Dalam ekosistem startup, pitch deck sering kali menjadi alat utama untuk menarik investor. Founder dituntut menunjukkan visi besar, potensi pasar luas, dan proyeksi pertumbuhan yang impresif. Di titik ini muncul pertanyaan etis yang klasik namun relevan: sejauh mana optimisme boleh dibesar-besarkan? Apakah proyeksi agresif dan klaim ambisius termasuk strategi komunikasi yang sah, atau sudah masuk wilayah manipulasi? Dunia startup modern menghadapi versi baru dari perdebatan lama tentang bluffing dalam bisnis.

Sebagian berargumen bahwa dalam konteks pitching, semua pihak memahami adanya unsur spekulasi. Investor tahu bahwa proyeksi adalah estimasi, bukan jaminan. Jika semua orang menyadari permainan ini, maka overclaiming dianggap bagian dari dinamika kompetisi. Namun pendekatan ini berisiko ketika klaim tidak lagi berbasis data yang masuk akal. Dalam kerangka etika, perbedaan antara optimisme strategis dan misrepresentasi terletak pada niat dan transparansi. Jika informasi disajikan dengan maksud menyesatkan, maka prinsip kejujuran dilanggar.

Teori kewajiban menekankan pentingnya berkata benar dan menghormati pihak lain sebagai pengambil keputusan rasional. Investor berhak membuat keputusan berdasarkan informasi yang jujur dan proporsional. Di sisi lain, pendekatan konsekuensialis akan menilai dari dampaknya. Jika overclaiming berujung pada kegagalan produk, hilangnya dana, dan rusaknya reputasi ekosistem, maka tindakan tersebut sulit dibenarkan dari perspektif manfaat jangka panjang.

Pada akhirnya, reputasi founder adalah aset yang tidak mudah dipulihkan. Dalam dunia digital yang terhubung, informasi menyebar cepat dan rekam jejak sulit dihapus. Pitch yang kuat tidak harus dibangun di atas hiperbola, melainkan pada argumentasi yang logis, data yang kredibel, dan visi yang konsisten. Startup yang memilih integritas sebagai fondasi komunikasi akan membangun kepercayaan yang jauh lebih bernilai dibandingkan sekadar memenangkan satu putaran pendanaan.

Referensi: Brusseau, J. (2012). Business Ethics (v.1.0). Chapter 1: What Is Business Ethics?; Chapter 2: Theories of Duties and Rights; Chapter 3: Theories of Consequence Ethics; Chapter 12: The Selling Office: Advertising and Consumer Protection.