Founder yang Jeli Tidak Hanya Melihat Tren, tetapi Mencari Keuntungan di Baliknya
Teknologi baru, regulasi, perubahan budaya, hingga krisis sering disebut sebagai “peluang”. Namun, Kimjeon dan Davidsson (2022) menawarkan cara melihatnya dengan lebih tajam: perubahan lingkungan hanyalah raw material bagi entrepreneur. Startup tetap harus menemukan bagaimana perubahan tersebut dapat memberikan keuntungan nyata bagi venture. Dengan kata lain, mengetahui bahwa sebuah tren sedang terjadi tidak sama dengan mengetahui bagaimana menghasilkan bisnis darinya.

Hasil review mereka menunjukkan bahwa perubahan eksternal dapat membantu startup melalui banyak mekanisme. Di antara yang paling sering ditemukan adalah resource expansion, legitimation, conservation, demand expansion, uncertainty reduction, serta berbagai mekanisme lain yang berkaitan dengan resources, demand, dan value capture. Sebuah regulasi baru, misalnya, bisa bukan hanya menciptakan pasar baru tetapi juga meningkatkan legitimasi produk. Infrastruktur baru bisa memperluas akses pelanggan sekaligus mengurangi biaya distribusi. Satu perubahan dapat memberikan beberapa keuntungan secara bersamaan.
Yang menarik, keuntungan tersebut tidak selalu mudah terlihat. Framework ini mengenalkan konsep opacity—seberapa sulit manfaat sebuah perubahan dikenali dan agency-intensity, seberapa besar effort, keberanian mengambil risiko, dan resource yang dibutuhkan untuk mengaktifkannya. Peluang yang jelas dan mudah dieksekusi biasanya cepat menarik banyak kompetitor. Sebaliknya, mekanisme yang sulit dilihat dan sulit diwujudkan dapat memiliki risiko tinggi, tetapi juga menawarkan reward lebih besar karena respon kompetitor cenderung lebih lambat.
Karena itu, pertanyaan strategis founder seharusnya bergerak dari “tren apa yang sedang naik?” menjadi “mekanisme apa yang berubah karena tren tersebut?” Apakah biaya menjadi lebih murah? Apakah pelanggan baru menjadi dapat dijangkau? Apakah demand bertambah? Apakah teknologi memungkinkan produk yang sebelumnya tidak mungkin dibuat? Atau apakah perubahan regulasi membuat solusi startup menjadi lebih legitimate? Penelitian ini justru mendorong pengembangan strategically actionable knowledge tentang bagaimana entrepreneur mengidentifikasi dan mengaktifkan potensi dari perubahan eksternal.
Ini juga menjelaskan mengapa dua founder dapat melihat tren yang sama tetapi mendapatkan hasil yang sangat berbeda. Perubahan eksternalnya sama, tetapi kemampuan menemukan mekanisme, memilih timing, dan mengaktifkannya dapat berbeda. Founder terbaik bukan selalu orang yang paling cepat mengikuti tren; sering kali mereka adalah orang yang memahami konsekuensi bisnis dari sebuah perubahan lebih dalam daripada orang lain.
Referensi
Kimjeon, J., & Davidsson, P. (2022). External enablers of entrepreneurship: A review and agenda for accumulation of strategically actionable knowledge. Entrepreneurship Theory and Practice, 46(3), 643–687. https://doi.org/10.1177/10422587211010673
Comments :