERSITY","publisher":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#organization","name":"BINUS UNIVERSITY","url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/site-logo.png","contentUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/site-logo.png","width":140,"height":84,"caption":"BINUS UNIVERSITY"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/person\/03d92e30a1bf2ae80229fd29278315c8","name":"dkvmalang","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/100247f6fba3f881221c9f53b900ddb248ea91bdf41537ab2b73c41633408d96?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/100247f6fba3f881221c9f53b900ddb248ea91bdf41537ab2b73c41633408d96?s=96&d=mm&r=g","caption":"dkvmalang"},"url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/author\/dkvmalang\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4271","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4271"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4271\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13462,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4271\/revisions\/13462"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4272"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4271"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4271"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4271"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}