{"id":10277,"date":"2022-03-23T14:57:30","date_gmt":"2022-03-23T07:57:30","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/?p=10277"},"modified":"2025-01-17T13:51:35","modified_gmt":"2025-01-17T06:51:35","slug":"metode-inferencing-dengan-rules-forward-chaining-dan-backward-chaining","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2022\/03\/metode-inferencing-dengan-rules-forward-chaining-dan-backward-chaining\/","title":{"rendered":"Metode Inferencing dengan Rules: Forward Chaining dan Backward Chaining"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-10278 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/FC.png\" alt=\"\" width=\"486\" height=\"281\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam bidang Artificial Intelligence (AI), metode penalaran atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">inferencing<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> sering kali menjadi pusat perhatian ketika berbicara tentang sistem berbasis aturan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">rule-based systems<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">). Jika Anda seorang Data Scientist atau profesional teknologi yang tertarik dengan AI, Anda mungkin sudah mendengar istilah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Forward Chaining<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Backward Chaining<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Tapi bagaimana sebenarnya metode ini bekerja, dan kapan seharusnya kita menggunakannya?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam artikel ini, kita akan membahas:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Penjelasan konsep Forward Chaining dan Backward Chaining.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Perbedaan antara kedua metode ini.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Contoh penerapan pada skenario nyata.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Kapan menggunakan masing-masing metode untuk memaksimalkan efisiensi.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Mari kita mulai dengan memahami dasar-dasarnya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa Itu Forward Chaining dan Backward Chaining?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebelum melangkah lebih jauh, penting untuk mengetahui bahwa Forward Chaining dan Backward Chaining adalah metode inferensi yang digunakan oleh sistem berbasis aturan. Sistem ini dirancang untuk mencapai kesimpulan berdasarkan sejumlah aturan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">if-then rules<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">) dan fakta yang tersedia.<\/span><\/p>\n<h3><b>Forward Chaining<\/b><\/h3>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Forward Chaining<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> disebut juga pendekatan berbasis data (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">data-driven approach<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">). Proses ini dimulai dari fakta-fakta yang ada, lalu bergerak maju untuk mencari kesimpulan dengan menggunakan aturan yang cocok. Pendekatan ini cenderung eksploratif, karena menggunakan semua informasi yang ada hingga menemukan hasil akhir.<\/span><\/p>\n<p><b>Bagaimana Forward Chaining Bekerja?<\/b><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Sistem memulai dengan kumpulan fakta awal.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Fakta tersebut dievaluasi terhadap <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">if-then rules<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> yang ada.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Jika kondisi pada bagian &#8220;if&#8221; dari sebuah aturan terpenuhi, maka bagian &#8220;then&#8221; akan diaktifkan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Proses berlanjut hingga ditemukan kesimpulan atau tidak ada aturan lagi yang bisa diterapkan.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><b>Contoh Kasus Forward Chaining:<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sistem pendukung keputusan medis yang mendiagnosis penyakit berdasarkan gejala pasien. Jika pasien memiliki gejala demam, batuk kering, dan sesak napas, sistem akan memeriksa aturan terkait dan menelusuri kemungkinan diagnosis seperti pneumonia atau COVID-19.<\/span><\/p>\n<h3><b>Backward Chaining<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sebaliknya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Backward Chaining<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> adalah pendekatan berbasis tujuan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">goal-driven approach<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">). Proses ini dimulai dari hipotesis atau tujuan yang ingin dicapai, lalu bergerak mundur untuk menentukan apakah fakta yang ada mendukung tujuan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><b>Bagaimana Backward Chaining Bekerja?<\/b><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Sistem memulai dengan tujuan yang spesifik.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Aturan-aturan yang dapat menghasilkan tujuan ini akan diperiksa.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Sistem mencari apakah fakta-fakta yang tersedia bisa mendukung bagian &#8220;if&#8221; dari aturan tersebut.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Proses berlanjut hingga tujuan tercapai atau hingga tidak lagi ada aturan yang relevan untuk diperiksa.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><b>Contoh Kasus Backward Chaining:<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sistem chatbot pelayanan pelanggan yang mencoba menyelesaikan keluhan. Jika tujuan adalah &#8220;Memperbaiki perangkat&#8221;, sistem akan menanyakan apakah perangkat menyala, apakah ada kerusakan pada kabel, atau hal-hal spesifik lainnya untuk memastikan solusi masalah.<\/span><\/p>\n<h2><b>Perbedaan Antara Forward Chaining dan Backward Chaining<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Memahami perbedaan kunci dapat membantu menentukan metode mana yang lebih sesuai untuk digunakan:<\/span><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td><b>Aspek<\/b><\/td>\n<td><b>Forward Chaining<\/b><\/td>\n<td><b>Backward Chaining<\/b><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400\">Pendekatan<\/span><\/td>\n<td><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">| Berbasis data (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">data-driven<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">)\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 | Berbasis tujuan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">goal-driven<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">)\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 |<\/span><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400\">Proses<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400\">Maju (dari fakta ke kesimpulan)<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400\">Mundur (dari tujuan ke fakta)<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400\">Cocok Digunakan<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400\">Untuk eksplorasi semua kemungkinan<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400\">Untuk memverifikasi hipotesis tertentu<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400\">Jenis Masalah<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400\">Diagnosis awal dengan banyak variabel<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400\">Masalah dengan solusi spesifik<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400\">Efisiensi<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400\">Kurang efisien jika terlalu banyak fakta<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400\">Lebih efisien untuk tujuan tertentu<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><\/td>\n<td><\/td>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2><b>Penerapan Forward Chaining dan Backward Chaining<\/b><\/h2>\n<h3><b>Penerapan Forward Chaining<\/b><\/h3>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Sistem Pakar Medis:<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Digunakan untuk mendiagnosis penyakit berdasarkan gejala pasien.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Manajemen Keuangan:<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Sistem yang memantau transaksi untuk mendeteksi kemungkinan adanya penipuan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Automasi Proses:<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Penggunaan sensor untuk memicu berbagai tindakan, seperti sistem keamanan rumah.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><b>Penerapan Backward Chaining<\/b><\/h3>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Chatbot Pelayanan Pelanggan:<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Memastikan solusi spesifik untuk keluhan pelanggan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Sistem Logika dalam Game AI:<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Menentukan langkah berikutnya berdasarkan kondisi permainan untuk mencapai kemenangan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Sistem Pengambilan Keputusan:<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> Menyelesaikan pemrograman otomatis pada robot dengan tujuan tertentu, misalnya menyusun paket barang.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Bagaimana Memilih Metode yang Tepat?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Memilih antara Forward Chaining dan Backward Chaining bergantung pada konteks masalah yang Anda hadapi:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Gunakan <\/span><b>Forward Chaining<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> jika:<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Anda memiliki banyak fakta awal.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Tujuan tidak spesifik atau masih dalam eksplorasi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Anda ingin menghasilkan berbagai kemungkinan solusi berdasarkan data yang ada.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Gunakan <\/span><b>Backward Chaining<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> jika:<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Anda sudah memiliki tujuan atau hipotesis tertentu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Anda ingin mencari bukti untuk mendukung tujuan tersebut.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Efisiensi diperlukan untuk menyelesaikan tugas yang berorientasi tujuan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Mengapa Penting untuk Data Scientist dan Profesional AI?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Metode ini bukan hanya alat, melainkan pendekatan berpikir yang membantu data scientists dan AI professionals:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Membangun model reasoning yang logis untuk aplikasi berbasis aturan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Memahami proses pengambilan keputusan dalam sistem AI.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Memperoleh wawasan yang lebih mendalam dalam pemrograman sistem pakar dan logika.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan mempelajari metode-metode ini, Anda akan lebih siap untuk mendesain sistem yang mampu menyelesaikan masalah kompleks secara efisien.<\/span><\/p>\n<h2><b>Mari Optimalkan Sistem Berbasis Aturan Anda<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Baik Anda sedang membangun sistem pakar atau otomasi berbasis AI, memahami Forward Chaining dan Backward Chaining adalah langkah pertama menuju solusi yang optimal. Dengan memadukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">data-driven reasoning<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">goal-oriented approaches<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, Anda dapat menciptakan sistem yang lebih kuat dan responsif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk mendalami penggunaan metode ini dalam proyek Anda, pastikan untuk terus belajar dan bereksperimen dengan skenario dunia nyata. Anda juga dapat menemukan lebih banyak artikel edukatif tentang inferencing dan metode AI lainnya di blog kami.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Selamat bereksperimen dan selamat membuat keputusan berbasis logika yang lebih cerdas!<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Dalam bidang Artificial Intelligence (AI), metode penalaran atau inferencing sering kali menjadi pusat perhatian ketika berbicara tentang sistem berbasis aturan (rule-based systems). Jika Anda seorang Data Scientist atau profesional teknologi yang tertarik dengan AI, Anda mungkin sudah mendengar istilah Forward Chaining dan Backward Chaining. Tapi bagaimana sebenarnya metode ini bekerja, dan kapan seharusnya kita [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":10278,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[128],"tags":[],"class_list":["post-10277","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-computer-science"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v23.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Metode Inferencing dengan Rules: Forward &amp; Backward Chaining<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pelajari metode inferencing Forward Chaining &amp; Backward Chaining. Temukan cara kerja, perbedaan, dan penerapannya untuk solusi AI berbasis aturan Anda.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2022\/03\/metode-inferencing-dengan-rules-forward-chaining-dan-backward-chaining\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Metode Inferencing dengan Rules: Forward &amp; Backward Chaining\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pelajari metode inferencing Forward Chaining &amp; Backward Chaining. Temukan cara kerja, perbedaan, dan penerapannya untuk solusi AI berbasis aturan Anda.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2022\/03\/metode-inferencing-dengan-rules-forward-chaining-dan-backward-chaining\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"BINUS UNIVERSITY MALANG | Pilihan Universitas Terbaik di Malang\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-03-23T07:57:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-01-17T06:51:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/FC.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"398\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"230\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"informatics\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"informatics\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2022\/03\/metode-inferencing-dengan-rules-forward-chaining-dan-backward-chaining\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2022\/03\/metode-inferencing-dengan-rules-forward-chaining-dan-backward-chaining\/\"},\"author\":{\"name\":\"informatics\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/person\/82104d3e6f72d20991a92c10c2e7b183\"},\"headline\":\"Metode Inferencing dengan Rules: Forward Chaining dan Backward Chaining\",\"datePublished\":\"2022-03-23T07:57:30+00:00\",\"dateModified\":\"2025-01-17T06:51:35+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2022\/03\/metode-inferencing-dengan-rules-forward-chaining-dan-backward-chaining\/\"},\"wordCount\":777,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2022\/03\/metode-inferencing-dengan-rules-forward-chaining-dan-backward-chaining\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/FC.png\",\"articleSection\":[\"Computer Science\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2022\/03\/metode-inferencing-dengan-rules-forward-chaining-dan-backward-chaining\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2022\/03\/metode-inferencing-dengan-rules-forward-chaining-dan-backward-chaining\/\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2022\/03\/metode-inferencing-dengan-rules-forward-chaining-dan-backward-chaining\/\",\"name\":\"Metode Inferencing dengan Rules: Forward & Backward Chaining\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2022\/03\/metode-inferencing-dengan-rules-forward-chaining-dan-backward-chaining\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2022\/03\/metode-inferencing-dengan-rules-forward-chaining-dan-backward-chaining\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/FC.png\",\"datePublished\":\"2022-03-23T07:57:30+00:00\",\"dateModified\":\"2025-01-17T06:51:35+00:00\",\"description\":\"Pelajari metode inferencing Forward Chaining & Backward Chaining. Temukan cara kerja, perbedaan, dan penerapannya untuk solusi AI berbasis aturan Anda.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2022\/03\/metode-inferencing-dengan-rules-forward-chaining-dan-backward-chaining\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2022\/03\/metode-inferencing-dengan-rules-forward-chaining-dan-backward-chaining\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2022\/03\/metode-inferencing-dengan-rules-forward-chaining-dan-backward-chaining\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/FC.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/FC.png\",\"width\":398,\"height\":230},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2022\/03\/metode-inferencing-dengan-rules-forward-chaining-dan-backward-chaining\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Metode Inferencing dengan Rules: Forward Chaining dan Backward Chaining\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#website\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/\",\"name\":\"BINUS UNIVERSITY MALANG | Pilihan Universitas Terbaik di Malang\",\"description\":\"BINUS UNIVERSITY\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#organization\",\"name\":\"BINUS UNIVERSITY\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/site-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/site-logo.png\",\"width\":140,\"height\":84,\"caption\":\"BINUS UNIVERSITY\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/person\/82104d3e6f72d20991a92c10c2e7b183\",\"name\":\"informatics\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/42be0c661cdbdcdd941bf5610126b17508883f5bb40e38bd6242084edb497351?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/42be0c661cdbdcdd941bf5610126b17508883f5bb40e38bd6242084edb497351?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"informatics\"},\"url\":\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/author\/informatics\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Metode Inferencing dengan Rules: Forward & Backward Chaining","description":"Pelajari metode inferencing Forward Chaining & Backward Chaining. Temukan cara kerja, perbedaan, dan penerapannya untuk solusi AI berbasis aturan Anda.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2022\/03\/metode-inferencing-dengan-rules-forward-chaining-dan-backward-chaining\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Metode Inferencing dengan Rules: Forward & Backward Chaining","og_description":"Pelajari metode inferencing Forward Chaining & Backward Chaining. Temukan cara kerja, perbedaan, dan penerapannya untuk solusi AI berbasis aturan Anda.","og_url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2022\/03\/metode-inferencing-dengan-rules-forward-chaining-dan-backward-chaining\/","og_site_name":"BINUS UNIVERSITY MALANG | Pilihan Universitas Terbaik di Malang","article_published_time":"2022-03-23T07:57:30+00:00","article_modified_time":"2025-01-17T06:51:35+00:00","og_image":[{"width":398,"height":230,"url":"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/FC.png","type":"image\/png"}],"author":"informatics","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"informatics","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2022\/03\/metode-inferencing-dengan-rules-forward-chaining-dan-backward-chaining\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2022\/03\/metode-inferencing-dengan-rules-forward-chaining-dan-backward-chaining\/"},"author":{"name":"informatics","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/person\/82104d3e6f72d20991a92c10c2e7b183"},"headline":"Metode Inferencing dengan Rules: Forward Chaining dan Backward Chaining","datePublished":"2022-03-23T07:57:30+00:00","dateModified":"2025-01-17T06:51:35+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2022\/03\/metode-inferencing-dengan-rules-forward-chaining-dan-backward-chaining\/"},"wordCount":777,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2022\/03\/metode-inferencing-dengan-rules-forward-chaining-dan-backward-chaining\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/FC.png","articleSection":["Computer Science"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2022\/03\/metode-inferencing-dengan-rules-forward-chaining-dan-backward-chaining\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2022\/03\/metode-inferencing-dengan-rules-forward-chaining-dan-backward-chaining\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2022\/03\/metode-inferencing-dengan-rules-forward-chaining-dan-backward-chaining\/","name":"Metode Inferencing dengan Rules: Forward & Backward Chaining","isPartOf":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2022\/03\/metode-inferencing-dengan-rules-forward-chaining-dan-backward-chaining\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2022\/03\/metode-inferencing-dengan-rules-forward-chaining-dan-backward-chaining\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/FC.png","datePublished":"2022-03-23T07:57:30+00:00","dateModified":"2025-01-17T06:51:35+00:00","description":"Pelajari metode inferencing Forward Chaining & Backward Chaining. Temukan cara kerja, perbedaan, dan penerapannya untuk solusi AI berbasis aturan Anda.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2022\/03\/metode-inferencing-dengan-rules-forward-chaining-dan-backward-chaining\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2022\/03\/metode-inferencing-dengan-rules-forward-chaining-dan-backward-chaining\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2022\/03\/metode-inferencing-dengan-rules-forward-chaining-dan-backward-chaining\/#primaryimage","url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/FC.png","contentUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/FC.png","width":398,"height":230},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/2022\/03\/metode-inferencing-dengan-rules-forward-chaining-dan-backward-chaining\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Metode Inferencing dengan Rules: Forward Chaining dan Backward Chaining"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#website","url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/","name":"BINUS UNIVERSITY MALANG | Pilihan Universitas Terbaik di Malang","description":"BINUS UNIVERSITY","publisher":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#organization","name":"BINUS UNIVERSITY","url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/site-logo.png","contentUrl":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/site-logo.png","width":140,"height":84,"caption":"BINUS UNIVERSITY"},"image":{"@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/person\/82104d3e6f72d20991a92c10c2e7b183","name":"informatics","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/42be0c661cdbdcdd941bf5610126b17508883f5bb40e38bd6242084edb497351?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/42be0c661cdbdcdd941bf5610126b17508883f5bb40e38bd6242084edb497351?s=96&d=mm&r=g","caption":"informatics"},"url":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/author\/informatics\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10277","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10277"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10277\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13150,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10277\/revisions\/13150"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10278"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10277"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10277"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10277"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}