Founder sering melihat teknologi dari produknya: aplikasi apa yang perlu dibuat, software apa yang harus digunakan, atau AI apa yang bisa diterapkan. Von Briel et al. (2018) menawarkan cara pandang yang lebih strategis: teknologi digital dapat berfungsi sebagai external enabler, yaitu faktor eksternal yang membuat proses membangun venture menjadi lebih memungkinkan. Penelitian tersebut mengidentifikasi enam mekanisme utama bagaimana teknologi membantu proses penciptaan startup: compression, conservation, expansion, substitution, combination, dan generation.

Dua mekanisme pertama berkaitan dengan efisiensi. Compression berarti teknologi mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk menjalankan suatu aktivitas, sedangkan conservation mengurangi sumber daya yang diperlukan. Automation, cloud services, rapid prototyping, atau berbagai software bisnis dapat membuat sesuatu yang sebelumnya membutuhkan waktu berminggu-minggu dan banyak orang menjadi jauh lebih cepat dan murah. Untuk startup dengan sumber daya terbatas, pertanyaannya menjadi sangat praktis: aktivitas mana yang masih memakan terlalu banyak waktu atau uang dan sebenarnya sudah bisa dikurangi dengan teknologi?

Berikutnya adalah expansion dan substitution. Expansion meningkatkan akses startup terhadap sumber daya, sementara substitution memungkinkan sumber daya lama digantikan dengan alternatif baru. Crowdfunding, misalnya, tidak hanya membuka akses terhadap lebih banyak calon pemberi dana tetapi dalam kondisi tertentu juga dapat menggantikan sebagian fungsi sumber pendanaan tradisional dan market research. Teknologi dengan demikian dapat membantu founder mengurangi ketergantungan terhadap pihak yang sebelumnya dianggap wajib ada dalam sebuah industri.

Dua mekanisme terakhir, combination dan generation, bahkan lebih menarik karena berhubungan dengan penciptaan hal baru. Combination memungkinkan berbagai resources digabungkan menjadi produk, functionality, atau business model baru, sedangkan generation memungkinkan produk yang sudah ada terus menghasilkan bentuk atau fungsi baru. Pada startup hardware, misalnya, cloud computing dan platform digital dapat membuat produk fisik tetap dapat berubah setelah diluncurkan. Artinya, teknologi tidak hanya membuat pekerjaan lebih efisien, tetapi juga dapat mengubah apa yang mungkin dijual oleh startup.

Namun, ada satu insight yang sering terlewat: teknologi harus membantu seluruh perjalanan venture, bukan hanya satu tahap. Von Briel et al. (2018) membagi proses tersebut menjadi prospecting, developing, dan exploiting. Teknologi dapat membantu menemukan kebutuhan pasar, mempercepat pengembangan, hingga membuat produksi dan distribusi lebih scalable. Penulis bahkan berargumen bahwa dampak terbesar terhadap keberhasilan venture muncul ketika teknologi dapat mengurangi hambatan pada beberapa tahapan sekaligus. Jadi, sebelum menambah teknologi baru, founder sebaiknya bertanya: hambatan bisnis mana yang sebenarnya ingin saya hilangkan?

Referensi

von Briel, F., Davidsson, P., & Recker, J. (2018). Digital technologies as external enablers of new venture creation in the IT hardware sector. Entrepreneurship Theory and Practice, 42(1), 47–69. https://doi.org/10.1177/1042258717732779