{"id":11844,"date":"2023-09-20T07:08:15","date_gmt":"2023-09-20T00:08:15","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/?p=11844"},"modified":"2025-05-23T14:49:49","modified_gmt":"2025-05-23T07:49:49","slug":"10-teori-media-massa-menurut-para-ahli","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2023\/09\/10-teori-media-massa-menurut-para-ahli\/","title":{"rendered":"10 Teori Media Massa Menurut Para Ahli"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-11845\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/pexels-miguel-a-padrinan-2882634-640x335.jpg\" alt=\"10 Teori Media Massa Menurut Para Ahli\" width=\"640\" height=\"335\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/pexels-miguel-a-padrinan-2882634-640x335.jpg 640w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/pexels-miguel-a-padrinan-2882634-480x251.jpg 480w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/pexels-miguel-a-padrinan-2882634-768x402.jpg 768w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/pexels-miguel-a-padrinan-2882634-1024x536.jpg 1024w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/pexels-miguel-a-padrinan-2882634.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Mungkin Anda baru tahu bahwa ada teori media massa yang terkait dengan pengaruh media yang Anda tonton. Dampak tersebut berbeda-beda, tergantung seberapa besar paparan media terhadap pengguna dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun tidak ada penjelasan pasti mengenai bagaimana konten media berdampak pada norma, nilai, dan perilaku kita, ada sejumlah teori para ahli terkait hal ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Berikut ini adalah 10 Teori Media Massa Menurut Pendapat Ahli.<\/span><\/p>\n<h3><strong>1. Teori Agenda Setting (McCombs &amp; Shaw)<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Teori Agenda Setting menekankan pada pentingnya media menetapkan agenda publik. Editor, staf redaksi, dan lembaga penyiaran memainkan peran penting dalam membentuk realitas politik dalam memilih dan menampilkan berita. Pembaca tidak hanya belajar tentang suatu isu tertentu, tetapi juga seberapa penting isu tersebut dari jumlah informasi dalam sebuah berita dan posisinya. Dalam merefleksikan apa yang dikatakan para kandidat selama kampanye, media massa mungkin akan menentukan isu-isu penting\u2014yaitu, media dapat menentukan \u201cagenda\u201d kampanye.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">McCombs dan Shaw melanjutkan dengan menulis panjang lebar tentang agenda setting, dan telah menghasilkan banyak artikel serta penelitian tentang berbagai aspek teori ini. Sejak diperkenalkannya teori ini, telah banyak penelitian mengenai kegunaannya, dan kini terdapat perluasan teori yang disebut Second Level Agenda Setting.<\/span><\/p>\n<h3><strong>2. Teori Kultivasi (George Gerbner)<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Teori yang dikembangkan pada tahun 1960-an ini mengeksplorasi persepsi penonton terhadap realitas. Gerbner mempelajari jumlah orang yang menonton televisi (TV) dan cara mereka menjawab pertanyaan tentang kejahatan di masyarakat. Tanggapan yang ia dapatkan dari penonton televisi kelas atas sering kali merupakan perkiraan yang terlalu tinggi atau terlalu rendah terhadap tingkat kejahatan yang sebenarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Gerbner menyebut perbedaan besar antara \u2018realitas TV\u2019 dan realitas aktual sebagai \u2018efek kultivasi\u2019. Menurutnya, konsumsi media memupuk asumsi, ekspektasi, dan konsepsi tertentu mengenai realitas sosial.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Gerbner berpendapat bahwa semakin kita melihat representasi tertentu di media, semakin kita mempercayainya sehingga sering kali membuat kita menerima ideologi yang disajikan kepada kita.<\/span><\/p>\n<h3><strong>3. Teori Penerimaan Aktif (Stuart Hall)<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Stuart Hall menciptakan teori Penerimaan Aktif atau Audience Reception pada tahun 1973. Teori ini berfokus pada gagasan bahwa setiap media mempunyai pesan yang ingin disampaikan oleh penciptanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Pesan-pesan ini dapat ditafsirkan dalam tiga cara hipotetis oleh penerimanya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Preferred reading: ketika konsumen memahami sepenuhnya pesan yang dimaksud.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Negotiated reading: ketika konsumen memahami pesan, tetapi menyesuaikannya agar sesuai dengan nilai-nilai mereka.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Oppositional reading: ketika konsumen tidak setuju dengan makna yang dimaksudkan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Teori ini juga mengeksplorasi gagasan tentang penonton aktif dan pasif. Penonton aktif adalah mereka yang mempertanyakan aspek pesan apa pun di balik teks media. Sedangkan penonton pasif adalah mereka yang secara tidak sadar menyerap pesan tanpa bertanya. Teori ini menyatakan bahwa khalayak justru lebih aktif daripada pasif karena mereka harus memikirkan media yang mereka konsumsi untuk membentuk salah satu bacaan di atas.<\/span><\/p>\n<h3><strong>4. Teori Uses and Gratifications (Elihu Katz &amp; Jay Blumler)<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Teori Uses and Gratifications menekankan bahwa pengguna media memainkan peran aktif dalam memilih dan menggunakan media. Penonton berperan aktif dalam proses komunikasi. Selain itu, penonton berorientasi pada tujuan dalam penggunaan media mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Teori mereka menyatakan bahwa penonton atau pengguna media mencari sumber media yang paling memenuhi kebutuhan mereka. Teori kegunaan dan kepuasan berasumsi bahwa mereka mempunyai pilihan alternatif untuk memuaskan kebutuhannya. Teori ini juga dikembangkan oleh Sandra Ball-Rokeach dan Melvin DeFleur sebagai Media System Dependency Theory.<\/span><\/p>\n<h3><strong>5. Teori Framing (Erving Goffman)<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Teori framing menyatakan bahwa media memusatkan perhatian pada peristiwa tertentu dan kemudian menempatkannya dalam suatu bidang makna. Framing merupakan topik yang penting karena dapat memberikan pengaruh yang besar. Intinya, teori framing menyatakan bahwa bagaimana frame yang disajikan kepada audiens memengaruhi pilihan yang diambil seseorang dalam memproses informasi tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Goffman mengemukakan bahwa orang menafsirkan apa yang terjadi di dunia mereka dengan primary framework atau kerangka utama. Menurut Goffman, terdapat dua perbedaan dalam kerangka utama, yaitu natural dan sosial. Keduanya berperan membantu individu menafsirkan data sehingga pengalaman mereka dapat dipahami dalam konteks sosial yang lebih luas. Perbedaan keduanya terletak pada fungsi.<\/span><\/p>\n<h3><strong>6. Teori Pembelajaran Sosial (Albert Bandura)<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Teori pembelajaran sosial adalah keyakinan yang dipersonalisasi pada kemampuan media untuk dapat memengaruhi perilaku audiens. Terdapat tiga jenis informasi yang meningkatkan persuasi diri, seperti berikut ini:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Perilaku kita sendiri: ketika kita sukses, kita menjadi yakin bahwa kita akan sukses lagi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Perilaku orang lain: ketika kita melihat orang lain sukses dengan perilaku tertentu, kita menjadi yakin bahwa dengan perilaku yang sama, kita juga bisa sukses.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Menghargai umpan balik: umpan balik positif juga berkontribusi pada gagasan bahwa kita akan mencapai tujuan dengan terus berjuang.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2023\/08\/psikologi-komunikasi-pengertian-ruang-lingkup-dan-tujuan\/\"><strong>Psikologi Komunikasi: Pengertian, Ruang Lingkup, dan Tujuan<\/strong><\/a><\/p>\n<h3><strong>7. Teori Efek Ketakutan (George Gerbner)<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Gerbner juga menciptakan istilah \u201cmean world syndrome\u201d atau sindrom dunia yang kejam. Hal ini menggambarkan bias kognitif yang membuat pemirsa televisi merasa ketakutan karena menonton konten kekerasan. Pemirsa cenderung melihat dunia sebagai lebih berbahaya daripada yang sebenarnya.<\/span><\/p>\n<h3><strong>8. Teori Pemberdayaan (Denis McQuail)<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Posisi komunikasi massa dalam ilmu komunikasi terlihat melalui piramida peringkat proses komunikasi dalam masyarakat. Proses komunikasi masyarakat memiliki peringkat berdasarkan perbedaan level organisasi sosial komunikasi. Setiap level proses komunikasi termasuk masalah dan prioritas tertentu dengan berbagai kenyataan dan teori.<\/span><\/p>\n<h3><strong>9. Teori Encoding\/Decoding (Stuart Hall)<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Audiens menerima karya kreatif serta memahaminya, di mana makna pesan dapat berubah sesuai dengan konteks sosial mereka. Pesan yang dikirimkan dengan isyarat dan gerak tubuh verbal atau non-verbal tidak selalu memberikan hasil yang sama seperti yang diinginkan pengirimnya. Distorsi terjadi ketika penonton tidak dapat memahami konsep sehingga mempunyai pandangan berbeda terhadap kesimpulan itu sendiri.<\/span><\/p>\n<h3><strong>10. Teori The Medium is the Message (Marshall McLuhan)<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Teori ini menggambarkan bahwa setiap penggunaan media secara luas membentuk masyarakat dan budaya. Setiap media menarik indra manusia dengan membentuk pengalaman audiensnya secara berbeda. Hal ini karena setiap media memiliki perangkat berbeda yang memproses pesan secara berbeda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Belajar teori media massa penting untuk dipelajari karena teknologi baru terus mengubah cara media massa beroperasi. Tidak hanya itu, media massa memengaruhi pemikiran, keyakinan, dan perilaku masyarakat. Media massa mengacu pada sumber media yang menjangkau khalayak luas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Teori media massa terkait erat dengan bagaimana orang memilih, mengonsumsi, dan dipengaruhi oleh media. Mereka mengeksplorasi hubungan spesifik antara khalayak dan media. Para ahli merasa penting untuk mengeksplorasi dinamika ini karena semakin banyak media yang dikonsumsi setiap hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Jika Anda ingin tahu pengetahuan-pengetahuan lainnya seputar komunikasi dan media massa, pantau terus website BINUS @Malang, ya! Dijamin pemahaman Anda akan informasi yang dicari akan meningkat!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mungkin Anda baru tahu bahwa ada teori media massa yang terkait dengan pengaruh media yang Anda tonton. Dampak tersebut berbeda-beda, tergantung seberapa besar paparan media terhadap pengguna dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun tidak ada penjelasan pasti mengenai bagaimana konten media berdampak pada norma, nilai, dan perilaku kita, ada sejumlah teori para ahli terkait hal ini. Berikut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":11845,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[782,818,817],"class_list":["post-11844","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-communications","tag-media-massa","tag-teori-media-massa"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>10 Teori Media Massa Menurut Pendapat Ahli<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Beragam jenis teori media massa berikut akan membantu kamu menganalisis dan memahami berbagai fenomena perilaku masyarakat terkait media massa.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2023\/09\/10-teori-media-massa-menurut-para-ahli\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"10 Teori Media Massa Menurut Pendapat Ahli\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Beragam jenis teori media massa berikut akan membantu kamu menganalisis dan memahami berbagai fenomena perilaku masyarakat terkait media massa.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2023\/09\/10-teori-media-massa-menurut-para-ahli\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS UNIVERSITY MALANG | Pilihan Universitas Terbaik di Malang\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-09-20T00:08:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-23T07:49:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/pexels-miguel-a-padrinan-2882634.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"628\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"cmcbinus\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"cmcbinus\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2023\/09\/10-teori-media-massa-menurut-para-ahli\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2023\/09\/10-teori-media-massa-menurut-para-ahli\/\"},\"author\":{\"name\":\"cmcbinus\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/person\/f834cb2f62570540e942bf02e185f2a8\"},\"headline\":\"10 Teori Media Massa Menurut Para Ahli\",\"datePublished\":\"2023-09-20T00:08:15+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-23T07:49:49+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2023\/09\/10-teori-media-massa-menurut-para-ahli\/\"},\"wordCount\":1006,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2023\/09\/10-teori-media-massa-menurut-para-ahli\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/pexels-miguel-a-padrinan-2882634.jpg\",\"keywords\":[\"Communications\",\"Media Massa\",\"Teori Media Massa\"],\"articleSection\":[\"News\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2023\/09\/10-teori-media-massa-menurut-para-ahli\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2023\/09\/10-teori-media-massa-menurut-para-ahli\/\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2023\/09\/10-teori-media-massa-menurut-para-ahli\/\",\"name\":\"10 Teori Media Massa Menurut Pendapat Ahli\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2023\/09\/10-teori-media-massa-menurut-para-ahli\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2023\/09\/10-teori-media-massa-menurut-para-ahli\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/pexels-miguel-a-padrinan-2882634.jpg\",\"datePublished\":\"2023-09-20T00:08:15+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-23T07:49:49+00:00\",\"description\":\"Beragam jenis teori media massa berikut akan membantu kamu menganalisis dan memahami berbagai fenomena perilaku masyarakat terkait media massa.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2023\/09\/10-teori-media-massa-menurut-para-ahli\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2023\/09\/10-teori-media-massa-menurut-para-ahli\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2023\/09\/10-teori-media-massa-menurut-para-ahli\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/pexels-miguel-a-padrinan-2882634.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/pexels-miguel-a-padrinan-2882634.jpg\",\"width\":1200,\"height\":628,\"caption\":\"10 Teori Media Massa Menurut Para Ahli\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2023\/09\/10-teori-media-massa-menurut-para-ahli\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"10 Teori Media Massa Menurut Para Ahli\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/\",\"name\":\"BINUS UNIVERSITY MALANG | Pilihan Universitas Terbaik di Malang\",\"description\":\"BINUS UNIVERSITY\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#organization\",\"name\":\"BINUS UNIVERSITY\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/site-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/site-logo.png\",\"width\":140,\"height\":84,\"caption\":\"BINUS UNIVERSITY\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/person\/f834cb2f62570540e942bf02e185f2a8\",\"name\":\"cmcbinus\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"cmcbinus\"},\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/author\/cmcbinus\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"10 Teori Media Massa Menurut Pendapat Ahli","description":"Beragam jenis teori media massa berikut akan membantu kamu menganalisis dan memahami berbagai fenomena perilaku masyarakat terkait media massa.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2023\/09\/10-teori-media-massa-menurut-para-ahli\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"10 Teori Media Massa Menurut Pendapat Ahli","og_description":"Beragam jenis teori media massa berikut akan membantu kamu menganalisis dan memahami berbagai fenomena perilaku masyarakat terkait media massa.","og_url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2023\/09\/10-teori-media-massa-menurut-para-ahli\/","og_site_name":"BINUS UNIVERSITY MALANG | Pilihan Universitas Terbaik di Malang","article_published_time":"2023-09-20T00:08:15+00:00","article_modified_time":"2025-05-23T07:49:49+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":628,"url":"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/pexels-miguel-a-padrinan-2882634.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"cmcbinus","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"cmcbinus","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2023\/09\/10-teori-media-massa-menurut-para-ahli\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2023\/09\/10-teori-media-massa-menurut-para-ahli\/"},"author":{"name":"cmcbinus","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/person\/f834cb2f62570540e942bf02e185f2a8"},"headline":"10 Teori Media Massa Menurut Para Ahli","datePublished":"2023-09-20T00:08:15+00:00","dateModified":"2025-05-23T07:49:49+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2023\/09\/10-teori-media-massa-menurut-para-ahli\/"},"wordCount":1006,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2023\/09\/10-teori-media-massa-menurut-para-ahli\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/pexels-miguel-a-padrinan-2882634.jpg","keywords":["Communications","Media Massa","Teori Media Massa"],"articleSection":["News"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2023\/09\/10-teori-media-massa-menurut-para-ahli\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2023\/09\/10-teori-media-massa-menurut-para-ahli\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2023\/09\/10-teori-media-massa-menurut-para-ahli\/","name":"10 Teori Media Massa Menurut Pendapat Ahli","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2023\/09\/10-teori-media-massa-menurut-para-ahli\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2023\/09\/10-teori-media-massa-menurut-para-ahli\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/pexels-miguel-a-padrinan-2882634.jpg","datePublished":"2023-09-20T00:08:15+00:00","dateModified":"2025-05-23T07:49:49+00:00","description":"Beragam jenis teori media massa berikut akan membantu kamu menganalisis dan memahami berbagai fenomena perilaku masyarakat terkait media massa.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2023\/09\/10-teori-media-massa-menurut-para-ahli\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2023\/09\/10-teori-media-massa-menurut-para-ahli\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2023\/09\/10-teori-media-massa-menurut-para-ahli\/#primaryimage","url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/pexels-miguel-a-padrinan-2882634.jpg","contentUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/pexels-miguel-a-padrinan-2882634.jpg","width":1200,"height":628,"caption":"10 Teori Media Massa Menurut Para Ahli"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2023\/09\/10-teori-media-massa-menurut-para-ahli\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"10 Teori Media Massa Menurut Para Ahli"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#website","url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/","name":"BINUS UNIVERSITY MALANG | Pilihan Universitas Terbaik di Malang","description":"BINUS UNIVERSITY","publisher":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#organization","name":"BINUS UNIVERSITY","url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/site-logo.png","contentUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/site-logo.png","width":140,"height":84,"caption":"BINUS UNIVERSITY"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/person\/f834cb2f62570540e942bf02e185f2a8","name":"cmcbinus","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d55450a51e075980932005cd0987c4324255b634bc10f6ee56068b92bba05b81?s=96&d=mm&r=g","caption":"cmcbinus"},"url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/author\/cmcbinus\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11844","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11844"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11844\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13544,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11844\/revisions\/13544"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11845"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11844"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11844"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11844"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}