{"id":600,"date":"2022-04-01T10:35:45","date_gmt":"2022-04-01T03:35:45","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/?p=600"},"modified":"2022-04-01T10:35:45","modified_gmt":"2022-04-01T03:35:45","slug":"desain-furniture-modern-mies-van-der-rohe","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/2022\/04\/01\/desain-furniture-modern-mies-van-der-rohe\/","title":{"rendered":"Desain Furniture Modern: Mies Van der Rohe"},"content":{"rendered":"<p>By: Bambang Kartono K.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Desain furniture moden telah mengubah desain furniture abad ke-19 yang memiliki karakteristik tradisional menjadi lebih baru, orisinal, praktis dan menampilkan metode konstruksi yang lebih ekonomis. Furniture modern menggunakan bahan yang lebih ringan, fleksibel. Fungsi furniture sebelum era modern menekankan pada peran kekuasaan dalam status social, berubah menjadi digunakan bagi semua orang sesuai fungsionalnya. \u00a0furniture modern telah berkembang pada awal abad ke-20 banyak mengalami perubahan-perubahan besar, terutama pengaruh munculnya gerakan Art-Nouveau dan Art &amp; Craft, munculnya pengaruh pendidikan arsitektur, seni dan desain di Eropa seperti sekolah Werkbund dan Bauhaus dan gerakan modernism di Eropa seperti aliran De Stijl. Furnitur Modern diciptakan oleh para desainer dengan tampilan \u00a0mengutamakan keseimbangan antara estetika dan fungsi. furniture dibuat lebih praktis namun tetap menarik memiliki kebaruan dalam bentuk, tekstur, warna, dan material. Para desainer menunjukan cara berfikir baru tentang furniture, banyak terobosan dengan menggunakan material baru dalam rancangan mereka seperti penggunaan bahan logam, kayu lapis dengan teknik cetak \u00a0maupun menggunakan material dari bahan plastik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Desainer Furnitur Modern<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Berikut adalah salah satu tokoh Desainer furniture yang memiliki pengaruh penting bagi awal perkembanagan desain furnitur modern yaitu Ludwig Mies van der rohe (1886 \u2013 1969) seorang Arsitek yang pernah berperan untuk belajar pada sekolah Werkbun dan Bauhaus. Pada masa lalu Mies van der rohe menggunakan material baja yang terinspirasi dari sebuah sepeda dan mengabaikan tradisi dalam pembuatan furnitur. Pada masa itu karyanya telah mengejutkan sebagian orang dengan mottonya \u201cLess is More\u201cLudwig Mies van der Rohe berusaha menciptakan furniture yang didasarkan pada kejujuran material dan integritas struktural. Karya furniturnya menawarkan kombinasi bentuk yang sempurna antara kesederhanaan dan keanggunan. Fokusnya pada integritas struktural yang menghasilkan statemen furniture yang tampilan furniture terlihat bersih dan sederhana<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-large wp-image-601 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2022\/04\/1-1-1024x455.png\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"455\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2022\/04\/1-1-1024x455.png 1024w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2022\/04\/1-1-300x133.png 300w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2022\/04\/1-1-768x341.png 768w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2022\/04\/1-1-480x213.png 480w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2022\/04\/1-1.png 1260w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Desain furniture pertamanya yang diberi nama wassily chair dibuat pada tahun 1925 di Dessau Jerman merupakan karya furniture revolusioner dengan menggunakan bahan baru seperti baja berbentuk tabung dan tali kulit,penampilan desainnya berkesan abstrak dan bentuk yang tipis dan simetris. Karya furniture lainnya yaitu Bercelona chair karya dari Ludwig Mies van der Rohe dibuat tahun 1929 merupakan furniture yang sampai saaat ini masih diproduksi dan masih popular digunakan. karya ini memenangkan penghargaan dari Musium of Modern Art (MOMA) pada tahun 1977 dengan status sebagai furnitur dan seni fungsional. Karya Bercelona chair terinspirasi oleh tumpuan kaki berbentuh huru \u201cX\u201d yang digunakan oleh orang romawi dan kursi lipat yang digunakan pada era jaman kuno di Mesir. \u00a0Kursi Bercelona juga \u00a0dilengkapi sandaran terbuat dari bahan kulit khususnya kulit sapi volo spinneyback.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-602\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2022\/04\/2-1-1024x621.png\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"621\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2022\/04\/2-1-1024x621.png 1024w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2022\/04\/2-1-300x182.png 300w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2022\/04\/2-1-768x465.png 768w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2022\/04\/2-1-480x291.png 480w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2022\/04\/2-1.png 1104w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Brno chair merupakan karya Mies van der Rohe dirancang tahun 1930 untuk Rumah Tugendhatnya di Brno, Republik Ceko, Kursi Brno mencerminkan kesederhanaan yang inovatif dari lingkungan aslinya. Desainnya terkenal karena profilnya yang ramping, garis yang bersih, dan perhatian yang cermat terhadap detail<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Desain furnitur modern umumnya dipilih karena kepraktisan, daya tahan, dan fungsionalnya. Selera orang terhadap desain furnitur pasti berubah dan berkembang seiiring berjalannya waktu. Pengaruh utama dalam desain furnitu modern yaitu menampilkan pemikiran yang bebas, kemandirian dan kesederhanaan adaah. Kita dapat belajar dari tokoh desainer modern Mies van der Rohe yang tetap menghormati dan mendapatkan inspirasi dari kontribusi desain furnitur masa lalu. Banyak desain ikonik yang diciptakan selama pertengahan abad terakhir, tetapi masih berfungsi untuk mendefinisikan dalam konsep desain furnitur modern.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Sumber:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>https:\/\/www.bing.com\/search?q=modern+furniture+history&amp;qs=SC&amp;pq=modern+furniture+histori&amp;sc=1-24&amp;cvid=B5546B187F534CDFBFF9902227BBD6D3&amp;FORM=QBRE&amp;sp=1&amp;ghc=1<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>https:\/\/www.knoll.com\/product\/brno-chair-tubular<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>By: Bambang Kartono K. Desain furniture moden telah mengubah desain furniture abad ke-19 yang memiliki karakteristik tradisional menjadi lebih baru, orisinal, praktis dan menampilkan metode konstruksi yang lebih ekonomis. Furniture modern menggunakan bahan yang lebih ringan, fleksibel. Fungsi furniture sebelum era modern menekankan pada peran kekuasaan dalam status social, berubah menjadi digunakan bagi semua orang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":41,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-600","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/600","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/users\/41"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=600"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/600\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":603,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/600\/revisions\/603"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=600"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=600"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=600"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}