{"id":1543,"date":"2026-09-27T16:29:00","date_gmt":"2026-09-27T09:29:00","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/public-relations\/?p=1543"},"modified":"2026-09-27T16:29:00","modified_gmt":"2026-09-27T09:29:00","slug":"interview-as-a-qualitative-research-instrument-part-1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/public-relations\/2026\/09\/27\/interview-as-a-qualitative-research-instrument-part-1\/","title":{"rendered":"Interview as a Qualitative Research Instrument Part 1"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><b><span data-contrast=\"auto\">Pendahuluan<\/span><\/b><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"auto\">Dalam penelitian kualitatif, peneliti<\/span> <span data-contrast=\"auto\">merupakan instrument bagi penelitian nya sendiri. Pernyataan tersebut selalui mengawali pemahaman umum tentang instrument penelitian kualitatif. Dalam buku metodologi penelitian, Cresswell menyebutkan peneliti <\/span><span data-contrast=\"auto\">berperan langsung dalam merancang, mengumpulkan, menafsirkan, dan memaknai data <\/span><span aria-label=\"Rich text content control\"><i><span data-contrast=\"auto\">\u200b<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">(Creswell &amp; Creswell, 2023)<\/span><i><span data-contrast=\"auto\">\u200b<\/span><\/i><\/span><span data-contrast=\"auto\">. Dalam penelitian kualitatif, instrument tetap diperlukan namun dirancang untuk menangkap pengalaman, makna, dan perspektif subjek penelitian secara mendalam. Secara umum instrumen penelitian yang umum digunakan, seperti; wawancara (terstruktur, semi-terstruktur, atau tidak terstruktur), kuesioner terbuka, observasi partisipan, arsip percakapan online, dokumentasi, dan multimodal. Pemilihan instrumen yang tepat dalam penelitian kualitatif ditentukan dari masalah penelitian yang diangkat dan kedalaman data yang akan dieksplorasi.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"auto\">Berdasarkan pengalaman penelitian dengan pendekatan kualitatif yang pernah saya lakukan menggunakan instrumen wawancara terstruktur. Penelitian saya merupakan penelitian dengan paradigma pragmatis yang bertujuan untuk mengembangkan strategi promosi digital desa wisata dengan kearifan lokal sebagai potensi wisata. Penelitian dengan judul <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Utilizing Local Wisdom-based branding to Promote Tourism Village in Malang, <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">merupakan penelitian yang menggunakan desain penelitian studi kasus. Desain penelitian studi kasus memberi ruang bagi peneliti untuk mempelajari secara mendalam individu, kelompok dan institusi pada desa wisata yang berada dalam Kawasan Bromo Tengger Semeru. Studi kasus digunakan untuk menyelidiki fenomena secara mendalam dan kontekstual (Yin, 2018). Dalam konteks desa wisata, kearifan lokal sebagai daya tarik merupakan fenomena dengan konteks yang unik. Tujuan dari penelitian untuk membangun pemahaman terlebih dahulu terkait proses, strategi, actor, dan dinamika kultur lokal yang menjadi materi untuk merancang promosi digital desa wisata. Studi kasus membawa peneliti untuk menggali pemahaman kearifan lokal sebagai pembentuk identitas desa wisata, tidak hanya fokus pada apa yang dilakukan untuk menerapkan aksi, tetapi bagaimana aksi dilakukan. Dalam konteks promosi digital desa wisata, dapat diteliti dari aspek konten media sosial, narasi yang dibangun oleh pengelola desa wisata, narasi yang terbangun kepada para wisatawan, dan observasi pada praktik promosi yang dilakukan oleh desa wisata, melalui media digital seperti media sosial dan website desa wisata.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"auto\">Dalam studi kasus, instrument penelitian menjadi kunci untuk menggali data pada subjek penelitian. Wawancara terstruktur dalam penelitian kualitatif sebagai instrumen yang menampilkan kejelasan dan validitas data, namun tetap memberi ruang bagi informan untuk mengekspresikan pengalaman mereka. Wawancara kualitatif yang didukung dengan struktur panduan pertanyaan, <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">tools visual, <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">profil informan tidak hanya menghasilkan data yang lebih sistematis, tetapi lebih memiliki kedalaman makna dan partisipatif (Glegg, 2018). Wawancara terstruktur memiliki karakteristik format pertanyaan baku, konsistensi antar pertisipan, dan memudahkan dalam melakukan kategorisasi data. Proses penyusunan instrumen penelitian yang saya lakukan dengan menyusun struktur pedoman pertanyaan yang akan menjadi acuan pada proses interview. Urgensi menggunakan instrumen wawancara terstruktur dalam penelitian <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Utilizing Local Wisdom-based branding to Promote Tourism Village in Malang <\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">dapat memberikan informasi dari informan secara jelas dan konsisten, namun tetap memberikan ruang bagi informan untuk mengekspresikan pengalaman mereka sebagai actor dalam pengelolaan promosi desa wisata. Wawancara terstruktur, peneliti tetap berpegang pada pedoman yang telah ditetapkan sebagai kerangka pertanyaan, namun alur pertanyaan dan urutan pertanyaan berkembang mengikuti arah informasi yang disampaikan informan (<\/span><span data-contrast=\"none\">Roulston &amp; Choi, 2018)<\/span><span data-contrast=\"auto\">. Informan dengan segala pengetahuan dan pengalaman sebagai aktor yang memiliki keterkaitan pada artikulasi kearifian lokal sebagai identitas branding desa wisata. Sebagai contoh, partisipan yang juga sebagai perangkat desa yang menjalankan kebijakan terkait pengembangan area wisata oleh pemerintah daerah dapat bernarasi tentang pengetahuan dalam strategi pengembangan wisata lokal yang menjadi program prioritas pemerintah daerah. Komunitas lokal seperti ketua Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) sebagai aktor yang menjalankan fungsi promosi objek desa wisata melalui pengelolaan media promosi desa, seperti konsep materi promosi media sosial dan website desa wisata. Kemudian yang tidak kalah penting adalah narasi tentang ragam simbol, adat, dan kebudayaan lokal khas desa wisata yang menjadi identitas desa wisata dapat digali dari pengurus penggiat seni Bantengan yang ada di desa wisata Wringinanom.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"auto\">Dalam proses pengumpulan data pada penelitian kualitatif, peneliti fokus untuk memahami makna yang dibangun oleh informan (partisipan), bukan pemaknaan atau intepretasi yang dimiliki oleh peneliti sendiri atau intepretasi dari yang diperoleh dari literatur (Creswell &amp; Creswell, 2023). Dengan menggunakan wawancara terstruktur sebagai instrumen utama menggali makna sosial yang dimiliki informan. Hal tersebut menjadi penting ketika penelitian perlu memposisikan informan sebagai subjek yang <\/span><span data-contrast=\"auto\">memiliki makna, perspektif, dan pengalaman kontekstual<\/span> <span data-contrast=\"auto\">terhadap fenomena yang diteliti, bukan sekadar objek yang memberikan jawaban yang kuantifikasi saja (Bloor &amp; Wood, 2011).<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:720}\"> \u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8212; bersambung ke Part 2<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b><span data-contrast=\"auto\">Referensi<\/span><\/b><span data-ccp-props=\"{}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"auto\">Berger, A. A. (2016). <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Media and communication research methods: An introduction to quantitative and qualitative approaches<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> (4th ed.). Sage Publications.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:true,&quot;134233118&quot;:true,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:284,&quot;335559740&quot;:240,&quot;335559991&quot;:284}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"auto\">Bloor, M., &amp; Wood, F. (2011). <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Keywords in qualitative methods: A vocabulary of research concepts<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">. SAGE Publications Ltd.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:true,&quot;134233118&quot;:true,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:284,&quot;335559740&quot;:240,&quot;335559991&quot;:284}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"auto\">Creswell, J. W., &amp; Creswell, J. D. (2023). <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> (6th ed.). Sage Publications.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:true,&quot;134233118&quot;:true,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:284,&quot;335559740&quot;:240,&quot;335559991&quot;:284}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"auto\">Glegg, S. M. N. (2018). Facilitating interviews in qualitative research: A practical guide. <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Canadian Journal of Occupational Therapy, 85<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">(3), 176\u2013184. https:\/\/doi.org\/10.1177\/0008417417755333<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:true,&quot;134233118&quot;:true,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:284,&quot;335559740&quot;:240,&quot;335559991&quot;:284}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"auto\">Hamel, J., Dufour, S., &amp; Fortin, D. (1993). <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Case study methods<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">. SAGE Publications.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:true,&quot;134233118&quot;:true,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559740&quot;:240}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"auto\">Roulston, K., &amp; Choi, M. (2018). Qualitative interviews. In U. Flick (Ed.), <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">The SAGE handbook of qualitative data collection<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> (pp. 233\u2013249). Sage Publications.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:true,&quot;134233118&quot;:true,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:284,&quot;335559740&quot;:240,&quot;335559991&quot;:284}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"auto\">Yin, R. K. (2018). <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Case study research and applications: Design and methods<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> (6th ed.). Sage Publications.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:true,&quot;134233118&quot;:true,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:284,&quot;335559740&quot;:240,&quot;335559991&quot;:284}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"FjzzZkX1Ub\"><p><a href=\"https:\/\/imotions.com\/blog\/learning\/best-practice\/how-to-perform-a-qualitative-research-interview\/\">Mastering the Art of Qualitative Research Interviews: A Step-by-Step Guide<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"\u201cMastering the Art of Qualitative Research Interviews: A Step-by-Step Guide\u201d \u2014 iMotions\" src=\"https:\/\/imotions.com\/blog\/learning\/best-practice\/how-to-perform-a-qualitative-research-interview\/embed\/#?secret=LwGP6DDapW#?secret=FjzzZkX1Ub\" data-secret=\"FjzzZkX1Ub\" width=\"500\" height=\"282\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pendahuluan\u00a0 Dalam penelitian kualitatif, peneliti merupakan instrument bagi penelitian nya sendiri. Pernyataan tersebut selalui mengawali pemahaman umum tentang instrument penelitian kualitatif. Dalam buku metodologi penelitian, Cresswell menyebutkan peneliti berperan langsung dalam merancang, mengumpulkan, menafsirkan, dan memaknai data \u200b(Creswell &amp; Creswell, 2023)\u200b. Dalam penelitian kualitatif, instrument tetap diperlukan namun dirancang untuk menangkap pengalaman, makna, dan perspektif [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":39,"featured_media":1544,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-1543","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/public-relations\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1543","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/public-relations\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/public-relations\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/public-relations\/wp-json\/wp\/v2\/users\/39"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/public-relations\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1543"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/public-relations\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1543\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1545,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/public-relations\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1543\/revisions\/1545"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/public-relations\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1544"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/public-relations\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1543"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/public-relations\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1543"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/public-relations\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1543"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}