{"id":169,"date":"2020-12-21T16:05:12","date_gmt":"2020-12-21T09:05:12","guid":{"rendered":"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/public-relations\/?p=169"},"modified":"2022-05-31T11:15:45","modified_gmt":"2022-05-31T04:15:45","slug":"tujuan-dalam-csr","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/public-relations\/2020\/12\/21\/tujuan-dalam-csr\/","title":{"rendered":"Tujuan dalam CSR"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\">Adhi Murti Citra Amalia H.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dalam membuat program CSR, tentu kita harus memperhatikan tujuan mengapa program tersebut harus diadakan. Dalam bukunya yang berjudul \u201c<em>Managing Corporate Social Responsibility a Communication Approach<\/em>\u201d, Timothy &amp; Holladay (2012) membagi tujuan CSR ke dalam 3 jenis, yaitu: (1) Goals, (2) Process Objectives, dan (3) Outcomes Objectives. Sedangkan Outcomes Objectives dibagi lagi menjadi 3 macam, yaitu (a) Knowledge Objectives (b) Attitude Objectives, dan (c) Behavior Objectives.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Berikut adalah penjelasan mengenai tujuan-tujuan CSR tersebut:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li>Goals, adalah tujuan yang memberikan arahan umum pada program CSR. Contoh: Berkontribusi pada kelestarian lingkungan. Perbedaannya dengan objectives, adalah objectives merupakan tujuan yang lebih spesifik dan terukur, misalnya dengan angka, presentase, atau jangka waktu.<\/li>\n<li>Process Objectives, adalah tujuan proses atau aktivitas yang dilakukan selama program CSR masih berjalan. Contoh: Melakukan penanaman pohon sebanyak 2 juta per tahun selama 5 tahun.<\/li>\n<li>Outcomes Objectives, adalah tujuan yang mengindikasikan hasil, efek, atau dampak. Ini didapatkan setelah program CSR berakhir. Contoh: Meningkatkan indeks pencemaran udara dari yang tadinya tidak sehat menjadi sedang dan sehat, setelah 5 tahun program berjalan.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">Khusus untuk Outcomes Objectives, tujuan CSR ini dibagi lagi menjadi 3, yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify\">Knowledge Objectives, adalah tujuan untuk mendapatkan pengetahuan baru, informasi baru, dan belajar hal yang baru setelah setelah program CSR berakhir. Contoh: Anak-anak mendapatkan pengetahuan tentang keajaiban dunia melalui permainan Lego.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Attitude Objectives, adalah tujuan untuk mengubah sikap atau perasaan individu\/kelompok dalam memandang segala sesuatu setelah program CSR berakhir. Contoh: Mengubah sikap orangtua sehingga setuju bahwa permainan lego dapat menjadi sarana belajar yang efektif untuk anak.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Behavior Objectives, adalah tujuan untuk mengubah perilaku individu\/kelompok setelah program CSR berakhir. Contoh: Mendorong orangtua membeli permainan lego untuk sarana belajar anak.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Sumber:<\/p>\n<p>Coombs, Timothy. Sherry J. Holladay (2012). <em>Managing Corporate Social Responsibility a Communication Approach. <\/em>01<em>. <\/em>Willey and Blackwell. ISBN 978-1444336450<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Adhi Murti Citra Amalia H. Dalam membuat program CSR, tentu kita harus memperhatikan tujuan mengapa program tersebut harus diadakan. Dalam bukunya yang berjudul \u201cManaging Corporate Social Responsibility a Communication Approach\u201d, Timothy &amp; Holladay (2012) membagi tujuan CSR ke dalam 3 jenis, yaitu: (1) Goals, (2) Process Objectives, dan (3) Outcomes Objectives. Sedangkan Outcomes Objectives dibagi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":39,"featured_media":353,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-169","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/public-relations\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/169","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/public-relations\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/public-relations\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/public-relations\/wp-json\/wp\/v2\/users\/39"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/public-relations\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=169"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/public-relations\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/169\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":170,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/public-relations\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/169\/revisions\/170"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/public-relations\/wp-json\/wp\/v2\/media\/353"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/public-relations\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=169"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/public-relations\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=169"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/public-relations\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=169"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}