Teori kewirausahaan tradisional cenderung menempatkan founder sebagai pusat pengambilan keputusan dan sumber utama agency. Dalam digital entrepreneurship, asumsi ini semakin sulit dipertahankan. Platform digital dan ekosistem terbuka memungkinkan banyak aktor berkontribusi pada pembentukan dan pengembangan peluang.

Entrepreneurial agency menjadi terdistribusi di antara developer, pengguna, komunitas, dan bahkan algoritma. Siapa yang dapat berpartisipasi sering kali ditentukan oleh aturan platform, tingkat keterbukaan teknologi, dan mekanisme tata kelola ekosistem. Dengan demikian, agency bukan hanya persoalan individu, tetapi juga desain sistem digital.

Dalam konteks platform digital, keputusan strategis sering kali diambil melalui interaksi banyak aktor dengan kepentingan yang berbeda. Hal ini menantang pandangan klasik tentang kontrol dan kepemilikan peluang, serta menimbulkan bentuk ketidakpastian baru yang bersifat kolektif.

Implikasinya, riset kewirausahaan perlu memperluas unit analisisnya dari individu ke ekosistem. Pendekatan ini memungkinkan pemahaman yang lebih realistis tentang bagaimana peluang digital dibentuk, dinegosiasikan, dan dijalankan dalam praktik.

Referensi utama:
Nambisan (2017); Tiwana et al. (2010); Aldrich (2014)