Entrepreneurial Process sebagai Eksperimen Berkelanjutan
Model proses kewirausahaan konvensional sering digambarkan sebagai tahapan linear, mulai dari ide, perencanaan, implementasi, hingga pertumbuhan. Pendekatan ini mengasumsikan bahwa entrepreneur dapat merancang proses secara relatif stabil sejak awal. Namun, digital entrepreneurship menunjukkan bahwa proses tersebut semakin sulit dipetakan secara linier.

Karakteristik digital artifacts yang mudah diedit dan diperluas memungkinkan entrepreneur melakukan eksperimen berulang dengan biaya relatif rendah. Proses seperti pengujian MVP, iterasi fitur, dan pivot model bisnis menjadi praktik umum. Entrepreneurship pun lebih menyerupai proses desain berkelanjutan daripada eksekusi rencana tetap.
Dalam konteks startup digital, keputusan bisnis sering dibuat berdasarkan umpan balik real-time dari pengguna dan data analitik. Proses ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga kognitif, karena entrepreneur harus terus menafsirkan sinyal pasar dan teknologi. Dengan demikian, proses kewirausahaan menjadi lebih adaptif, tetapi juga lebih tidak pasti.
Pendekatan design science menawarkan kerangka konseptual yang relevan untuk memahami fenomena ini. Dengan melihat entrepreneurship sebagai aktivitas merancang solusi di bawah keterbatasan tertentu, peneliti dapat menjelaskan bagaimana eksperimen, kegagalan, dan pembelajaran menjadi bagian integral dari proses penciptaan nilai dalam konteks digital.
Referensi utama:
Nambisan (2017); Ries (2011); Woodard et al. (2013)
Comments :