{"id":12194,"date":"2024-03-15T11:17:15","date_gmt":"2024-03-15T04:17:15","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/?p=12194"},"modified":"2024-03-18T11:26:07","modified_gmt":"2024-03-18T04:26:07","slug":"cara-penyajian-himpunan-dalam-matematika-diskrit-beserta-contohnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2024\/03\/cara-penyajian-himpunan-dalam-matematika-diskrit-beserta-contohnya\/","title":{"rendered":"Cara Penyajian Himpunan dalam Matematika Diskrit beserta Contohnya"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-12195\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/125-Content-Brief-Cara-Penyajian-Himpunan-dalam-Matematika-Diskrit-Beserta-Contohnya-640x480.jpg\" alt=\"Cara Penyajian Himpunan dalam Matematika Diskrit beserta Contohnya\" width=\"640\" height=\"480\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/125-Content-Brief-Cara-Penyajian-Himpunan-dalam-Matematika-Diskrit-Beserta-Contohnya-640x480.jpg 640w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/125-Content-Brief-Cara-Penyajian-Himpunan-dalam-Matematika-Diskrit-Beserta-Contohnya-480x360.jpg 480w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/125-Content-Brief-Cara-Penyajian-Himpunan-dalam-Matematika-Diskrit-Beserta-Contohnya-768x576.jpg 768w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/125-Content-Brief-Cara-Penyajian-Himpunan-dalam-Matematika-Diskrit-Beserta-Contohnya.jpg 1024w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Himpunan matematika diskrit merupakan cabang matematika yang berfokus pada pembelajaran objek-objek yang terpisah, terhitung, dan terbatas. Contohnya adalah himpunan, bilangan bulat, graf, dan permutasi. Subjek matematika diskrit mencakup berbagai topik seperti teori himpunan, kombinatorika, teori graf, teori bilangan, logika matematika, aljabar boolean, dan banyak lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Diskrit matematika terkait studi tentang struktur matematika yang berkaitan dengan objek yang bisa memiliki nilai terpisah berbeda. Matematika diskrit sama dengan matematika terbatas. Pembelajaran dalam diskrit matematika adalah sebagian besar objek yang merupakan himpunan yang dapat dihitung. Misalnya bahasa formal, kemudian bilangan bulat serta grafik berhingga dan banyak lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Matematika diskrit sering diterapkan pada sains komputer yang populer dalam beberapa dekade terakhir. Penggunaannya terletak pada bahasa pemrograman, pengembangan perangkat lunak, kriptografi, algoritma, dan sebagainya. Keilmuwan ini juga mencakup beberapa konsep penting seperti teori himpunan, teori grafik, logika, permutasi dan juga kombinasi.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left\"><strong>Berbagai Topik Penting dalam Matematika Diskrit<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Berbicara tentang matematika diskrit akan membuat kita harus berbicara juga seputaran dari pembahasan ini. Nah, ada beberapa topik penting yang harus diketahui jika kamu ingin belajar tentang matematika diskrit.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li><strong>Teori Himpunan<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">Teori himpunan dapat memiliki arti sama sebagai ilmu yang berfokus pada pembelajaran himpunan yang terdiri dari kumpulan berbagai benda tersusun dalam suatu kelompok. Simbol kurung kurawal {} dapat melambangkan himpunan angka atau objek. Semisal himpunan 4 bilangan genap pertama adalah {2,4,6,8}<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"2\">\n<li><strong>Logika<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">Dalam ilmu matematika, logika dapat didefinisikan sebagai studi terkait penalaran yang valid. Terdapat tiga jenis gerbang logika yakni AND(\u2227), NO (~), dan OR(\u2228)<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"3\">\n<li><strong>Teori Graf<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">Teori ini berfokus pada pembelajaran tentang grafik yang merupakan struktur matematika yang berfungsi memasangkan hubungan antar objek. Grafik menjadi salah satu objek utama yang digunakan dalam matematika diskrit.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"4\">\n<li><strong>Permutasi<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">Permutasi adalah susunan berbeda yang tersusun dengan berbagai jumlah himpunan tertentu caranya adalah mengambil sebagian atau keseluruhan dalam barisan tertentu dalam suatu waktu. Semisal permutasi himpunan {1,2,3} dapat dijadikan enam, yaitu (1,2,3), (1,3,2), (2,3,1), (2,1,3) , (3, 1,2), dan (3,2,1).<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"5\">\n<li><strong>Kombinasi<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">Kombinasi merupakan pemilihan beberapa objek dengan cara mengambil sebagian atau semua objek secara. Dalam hal ini, tidak ada aturan tentang urutan pemilihan.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left\"><strong>Definisi Himpunan<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Definisi himpunan matematika diskrit mencakup operasi dasar pada himpunan, relasi, fungsi, dan teorema-teorema terkait. Studi di bidang matematika diskrit memiliki aplikasi yang luas dalam ilmu komputer, teori informasi, kriptografi, optimisasi, dan berbagai bidang lainnya yang membutuhkan pemodelan diskrit dan analisis struktur diskrit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Matematika diskrit digunakan untuk memasukkan ilmu komputer teoretis, yang relevan dengan komputasi. Ilmu komputer teoretis juga memanfaatkan logika dan teori grafik. Penggunaan ilmu komputer teoretis memudahkan pengguna menghitung hasil matematika dengan mempelajari algoritma.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left\"><strong>Cara Penyajian Himpunan Lengkap dengan Contohnya<\/strong><\/h2>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify\"><strong>Enumerasi<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">Cara pengajuan dengan cara enumerasi maksudnya adalah setiap anggota dari ditulis secara terperinci. Tanda koma digunakan sebagai pemisah setiap elemen dengan penutup menggunakan tanda { }.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"text-decoration: underline\"><strong>Contoh:<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Himpunan empat bilangan asli pertama; A = {1, 2, 3, 4}<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Himpunan empat bilangan genap positif pertama; B = {2, 4, 6, 8}.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">R = {a, b, {a, b, c}, {a, c}}<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">C = {a, {a}, {{a}}}<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pada dasarnya metode enumerasi digunakan untuk himpunan terbatas dan jumlah tidak terlalu besar. Tetapi, jika himpunannya besar dengan jumlah elemen tidak terbatas, maka dapat digunakan tanda elipsis<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"2\">\n<li><strong>Simbol-simbol Baku<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">Beberapa penulisan simbol-simbol baku digunakan untuk menulis beberapa himpunan khusus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Contoh:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">R = bilangan riil<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Q = bilangan rasional<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">C = bilangan kompleks<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Z = bilangan bulat = {\u2026-3,,-2,-1,0,1,2,3,\u2026}<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">N = bilangan alami (natural) = {1,2,3,,\u2026}<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">P = bilangan bulat positif = {1,2,3, 4, 5,\u2026}<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"3\">\n<li><strong>Notasi Pembentuk Himpunan<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">Penyajian himpunan juga dapat menggunakan cara lain yaitu notasi pembentuk himpunan (set builder). Dengan cara penyajian ini, himpunan bisa dinyatakan dengan syarat yang harus dipenuhi oleh anggotanya. Jadi, notasi adalah {x|syarat yang harus dipenuhi oleh x}. Adapun untuk aturan dalam penulisan syarat ini antara lain:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Bagian di sebelah kiri tanda \u2019|\u2019 akan menjadi simbol elemen himpunan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Tanda \u2019|\u2019 dibaca dimana atau sedemikian sehingga bagian di sebelah kanan tanda \u2019|\u2019 tunjukkan syarat keanggotaan himpunan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Sedangkan setiap tanda \u2019,\u2019 di dalam syarat keanggotaan dibaca sebagai dan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"text-decoration: underline\"><strong>Contoh:<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Misal A merupakan himpunan bilangan asli dengan daftar anggota: A={1,2,3,. . .}<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Notasi pembentuk himpunan: A={x | x \u2208 A }<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"4\">\n<li><strong>Diagram Venn<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">Diagram Venn adalah bentuk penyajian himpunan secara grafis. Penyajian himpunan ini adalah ide dari seorang ahli matematika Inggris, John Venn pada tahun 1881.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Diagram Venn juga melambangkan himpunan semesta dengan simbol (U). Himpunan semesta digambarkan dengan segi empat. Sementara itu, himpunan lainnya digambarkan dengan lingkaran di dalam segi empat tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"text-decoration: underline\"><strong>Contoh:<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">U = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8},<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">A = {1, 2, 3, 5} dan B = {2, 5, 6, 8}.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: left\"><strong>Pengaplikasian Matematika Diskrit<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Penelitian pembuktian matematis sangat krusial untuk penerapan logika serta memiliki prinsip terkait pemeliharaan teorema otomatis, serta verifikasi perangkat lunak secara rutin. Sedangkan himpunan terurut sebagian dimana himpunan dengan hubungan lain mencakup kegunaan di berbagai bidang berbeda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Jika kamu ingin tahu lebih lanjut tentang pembahasan dan penerapan himpunan matematika diskrit, kunjungi laman web resmi BINUS @Malang dan jangan lupa baca juga artikel <a href=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2024\/03\/contoh-penerapan-matematika-diskrit-bagi-jurusan-ilmu-non-komputer\/\">Contoh Penerapan Matematika Diskrit bagi Jurusan Ilmu Non-komputer<\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Himpunan matematika diskrit merupakan cabang matematika yang berfokus pada pembelajaran objek-objek yang terpisah, terhitung, dan terbatas. Contohnya adalah himpunan, bilangan bulat, graf, dan permutasi. Subjek matematika diskrit mencakup berbagai topik seperti teori himpunan, kombinatorika, teori graf, teori bilangan, logika matematika, aljabar boolean, dan banyak lagi. Diskrit matematika terkait studi tentang struktur matematika yang berkaitan dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":12195,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[772],"class_list":["post-12194","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-matematika-diskrit"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Penyajian Himpunan dalam Matematika Diskrit beserta Contohnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Ketahui cara penyajian himpunan matematika diskrit beserta contohnya dalam artikel berikut ini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2024\/03\/cara-penyajian-himpunan-dalam-matematika-diskrit-beserta-contohnya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Penyajian Himpunan dalam Matematika Diskrit beserta Contohnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ketahui cara penyajian himpunan matematika diskrit beserta contohnya dalam artikel berikut ini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2024\/03\/cara-penyajian-himpunan-dalam-matematika-diskrit-beserta-contohnya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS UNIVERSITY MALANG | Pilihan Universitas Terbaik di Malang\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-03-15T04:17:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-03-18T04:26:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/125-Content-Brief-Cara-Penyajian-Himpunan-dalam-Matematika-Diskrit-Beserta-Contohnya.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"768\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"cmcbinus\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"cmcbinus\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2024\/03\/cara-penyajian-himpunan-dalam-matematika-diskrit-beserta-contohnya\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2024\/03\/cara-penyajian-himpunan-dalam-matematika-diskrit-beserta-contohnya\/\"},\"author\":{\"name\":\"cmcbinus\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/person\/f834cb2f62570540e942bf02e185f2a8\"},\"headline\":\"Cara Penyajian Himpunan dalam Matematika Diskrit beserta Contohnya\",\"datePublished\":\"2024-03-15T04:17:15+00:00\",\"dateModified\":\"2024-03-18T04:26:07+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2024\/03\/cara-penyajian-himpunan-dalam-matematika-diskrit-beserta-contohnya\/\"},\"wordCount\":757,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2024\/03\/cara-penyajian-himpunan-dalam-matematika-diskrit-beserta-contohnya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/125-Content-Brief-Cara-Penyajian-Himpunan-dalam-Matematika-Diskrit-Beserta-Contohnya.jpg\",\"keywords\":[\"Matematika Diskrit\"],\"articleSection\":[\"News\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2024\/03\/cara-penyajian-himpunan-dalam-matematika-diskrit-beserta-contohnya\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2024\/03\/cara-penyajian-himpunan-dalam-matematika-diskrit-beserta-contohnya\/\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2024\/03\/cara-penyajian-himpunan-dalam-matematika-diskrit-beserta-contohnya\/\",\"name\":\"Cara Penyajian Himpunan dalam Matematika Diskrit beserta Contohnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2024\/03\/cara-penyajian-himpunan-dalam-matematika-diskrit-beserta-contohnya\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2024\/03\/cara-penyajian-himpunan-dalam-matematika-diskrit-beserta-contohnya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/125-Content-Brief-Cara-Penyajian-Himpunan-dalam-Matematika-Diskrit-Beserta-Contohnya.jpg\",\"datePublished\":\"2024-03-15T04:17:15+00:00\",\"dateModified\":\"2024-03-18T04:26:07+00:00\",\"description\":\"Ketahui cara penyajian himpunan matematika diskrit beserta contohnya dalam artikel berikut ini.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2024\/03\/cara-penyajian-himpunan-dalam-matematika-diskrit-beserta-contohnya\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2024\/03\/cara-penyajian-himpunan-dalam-matematika-diskrit-beserta-contohnya\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2024\/03\/cara-penyajian-himpunan-dalam-matematika-diskrit-beserta-contohnya\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/125-Content-Brief-Cara-Penyajian-Himpunan-dalam-Matematika-Diskrit-Beserta-Contohnya.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/125-Content-Brief-Cara-Penyajian-Himpunan-dalam-Matematika-Diskrit-Beserta-Contohnya.jpg\",\"width\":1024,\"height\":768,\"caption\":\"Cara Penyajian Himpunan dalam Matematika Diskrit beserta Contohnya\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2024\/03\/cara-penyajian-himpunan-dalam-matematika-diskrit-beserta-contohnya\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara Penyajian Himpunan dalam Matematika Diskrit beserta Contohnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/\",\"name\":\"BINUS UNIVERSITY MALANG | Pilihan Universitas Terbaik di Malang\",\"description\":\"BINUS UNIVERSITY\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#organization\",\"name\":\"BINUS UNIVERSITY\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/site-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/site-logo.png\",\"width\":140,\"height\":84,\"caption\":\"BINUS UNIVERSITY\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/person\/f834cb2f62570540e942bf02e185f2a8\",\"name\":\"cmcbinus\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"cmcbinus\"},\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/author\/cmcbinus\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Penyajian Himpunan dalam Matematika Diskrit beserta Contohnya","description":"Ketahui cara penyajian himpunan matematika diskrit beserta contohnya dalam artikel berikut ini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2024\/03\/cara-penyajian-himpunan-dalam-matematika-diskrit-beserta-contohnya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Cara Penyajian Himpunan dalam Matematika Diskrit beserta Contohnya","og_description":"Ketahui cara penyajian himpunan matematika diskrit beserta contohnya dalam artikel berikut ini.","og_url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2024\/03\/cara-penyajian-himpunan-dalam-matematika-diskrit-beserta-contohnya\/","og_site_name":"BINUS UNIVERSITY MALANG | Pilihan Universitas Terbaik di Malang","article_published_time":"2024-03-15T04:17:15+00:00","article_modified_time":"2024-03-18T04:26:07+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":768,"url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/125-Content-Brief-Cara-Penyajian-Himpunan-dalam-Matematika-Diskrit-Beserta-Contohnya.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"cmcbinus","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"cmcbinus","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2024\/03\/cara-penyajian-himpunan-dalam-matematika-diskrit-beserta-contohnya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2024\/03\/cara-penyajian-himpunan-dalam-matematika-diskrit-beserta-contohnya\/"},"author":{"name":"cmcbinus","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/person\/f834cb2f62570540e942bf02e185f2a8"},"headline":"Cara Penyajian Himpunan dalam Matematika Diskrit beserta Contohnya","datePublished":"2024-03-15T04:17:15+00:00","dateModified":"2024-03-18T04:26:07+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2024\/03\/cara-penyajian-himpunan-dalam-matematika-diskrit-beserta-contohnya\/"},"wordCount":757,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2024\/03\/cara-penyajian-himpunan-dalam-matematika-diskrit-beserta-contohnya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/125-Content-Brief-Cara-Penyajian-Himpunan-dalam-Matematika-Diskrit-Beserta-Contohnya.jpg","keywords":["Matematika Diskrit"],"articleSection":["News"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2024\/03\/cara-penyajian-himpunan-dalam-matematika-diskrit-beserta-contohnya\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2024\/03\/cara-penyajian-himpunan-dalam-matematika-diskrit-beserta-contohnya\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2024\/03\/cara-penyajian-himpunan-dalam-matematika-diskrit-beserta-contohnya\/","name":"Cara Penyajian Himpunan dalam Matematika Diskrit beserta Contohnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2024\/03\/cara-penyajian-himpunan-dalam-matematika-diskrit-beserta-contohnya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2024\/03\/cara-penyajian-himpunan-dalam-matematika-diskrit-beserta-contohnya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/125-Content-Brief-Cara-Penyajian-Himpunan-dalam-Matematika-Diskrit-Beserta-Contohnya.jpg","datePublished":"2024-03-15T04:17:15+00:00","dateModified":"2024-03-18T04:26:07+00:00","description":"Ketahui cara penyajian himpunan matematika diskrit beserta contohnya dalam artikel berikut ini.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2024\/03\/cara-penyajian-himpunan-dalam-matematika-diskrit-beserta-contohnya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2024\/03\/cara-penyajian-himpunan-dalam-matematika-diskrit-beserta-contohnya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2024\/03\/cara-penyajian-himpunan-dalam-matematika-diskrit-beserta-contohnya\/#primaryimage","url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/125-Content-Brief-Cara-Penyajian-Himpunan-dalam-Matematika-Diskrit-Beserta-Contohnya.jpg","contentUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/125-Content-Brief-Cara-Penyajian-Himpunan-dalam-Matematika-Diskrit-Beserta-Contohnya.jpg","width":1024,"height":768,"caption":"Cara Penyajian Himpunan dalam Matematika Diskrit beserta Contohnya"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2024\/03\/cara-penyajian-himpunan-dalam-matematika-diskrit-beserta-contohnya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara Penyajian Himpunan dalam Matematika Diskrit beserta Contohnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#website","url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/","name":"BINUS UNIVERSITY MALANG | Pilihan Universitas Terbaik di Malang","description":"BINUS UNIVERSITY","publisher":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#organization","name":"BINUS UNIVERSITY","url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/site-logo.png","contentUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/site-logo.png","width":140,"height":84,"caption":"BINUS UNIVERSITY"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/person\/f834cb2f62570540e942bf02e185f2a8","name":"cmcbinus","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g","caption":"cmcbinus"},"url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/author\/cmcbinus\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12194","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12194"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12194\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12196,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12194\/revisions\/12196"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12195"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12194"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12194"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12194"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}