{"id":893,"date":"2026-09-21T09:20:33","date_gmt":"2026-09-21T02:20:33","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/minor-program\/?p=893"},"modified":"2026-09-21T09:20:33","modified_gmt":"2026-09-21T02:20:33","slug":"purpose-tidak-bisa-menutupi-produk-yang-buruk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/minor-program\/2026\/09\/21\/purpose-tidak-bisa-menutupi-produk-yang-buruk\/","title":{"rendered":"Purpose Tidak Bisa Menutupi Produk yang Buruk"},"content":{"rendered":"<p class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" dir=\"auto\" style=\"text-align: justify\" data-start=\"11236\" data-end=\"11512\">Bisnis dengan mission yang kuat sering memiliki cerita yang menarik. Produk lokal, ramah lingkungan, ethical, membantu masyarakat, atau menggunakan bahan berkelanjutan biasanya mudah memperoleh perhatian. Tetapi cerita yang baik tidak selalu menghasilkan pelanggan yang loyal.<\/p>\n<p dir=\"auto\" style=\"text-align: justify\" data-start=\"11514\" data-end=\"11819\">Russo menjelaskan bahwa produk dengan nilai sosial atau lingkungan tetap harus memenuhi ekspektasi pelanggan terhadap kualitas dan performa. Social atau environmental value dapat memperkuat produk, tetapi tidak dapat menggantikan fungsi utama dari produk itu sendiri.<\/p>\n<p dir=\"auto\" style=\"text-align: justify\" data-start=\"11821\" data-end=\"12091\">Jika sebuah sepatu ramah lingkungan tidak nyaman digunakan, pelanggan mungkin tidak akan membelinya lagi. Jika produk makanan sustainable tidak enak, mission yang baik pun tidak cukup. Pelanggan tetap mengharapkan kualitas yang sebanding dengan alternatif yang tersedia.<\/p>\n<p dir=\"auto\" style=\"text-align: justify\" data-start=\"12093\" data-end=\"12356\">Namun, ketika produk yang baik bertemu dengan mission yang kuat, perusahaan dapat membangun hubungan yang lebih dalam dengan pelanggan. Mereka tidak hanya membeli karena fungsi produk, tetapi juga karena merasa nilai perusahaan sesuai dengan nilai pribadi mereka.<\/p>\n<p dir=\"auto\" style=\"text-align: justify\" data-start=\"12358\" data-end=\"12543\">Di sinilah mission dapat menjadi bagian dari brand. Bukan sebagai slogan, tetapi sebagai alasan tambahan bagi pelanggan untuk memilih, mempercayai, dan merekomendasikan produk tersebut.<\/p>\n<p dir=\"auto\" style=\"text-align: justify\" data-start=\"12545\" data-end=\"12705\">Bagi founder, urutannya perlu jelas: <strong data-start=\"12582\" data-end=\"12705\">buat produk yang memang layak dipilih, lalu biarkan purpose memperkuat alasan pelanggan untuk tetap bersama brand Anda.<\/strong><\/p>\n<p dir=\"auto\" style=\"text-align: justify\" data-start=\"12707\" data-end=\"13081\"><strong data-start=\"12707\" data-end=\"12718\">Sumber:<\/strong> Russo, M. V. (2010). <em data-start=\"12740\" data-end=\"12845\">Companies on a mission: Entrepreneurial strategies for growing sustainably, responsibly, and profitably<\/em>. Stanford University Press. Rujukan utama: Chapter 4, <em data-start=\"12900\" data-end=\"12980\">Creating and Communicating the Brand: From Customers\u2019 Values to Customer Value<\/em>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bisnis dengan mission yang kuat sering memiliki cerita yang menarik. Produk lokal, ramah lingkungan, ethical, membantu masyarakat, atau menggunakan bahan berkelanjutan biasanya mudah memperoleh perhatian. Tetapi cerita yang baik tidak selalu menghasilkan pelanggan yang loyal. Russo menjelaskan bahwa produk dengan nilai sosial atau lingkungan tetap harus memenuhi ekspektasi pelanggan terhadap kualitas dan performa. Social atau [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":46,"featured_media":895,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[260,471,472,469,470],"class_list":["post-893","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-digital-technopreneur-article","tag-brand-strategy","tag-customer-value","tag-product-market-fit","tag-product-value","tag-purpose-driven-brand"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/minor-program\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/893","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/minor-program\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/minor-program\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/minor-program\/wp-json\/wp\/v2\/users\/46"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/minor-program\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=893"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/minor-program\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/893\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":896,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/minor-program\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/893\/revisions\/896"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/minor-program\/wp-json\/wp\/v2\/media\/895"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/minor-program\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=893"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/minor-program\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=893"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/minor-program\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=893"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}