{"id":703,"date":"2022-09-02T14:26:57","date_gmt":"2022-09-02T07:26:57","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/?p=703"},"modified":"2022-09-02T14:27:30","modified_gmt":"2022-09-02T07:27:30","slug":"metode-design-thinking-pada-perancangan-interior","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/2022\/09\/02\/metode-design-thinking-pada-perancangan-interior\/","title":{"rendered":"METODE DESIGN THINKING PADA PERANCANGAN INTERIOR"},"content":{"rendered":"<p>Banyak diantara kita yang bergerak di bidang desain, sudah sering mendengar istilah \u201cDesign Thinking\u201d sebagai sebuah teknik dalam mengembangkan suatu konsep desain. Namun, seberapa jauh kita mengetahui apakah itu Design Thinking dan bagaimana penerapannya dalam sebuah proses desain?.<\/p>\n<p>Design Thinking adalah sebuah proses, pendekatan, atau metode berpikir untuk mencari suatu solusi yang inovatif atas suatu permasalahan dengan cara yang kreatif dan berfokus pada sisi manusia. Metode Design Thinking itu sendiri memiliki alur khusus dalam proses berpikir yang adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Emphatize<\/li>\n<\/ol>\n<p>Pada tahapan ini, seorang desainer harus belajar untuk memahami kebutuhan klien dengan baik. Konsep<em> emphatize<\/em> disini adalah seorang desainer harus memiliki keahlian untuk untuk berusaha membayangkan bagaimana perasaan atau tindakan Anda jika Anda berada dalam situasi yang sama dengan orang yang dituju, dalam hal ini adalah klien.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>Define<\/li>\n<\/ol>\n<p>Pada tahapan ini, data yang terkumpul pada tahapan emphatize untuk selanjutnya dipilah, dianalisa dan disimpulkan dalam sebuah mindmap sehingga menjadi sebuah problem statement yang spesifik.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><\/li>\n<\/ol>\n<p>Tahapan ini adalah tahapan eksperimental dimana hasil problem statement tersebut dikembangkan kedalam brainstorming ide solusi-solusi yang tanpa batas \/ out of the box. Inovasi desain muncul dalam tahapan ini, selama tidak terlalu banyak batasan-batasan ide yang diterapkan.<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li>Prototype<\/li>\n<\/ol>\n<p>Tahapan ini adalah tahapan eksperimental dimana ide-ide yang sudah disusun dijadikan prototype\/purwarupa dalam bentuk fisik, sehingga dapat dilihat, diuji, dan dianalisis secara langsung. Dalam membuat prototype, harus dapat diputuskan dengan baik jenis prototype yang akan dibuat dan dijadikan sample.<\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li>Test<\/li>\n<\/ol>\n<p>Prototype yang telah dibuat harus ditest untuk meminimalisasi kegagalan produksi dan apabila ada kesalahan, desainer dapat kembali ke tahap sebelumnya untuk melakukan iterasi, perubahan, dan penyempurnaan lebih lanjut<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-704\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2022\/09\/Capture5.jpg\" alt=\"\" width=\"853\" height=\"510\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2022\/09\/Capture5.jpg 853w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2022\/09\/Capture5-300x179.jpg 300w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2022\/09\/Capture5-768x459.jpg 768w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2022\/09\/Capture5-480x287.jpg 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 853px) 100vw, 853px\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyak diantara kita yang bergerak di bidang desain, sudah sering mendengar istilah \u201cDesign Thinking\u201d sebagai sebuah teknik dalam mengembangkan suatu konsep desain. Namun, seberapa jauh kita mengetahui apakah itu Design Thinking dan bagaimana penerapannya dalam sebuah proses desain?. Design Thinking adalah sebuah proses, pendekatan, atau metode berpikir untuk mencari suatu solusi yang inovatif atas suatu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":41,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-703","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/703","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/users\/41"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=703"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/703\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":705,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/703\/revisions\/705"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=703"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=703"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=703"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}