Dalam banyak startup, founder adalah pusat gravitasi. Visi, arah strategi, bahkan kultur organisasi sering kali sangat dipengaruhi oleh keyakinan dan intuisi pribadi pendirinya. Ini bisa menjadi kekuatan besar. Namun ketika keputusan strategis lebih didorong oleh ego pribadi dibanding kepentingan pemangku kepentingan yang lebih luas, muncul pertanyaan etis yang serius. Apakah keputusan tersebut benar karena menguntungkan perusahaan dan ekosistemnya, atau sekadar memuaskan ambisi individu?

Teori egoisme dalam etika menempatkan kepentingan diri sebagai dasar pengambilan keputusan. Dalam konteks startup, pendekatan ini bisa muncul dalam bentuk mempertahankan kontrol penuh meskipun investor menyarankan perubahan, menolak pivot karena takut dianggap salah, atau mengambil risiko besar demi reputasi pribadi sebagai visionary founder. Secara teori, jika kepentingan diri selaras dengan kesuksesan perusahaan, maka tidak ada masalah. Namun keselarasan itu tidak selalu otomatis terjadi.

Dari perspektif etika yang lebih luas, keputusan strategis perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap stakeholder seperti karyawan, investor, pengguna, dan mitra. Ketika ego founder mengarah pada keputusan yang merugikan tim atau membahayakan keberlanjutan bisnis, maka legitimasi moralnya patut dipertanyakan. Etika bisnis mengajarkan bahwa argumentasi keputusan harus dapat dipertanggungjawabkan secara rasional, bukan hanya dibenarkan oleh posisi kekuasaan.

Pada akhirnya, kepemimpinan yang matang bukan berarti menghilangkan ambisi pribadi, melainkan menempatkannya dalam kerangka tanggung jawab kolektif. Founder yang mampu menyeimbangkan dorongan ego dengan pertimbangan stakeholder akan membangun organisasi yang lebih stabil dan dipercaya. Dalam ekosistem startup yang kompetitif, integritas kepemimpinan sering kali menjadi faktor pembeda antara pertumbuhan yang rapuh dan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Referensi: Brusseau, J. (2012). Business Ethics (v.1.0). Chapter 3: Theories of Consequence Ethics; Chapter 8: Manager’s Ethics: Getting, Promoting, and Firing Workers; Chapter 9: Manager’s Ethics: Deciding on a Corporate Culture and Making It Work.