{"id":892,"date":"2023-04-28T10:26:34","date_gmt":"2023-04-28T03:26:34","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/?p=892"},"modified":"2023-04-28T10:26:34","modified_gmt":"2023-04-28T03:26:34","slug":"tanaman-indoor-untuk-dekorasi-interior","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/2023\/04\/28\/tanaman-indoor-untuk-dekorasi-interior\/","title":{"rendered":"Tanaman Indoor untuk Dekorasi Interior"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Desain Interior mempunyai berbagai elemen pembentuk dan pendukung yang beragam. Salah satunya adalah dekorasi. Dekorasi berasal dari kata dalam bahasa Inggris <em>\u201cdecorate\u201d<\/em> yang mempunyai arti \u201cmenghiasi\u201d sehingga ditemui makna dekorasi adalah suatu objek atau dapat berupa suatu kegiatan dengan menggunakan objek tertentu yang bertujuan untuk menghias dan memperindah sesuatu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dekorasi erat kaitannya dengan suatu objek yang digunakan sebagai media dalam menghias sesuatu. Menghias yang berarti \u201cmemberikan hiasan\u201d cenderung mengarah kepada objek yang memiliki fungsi estetis saja tanpa mempunyai fungsi aplikatif di dalamnya. Objek dekorasi dalam interior dapat berupa ornamen, pemilihan warna, tekstur ataupun bentukan tertentu. Objek yang digunakan juga beragam, mayoritas dibedakan menjadi dua, yaitu bentukan fabrikasi dan alami. Bentukan fabrikasi banyak menggunakan unsur buatan yang diperoleh dari hasil buatan manusia, contohnya adalah vas, lukisan, keramik. Sedangkan bentukan alami adalah murni menggunakan unsur alam, contohnya tumbuhan, kayu, kulit hewan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Manusia sebagai <em>interior user<\/em> sudah sejak lama memanfaatkan tumbuhan untuk dekorasi interior. Umumnya tumbuhan yang digunakan adalah jenis tanaman <em>indoor<\/em> yang mempunyai sifat \u201ctidak rewel\u201d dengan kebutuhan cahaya matahari yang minim, adaptasi terhadap suhu, kelembaban dan sirkulasi udara yang baik untuk dapat hidup di dalam ruang. Warna hijau segar dan kemampuan untuk menyerap polutan menjadikan tanaman <em>indoor<\/em> mampu memberi nuansa segar, sehat dan asri dalam ruangan. Beberapa tanaman <em>indoor<\/em> yang banyak digemari antara lain peace lily, sansivera, sirih gading, anthurium, kaktus, monstera.<img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-894 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2023\/04\/Screenshot-2023-04-28-102348.png\" alt=\"\" width=\"702\" height=\"268\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2023\/04\/Screenshot-2023-04-28-102348.png 888w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2023\/04\/Screenshot-2023-04-28-102348-300x115.png 300w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2023\/04\/Screenshot-2023-04-28-102348-768x293.png 768w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2023\/04\/Screenshot-2023-04-28-102348-480x183.png 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 702px) 100vw, 702px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Jenis tanaman <em>indoor<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Sumber: https:\/\/id.pinterest.com\/pin\/133841420161307513\/<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Penggunaan tanaman <em>indoor<\/em> untuk dekorasi interior selaras dengan D.K. Ching (2002) yang mengemukakan tujuan desain interior untuk pengembangan fungsi, pengayaan estetis dan peningkatan psikologi ruang interior. Tanaman <em>indoor<\/em> mempunyai kemampuan untuk menyerap polutan serta radikal bebas yang terdapat dalam ruang sehingga memiliki fungsi sebagai alat membantu meningkatkan kesehatan udara dalam ruang. Secara estetis, tanaman <em>indoor<\/em> memberi kesan sejuk, asri dan alami dalam ruang. Dampak psikologis yang dihasilkan juga positif, keberadaan tanaman hidup dapat memberi nuansa kehidupan pada sebuah ruang. Akhirnya dengan berbagai manfaat serta efek positif dari penggunaan tanaman <em>indoor<\/em> sebagai dekorasi interior tersebut, manusia sebagai pengguna ruang interior menjadi merasa lebih nyaman untuk beraktivitas dalam ruang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Daftar pustaka:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/staffnew.uny.ac.id\/upload\/132259217\/penelitian\/ANTARA+DESAIN+INTERIOR+DAN+DEKORASI+INTERIOR.pdf\"><em>http:\/\/staffnew.uny.ac.id\/upload\/132259217\/penelitian\/ANTARA+DESAIN+INTERIOR+DAN+DEKORASI+INTERIOR.pdf<\/em><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/tanaman-dalam-ruangan\/\"><em>https:\/\/www.gramedia.com\/best-seller\/tanaman-dalam-ruangan\/<\/em><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>\u00a0<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Desain Interior mempunyai berbagai elemen pembentuk dan pendukung yang beragam. Salah satunya adalah dekorasi. Dekorasi berasal dari kata dalam bahasa Inggris \u201cdecorate\u201d yang mempunyai arti \u201cmenghiasi\u201d sehingga ditemui makna dekorasi adalah suatu objek atau dapat berupa suatu kegiatan dengan menggunakan objek tertentu yang bertujuan untuk menghias dan memperindah sesuatu. Dekorasi erat kaitannya dengan suatu objek [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":41,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-892","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/892","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/users\/41"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=892"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/892\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":895,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/892\/revisions\/895"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=892"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=892"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=892"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}