Pre-Departure Certified Entrepreneurship Track 2620: Ketika Kampus Menjadi Laboratorium Bisnis Nyata
Bagaimana jika kampus bukan hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menciptakan, menguji, dan mengembangkan bisnis secara langsung? Inilah semangat yang hadir dalam program Enrichment Certified Entrepreneurship Track di BINUS @Malang.
Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari entrepreneurship secara teoritis, tetapi menjalani proses membangun bisnis secara bertahap. Mulai dari mengembangkan ide, melakukan validasi, membuat prototype, meluncurkan produk, memperoleh revenue, hingga diarahkan menuju pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Perjalanan tersebut dipandung menggunakan Startup Readiness Level (SRL) sebagai acuan perkembangan bisnis para mahasiswa yang mengikuti program ini.

Semangat tersebut diperkuat melalui kegiatan Pre-Departure Enrichment Certified Entrepreneurship Track 2610 yang diselenggarakan oleh Business Incubator BINUS @Malang bersama dengan Enrichment Program Coordinator dari Program Studi EBC & DBI yang dilaksanakan pada 10 September 2026 di Aula BINUS @Malang. Kegiatan ini diikuti oleh 125 mahasiswa dari berbagai program studi.
Tidak Bisa Berhenti Pada “Hanya Memiliki Ide”
Menjadi entrepreneur tidak cukup hanya dengan memiliki ide bisnis. Ide tersebut harus diuji, dikembangkan, dan dibuktikan melalui respons pasar. Sehingga karena itu, Entrepreneurship Track membawa mahasiswa melewati program ini dengan sebuah business journey. Pada tahap awal, mahasiswa mengembangkan dan memvalidasi ide bisnis. Selanjutnya, mereka membuat dan memvalidasi prototype, melakukan product launch, hingga mencapai limited revenue. Pada periode berikutnya, perjalanan dilanjutkan menuju steady revenue, business growth, dan sustainable business.
Dengan demikian, mahasiswa belajar bahwa membangun bisnis merupakan sebuah proses. Ada proses eksperimen, evaluasi, perbaikan, dan keputusan yang harus diambil sepanjang perjalanan.
Belajar Bisnis Harus dengan Menjalankan
Pengalaman entrepreneurship dalam program ini dibangun melalui aktivitas administratif, operasional, dan strategis. Mahasiswa menyusun aktivitas dan menuliskannya pada learning plan, mencatat semua aktivitas operasional bisnis dalam project management, menyelesaikan setiap fase SRL, dan menyusun final report. Selain aktivitas administratif, para peserta juga menjalankan aktivitas bisnis nyata seperti market research, membuat prototype, melakukan berbagai kegiatan marketing, melaksanakan pameran, dan mengikuti berbagai kompetisi.
Sebagai upaya untuk mencapai berbagai prestasi, mahasiswa mendapatkan fasilitas coaching class, mentoring, dan konsultasi bisnis dengan para expert. Mereka didampingi oleh Faculty Supervisor dan Site Supervisor untuk membantu proses pengembangan bisnis selama program berlangsung. Pendekatan ini membuat mahasiswa belajar bukan hanya dari materi, tetapi dari pengalaman menjalankan bisnis itu sendiri dan didampingi oleh para pakar sehingga proses belajar menjadi optimal.
Kampus Menjadi Ruang Uji Pasar
Salah satu bagian menarik dari ekosistem entrepreneurship dalam program ini adalah Mini Exhibition @Creative Corner. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran berbasis praktik sekaligus ruang uji pasar terkontrol bagi bisnis mahasiswa. Melalui pameran di Creative Corner, mahasiswa dapat menguji value proposition, pricing, dan mendapatkan respons konsumen secara langsung sebelum membawa produk atau jasa mereka ke pasar yang lebih luas.
Dengan pengalaman yang terbentu seperti ini, mahasiswa tidak hanya membayangkan bagaimana konsumen akan merespons produk mereka saja, tetapi mereka dapat bertemu langsung dengan konsumen dan belajar dari respons tersebut.
Ratusan Peserta dalam Satu Perjalanan
Pre-Departure menjadi momentum awal untuk memastikan mahasiswa memahami perjalanan yang akan mereka jalani selama mengikuti program Enrichment Certified Entrepreneurship Track. Ratusan mahasiswa dari berbagai progarm studi, diantarannya: Entrepreneurship-Business Creation, Digital Business Innovation, Computer Science, Digital Communication, Visual Communication Design, dan Interior Design mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Keberagaman peserta ini memperlihatkan bahwa entrepreneurship dapat menjadi ruang bertemunya berbagai perspektif dan keahlian dengan tujuan yang sama, membawa mereka untuk menempuh karir sebagai pengusaha yang andal dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, entrepreneurship bukan hanya tentang belajar bagaimana bisnis bekerja, tetapi tentang mengalami sendiri bagaimana sebuah bisnis dibangun. Ketika mahasiswa memiliki ruang untuk mencoba, menguji, memperbaiki, dan kembali mencoba, maka kampus tidak lagi hanya menjadi tempat belajar. Kampus menjadi laboratorium bisnis nyata, tempat ide bertemu pasar, pengalaman membentuk keberanian, dan calon entrepreneur belajar tumbuh melalui bisnis yang mereka bangun sendiri.
BINUS @Malang.. Mbois!!
Comments :