{"id":90,"date":"2025-02-04T14:40:38","date_gmt":"2025-02-04T07:40:38","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/minor-program\/?p=90"},"modified":"2025-02-05T15:14:08","modified_gmt":"2025-02-05T08:14:08","slug":"90","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/minor-program\/2025\/02\/04\/90\/","title":{"rendered":"Kenapa Hanya Sedikit Startup Digital yang Tumbuh?"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-91 size-full\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/minor-program\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2025\/02\/Screenshot-2025-02-04-at-2.39.55\u202fPM.png\" alt=\"\" width=\"1452\" height=\"950\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/minor-program\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2025\/02\/Screenshot-2025-02-04-at-2.39.55\u202fPM.png 1452w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/minor-program\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2025\/02\/Screenshot-2025-02-04-at-2.39.55\u202fPM-300x196.png 300w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/minor-program\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2025\/02\/Screenshot-2025-02-04-at-2.39.55\u202fPM-1024x670.png 1024w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/minor-program\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2025\/02\/Screenshot-2025-02-04-at-2.39.55\u202fPM-768x502.png 768w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/minor-program\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2025\/02\/Screenshot-2025-02-04-at-2.39.55\u202fPM-480x314.png 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 1452px) 100vw, 1452px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-size: 12pt\">Banyak startup digital bermunculan setiap tahunnya, tetapi hanya sebagian kecil yang benar-benar berhasil tumbuh dan berkembang. Mengapa demikian? Faktor utama yang membedakan startup yang sukses dari yang gagal bukan hanya soal modal atau teknologi, tetapi juga <strong>kemampuan absorptif dan adaptif<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-size: 12pt\">Menurut penelitian Griva et al. (2021), <strong>startup digital tahap awal yang mengalami pertumbuhan adalah mereka yang mampu membangun kapabilitas absorptif dan adaptif<\/strong>. Dengan kata lain, startup yang berkembang bukan hanya yang memiliki ide brilian, tetapi juga yang mampu menyerap informasi baru, belajar dengan cepat, dan beradaptasi dengan perubahan pasar.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-size: 12pt\"><strong>Apa Itu Kemampuan Absorptif dan Adaptif?<\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-size: 12pt\">Sebelum membahas lebih jauh, mari kita pahami terlebih dahulu dua konsep penting ini:<\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"font-size: 12pt\"><strong>Kapabilitas Absorptif<\/strong> \u2192 Kemampuan startup untuk menyerap, memahami, dan menerapkan pengetahuan eksternal ke dalam strategi bisnis mereka. Ini mencakup kemampuan untuk memahami tren pasar, menerapkan teknologi baru, serta belajar dari pesaing atau mentor.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 12pt\"><strong>Kapabilitas Adaptif<\/strong> \u2192 Kemampuan startup untuk menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan bisnis. Startup yang memiliki kapabilitas adaptif tinggi bisa dengan cepat mengubah strategi, menyesuaikan model bisnis, dan merespons kebutuhan pelanggan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-size: 12pt\">Startup yang mampu menggabungkan kedua kapabilitas ini memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan berkembang di ekosistem bisnis digital yang kompetitif (Griva et al., 2021).<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-size: 12pt\"><strong>Kenapa Kemampuan Ini Penting?<\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-size: 12pt\">Dalam dunia startup, <strong>rencana awal hampir selalu berubah<\/strong>. Startup yang tidak fleksibel dan tidak belajar dari lingkungan sekitar akan sulit bertahan. Berdasarkan temuan penelitian, startup digital tahap awal yang mengalami pertumbuhan memiliki pola yang jelas dalam membangun kapabilitas absorptif dan adaptif:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"font-size: 12pt\"><strong>Mereka Terbuka terhadap Pengetahuan Baru<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"font-size: 12pt\">Startup yang berkembang <strong>tidak hanya berfokus pada ide awal<\/strong>, tetapi terus mencari informasi baru dari berbagai sumber. Mereka aktif dalam komunitas startup, mengikuti tren industri, dan belajar dari kegagalan serta keberhasilan perusahaan lain.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 12pt\"><strong>Mereka Mengadopsi Teknologi Secara Cepat<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"font-size: 12pt\">Perubahan teknologi yang cepat memaksa startup untuk selalu mengikuti perkembangan terbaru. Startup yang berkembang <strong>tidak takut untuk mengadopsi teknologi baru<\/strong> dan mengintegrasikannya ke dalam produk atau layanan mereka.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 12pt\"><strong>Mereka Beradaptasi dengan Feedback Pasar<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"font-size: 12pt\">Banyak startup gagal karena <strong>terlalu terpaku pada ide awal tanpa mempertimbangkan feedback dari pelanggan<\/strong>. Startup yang sukses justru memanfaatkan feedback untuk memperbaiki dan menyempurnakan produk mereka.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 12pt\"><strong>Mereka Membangun Tim yang Fleksibel dan Kolaboratif<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"font-size: 12pt\">Tim yang solid adalah kunci dalam membangun startup yang tumbuh. Startup yang berkembang memiliki tim yang <strong>terbuka terhadap ide-ide baru, tidak takut mengambil risiko, dan cepat dalam merespons perubahan pasar<\/strong>.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h4 style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-size: 12pt\"><strong>Contoh Nyata: Startup yang Bertahan vs. Startup yang Gagal<\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-size: 12pt\">Penelitian Griva et al. (2021) menemukan bahwa startup yang gagal biasanya memiliki karakteristik sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-size: 12pt\">\u274c Terlalu terpaku pada model bisnis awal tanpa fleksibilitas untuk beradaptasi.<\/span><br \/>\n<span style=\"font-size: 12pt\">\u274c Kurang memperhatikan tren pasar dan perkembangan teknologi.<\/span><br \/>\n<span style=\"font-size: 12pt\">\u274c Tidak membangun sistem pembelajaran internal untuk meningkatkan kapabilitas tim.<\/span><br \/>\n<span style=\"font-size: 12pt\">\u274c Mengabaikan feedback pelanggan dan tetap menjalankan strategi lama yang tidak efektif.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-size: 12pt\">Sebaliknya, startup yang berhasil tumbuh memiliki pendekatan berbeda:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-size: 12pt\">\u2705 Mereka rutin melakukan eksperimen dan pivot strategi jika diperlukan.<\/span><br \/>\n<span style=\"font-size: 12pt\">\u2705 Mereka membangun sistem pembelajaran internal yang memungkinkan tim untuk berkembang.<\/span><br \/>\n<span style=\"font-size: 12pt\">\u2705 Mereka selalu memperhatikan perubahan tren dan cepat merespons perubahan tersebut.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-size: 12pt\"><strong>Bagaimana Startup Bisa Membangun Kemampuan Ini?<\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-size: 12pt\">Untuk memastikan startup dapat bertahan dan berkembang, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan:<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"font-size: 12pt\"><strong>Bangun Mindset Pembelajaran Berkelanjutan<\/strong> \u2192 Dorong tim untuk terus belajar dari pengalaman, baik dari dalam maupun luar organisasi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 12pt\"><strong>Manfaatkan Jaringan dan Komunitas<\/strong> \u2192 Bergabung dengan ekosistem startup dan mentor yang bisa memberikan wawasan baru.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 12pt\"><strong>Gunakan Data untuk Pengambilan Keputusan<\/strong> \u2192 Startup yang berkembang tidak hanya mengandalkan intuisi, tetapi juga menganalisis data pasar sebelum mengambil keputusan strategis.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 12pt\"><strong>Bersiap untuk Pivot Jika Diperlukan<\/strong> \u2192 Jangan takut untuk mengubah strategi jika ternyata model bisnis awal tidak berjalan sesuai rencana.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h4 style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-size: 12pt\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/span><\/h4>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-size: 12pt\">Startup digital tidak hanya membutuhkan ide yang bagus atau pendanaan besar untuk berkembang. <strong>Yang membedakan startup yang sukses dengan yang gagal adalah kemampuan mereka untuk belajar dan beradaptasi dengan cepat.<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-size: 12pt\">Berdasarkan penelitian Griva et al. (2021), startup yang membangun <strong>kapabilitas absorptif dan adaptif memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan berkembang<\/strong> dalam dunia bisnis digital yang kompetitif. Oleh karena itu, jika ingin startup Anda tumbuh, jangan hanya fokus pada produk atau layanan, tetapi juga pada cara tim Anda belajar, berkembang, dan beradaptasi dengan perubahan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-size: 12pt\"><strong>Referensi:<\/strong><\/span><br \/>\n<span style=\"font-size: 12pt\">Griva, A., Kotsopoulos, D., Karagiannaki, A., &amp; Zamani, E. D. (2021). <em>What do growing early-stage digital start-ups look like? A mixed-methods approach.<\/em> International Journal of Information Management, 102427. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.ijinfomgt.2021.102427\" target=\"_new\" rel=\"noopener\">https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.ijinfomgt.2021.102427<\/a><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyak startup digital bermunculan setiap tahunnya, tetapi hanya sebagian kecil yang benar-benar berhasil tumbuh dan berkembang. Mengapa demikian? Faktor utama yang membedakan startup yang sukses dari yang gagal bukan hanya soal modal atau teknologi, tetapi juga kemampuan absorptif dan adaptif. Menurut penelitian Griva et al. (2021), startup digital tahap awal yang mengalami pertumbuhan adalah mereka [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":46,"featured_media":91,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[9,15,14,7,6],"class_list":["post-90","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-digital-technopreneur-article","tag-inovasi-bisnis","tag-kapabilitas-absorptif","tag-kapabilitas-adaptif","tag-pertumbuhan-startup","tag-startup-digital"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/minor-program\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/minor-program\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/minor-program\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/minor-program\/wp-json\/wp\/v2\/users\/46"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/minor-program\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=90"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/minor-program\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":93,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/minor-program\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90\/revisions\/93"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/minor-program\/wp-json\/wp\/v2\/media\/91"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/minor-program\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=90"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/minor-program\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=90"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/minor-program\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=90"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}