Ketika entrepreneurial agency menjadi terdistribusi, pertanyaan kunci bukan lagi siapa entrepreneur tunggalnya, tetapi bagaimana partisipasi dikelola. Digital infrastructure menyediakan affordances dan constraints yang membentuk cara aktor berkontribusi dalam proses kewirausahaan. Dengan kata lain, teknologi tidak netral, tetapi mengarahkan pola interaksi.

Architecture of participation menjadi konsep penting untuk memahami bagaimana ide, sumber daya, dan keputusan dikumpulkan secara kolektif. Desain fitur digital, seperti mekanisme komentar, voting, atau kolaborasi, mempengaruhi kualitas kontribusi dan arah perkembangan peluang bisnis.

Dalam praktik, kurangnya pengelolaan affordances dapat menyebabkan fragmentasi ide atau stagnasi proses, seperti yang terlihat pada komunitas online yang mengalami konflik atau kelelahan partisipan. Sebaliknya, desain partisipasi yang tepat dapat mempercepat pembelajaran dan inovasi kolektif.

Dengan mengintegrasikan perspektif affordances, effectuation, dan narrative, studi digital entrepreneurship dapat menjelaskan bagaimana peluang tidak hanya diciptakan, tetapi juga diceritakan, dinegosiasikan, dan distabilkan melalui interaksi digital. Ini membuka ruang riset baru tentang dinamika kolektif dalam kewirausahaan digital.

Referensi utama:
Nambisan (2017); Leonardi (2011); Majchrzak & Markus (2014)