Startup berbasis AI dan big data hidup dari satu bahan bakar utama, yaitu informasi pengguna. Setiap klik, lokasi, preferensi, hingga pola perilaku menjadi input untuk algoritma yang semakin cerdas. Secara bisnis, ini masuk akal. Semakin presisi data, semakin personal layanan, semakin tinggi konversi. Namun dalam perspektif etika, pertanyaannya lebih dalam: apakah pengguna diperlakukan sebagai subjek yang dihormati, atau sekadar objek yang dimonetisasi? Di sinilah pendekatan Kantian ethics yang berbasis kewajiban dan penghormatan terhadap martabat manusia menjadi relevan.

Immanuel Kant menekankan bahwa manusia tidak boleh diperlakukan hanya sebagai alat untuk mencapai tujuan, melainkan harus dihormati sebagai tujuan itu sendiri. Jika prinsip ini diterapkan pada produk digital, maka transparansi, persetujuan yang benar-benar dipahami, dan kontrol atas data pribadi menjadi kewajiban moral, bukan sekadar kepatuhan regulasi. Mengubur klausul privasi dalam teks panjang yang sulit dipahami mungkin sah secara hukum, tetapi belum tentu etis jika pengguna tidak benar-benar mengerti implikasinya.

Dalam praktik startup, godaan untuk mengoptimalkan data sering kali besar. Selama tidak melanggar hukum dianggap aman. Namun Kantian ethics tidak berhenti pada legalitas. Ia bertanya apakah tindakan tersebut dapat dijadikan prinsip universal. Jika semua perusahaan mengumpulkan dan memanfaatkan data secara samar tanpa transparansi penuh, apakah kita masih merasa dihormati sebagai individu? Pertanyaan ini memaksa founder dan product team untuk melampaui pola pikir compliance menuju tanggung jawab moral.

Pada akhirnya, kepercayaan adalah mata uang utama ekonomi digital. Startup yang sejak awal merancang produknya dengan prinsip penghormatan terhadap pengguna akan membangun reputasi yang lebih kokoh. Etika berbasis kewajiban mungkin tampak membatasi kreativitas monetisasi, tetapi dalam jangka panjang justru melindungi keberlanjutan bisnis itu sendiri.

Referensi: Brusseau, J. (2012). Business Ethics (v.1.0). Chapter 2: Theories of Duties and Rights; Chapter 12: The Selling Office: Advertising and Consumer Protection; Chapter 1: What Is Business Ethics?