{"id":519,"date":"2021-05-20T09:00:18","date_gmt":"2021-05-20T02:00:18","guid":{"rendered":"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/?p=519"},"modified":"2024-09-20T15:41:08","modified_gmt":"2024-09-20T08:41:08","slug":"mengenal-material-rotan-untuk-furniture","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/2021\/05\/20\/mengenal-material-rotan-untuk-furniture\/","title":{"rendered":"Mengenal Material Rotan untuk Furniture"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><strong>By: Bambang Kartono K.<\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-521\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2021\/05\/Picture1-300x166.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"388\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2021\/05\/Picture1-300x166.jpg 300w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2021\/05\/Picture1.jpg 375w\" sizes=\"auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/p>\n<h2 style=\"text-align: left\"><strong>Mengenal Material Rotan yang Digunakan Sebagai Furniture<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Indonesia dikenal sebagai salah satu negara penghasil rotan terbesar di dunia. Sekitar 85 % atau setara dengan sekitar 622.000 ton\/tahun bahan rotan mentah dunia, berasal dari Indonesia dan dihasilkan dari di kawasan hutan Pulau Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Bahan baku rotan merupakan sumber hayati dari hasil hutan selain kayu yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Potensi bahan rotan tergolong cukup baik bagi ekologi hutan, sehingga rotan juga dikenal sebagai material <em>green product<\/em>. Rotan merupakan salah satu tanaman jenis gulma yang secara alami tumbuh merambat pada batang pohon di hutan. Produk furniture berbahan rotan dianggap lebih ramah lingkungan jika dibandingkan dengan produk dengan material lain seperti bahan kayu.<\/p>\n<h2><b>Apa itu Rotan?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Rotan adalah jenis tanaman merambat yang tumbuh di daerah tropis, terutama di Asia Tenggara. Tanaman ini termasuk dalam keluarga palma dan memiliki batang yang fleksibel namun kuat. Rotan dikenal karena kemampuannya untuk dibentuk menjadi berbagai desain yang menarik, membuatnya ideal untuk furniture dan dekorasi rumah.<\/span><\/p>\n<h2><b>Karakteristik Rotan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Rotan memiliki beberapa karakteristik yang membuatnya menonjol dibandingkan dengan material lainnya:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Fleksibilitas<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Batang rotan yang lentur memungkinkan desainer untuk menciptakan berbagai bentuk furniture yang unik dan estetis.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Ringan<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Meskipun kuat, rotan tergolong ringan, sehingga furniture dari material ini mudah dipindahkan dan diatur.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Tahan Lama<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Dengan perawatan yang baik, furniture rotan dapat bertahan lama, bahkan dalam kondisi cuaca yang beragam.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Ramah Lingkungan<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Rotan adalah material yang dapat diperbaharui dan lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan kayu keras, karena pertumbuhannya yang cepat dan mudah dipanen.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><strong>Rotan Indonesia<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Terdapat 312 spesies rotan di Indonesia. Beberapa rotan yang diperdagangkan yaitu: Rotan Manau (<em>Calamus manan\u00a0<\/em>Miq), Rotan Tohiti (<em>Calamus inops\u00a0<\/em>Becc.), Rotan Batang (<em>Calamus zollingeri\u00a0<\/em>Becc.), Mandola, Tabu-Tabu, Suti, Sega, Lambang, Blubuk, Jawa, Pahit, Kubu, Lacak, Slimit, Cacing (<em>Calamus melanoloma Mart<\/em>), Semambu, serta Pulut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Karakteristik bentuk bahan rotan beruas ruas panjang, tidak berongga, warna pada batang rotan sangat bervariasi bergantung pada jenis rotan. Diameter rotan biasanya mulai dari ukuran 2-5 cm. Bahan batang rotan dengan diameter besar digunakan sebagai konstruksi furniture sedangkan diameter kecil digunakan untuk pengikat dan anyaman. Kita perlu memperhatikan dan mempertimbangkan konstruksi yang baik, agar furniture yang terbuat dari bahan rotan dapat bertahan hingga bertahun-tahun. Konstruksi kursi rotan pada umumnya berupa bentuk yang dilengkungkan dan system sambungan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-521 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2021\/05\/Picture1.jpg\" alt=\"\" width=\"483\" height=\"268\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2021\/05\/Picture1.jpg 375w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2021\/05\/Picture1-300x166.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 483px) 100vw, 483px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Sumber: http:\/\/agroindonesia.co.id\/<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Berikut jenis rotan yang digunakan untuk furniture yaitu: 1) Batang Rotan, memiliki\u00a0\u00a0 diameter besar dan digunakan sebagai struktur furniture, 2) Rotan Pietried, memiliki ukuran diameter kecil umumnya digunakan untuk melapisi furniture dengan anyaman, 3) Rotan core, sifatnya sangat lentur sering digunakan untuk anyaman, 4) Rotan Lasio\/Pheel, digunakan untuk menutupi sambungan rangka rotan dan memperkuat dudukan pada rangka, dan 5) Rotan Sanned Pee, bahan rotan dari inti rotan yang telah diirit tipis menyerupai lasio\/pheel.<\/p>\n<h2><b>Proses Produksi Furniture Rotan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Proses pembuatan furniture dari rotan melibatkan beberapa langkah penting:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Pengambilan dan Pemilihan Rotan<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Rotan biasanya dipanen dari hutan dan harus melalui proses pemilihan untuk memastikan kualitasnya. Hanya batang yang kuat dan sehat yang akan dipilih.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Pengeringan<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Setelah dipanen, rotan harus dikeringkan untuk mengurangi kadar air dan mencegah pembusukan. Proses ini bisa dilakukan secara alami atau dengan menggunakan mesin.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Pengolahan<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Rotan yang telah dikeringkan kemudian dipotong dan dibentuk sesuai dengan desain furniture. Pada tahap ini, fleksibilitas rotan sangat membantu dalam menciptakan bentuk yang diinginkan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Penyelesaian<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Setelah proses pengolahan, furniture rotan biasanya dilapisi dengan bahan pelindung untuk meningkatkan daya tahan dan memberikan tampilan yang menarik.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><b>Tips Merawat Furniture Rotan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Agar furniture rotan Anda tetap awet dan terlihat indah, berikut adalah beberapa tips perawatan yang bisa diterapkan:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Bersihkan Secara Rutin<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Gunakan kain lembab untuk membersihkan debu dan kotoran. Hindari penggunaan bahan kimia yang keras, karena dapat merusak permukaan rotan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Hindari Kelembapan Berlebih<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Tempatkan furniture rotan di area yang tidak terlalu lembap. Jika menggunakan di luar ruangan, pastikan untuk melindunginya dari hujan atau sinar matahari langsung.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Lakukan Pengecatan Ulang<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Jika cat atau pelindung pada furniture mulai pudar, lakukan pengecatan ulang untuk melindungi rotan dari kerusakan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Simpan dengan Benar<\/b>: Jika tidak digunakan dalam waktu lama, simpan furniture rotan di tempat yang kering dan teduh untuk mencegah kerusakan.<\/li>\n<\/ol>\n<h2><b>Penggunaan Rotan dalam Desain Interior<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Furniture rotan tidak hanya terbatas pada kursi dan meja. Material ini juga dapat digunakan untuk berbagai elemen desain interior, seperti:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Aksesori Dekoratif<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Keranjang rotan, lampu gantung, dan hiasan dinding menjadi pilihan menarik untuk mempercantik ruang.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Kombinasi dengan Material Lain<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Rotan dapat dipadukan dengan material lain seperti kayu, metal, dan kain untuk menciptakan tampilan yang lebih modern dan beragam.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Ruang Outdoor<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: Furniture rotan sangat cocok untuk teras atau taman, memberikan nuansa alami dan nyaman.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><strong>Desain Furniture Rotan <\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Rotan banyak digunakan sebagai bahan baku furniture untuk difungsikan sebagai kebutuhan perabotan sehari-hari. Material rotan banyak dipilih para desainer dan industry karena memiliki sifat bahan yang elastis dengan bobotnya yang ringan, namun tetap kuat, tidak mudah rusak, dapat bertahan lama serta mudah untuk perawatannya sehingga banyak variasi kreasi desain dapat diproduksi.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-522 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2021\/05\/Picture2.jpg\" alt=\"\" width=\"502\" height=\"336\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2021\/05\/Picture2.jpg 308w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2021\/05\/Picture2-300x201.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 502px) 100vw, 502px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Sumber: https:\/\/lifestyle.kompas.com\/Kahfi Dirga Cahya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sebagai contoh, perusahaan terkenal dengan Brand IKEA memproduksi furniture dengan bahan rotan yang telah lama karena produknya banyak diminati pasar global . Bahan rotan mudah dibentuk menjadi berbagai karakter pada desain.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-520 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2021\/05\/Picture3.png\" alt=\"\" width=\"588\" height=\"355\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2021\/05\/Picture3.png 323w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2021\/05\/Picture3-300x181.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 588px) 100vw, 588px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><u>Sumber : <\/u>https:\/\/www.qhomemart.com\/<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Keunikan bahan baku rotan dibanding material lainnya untuk dijadikan furniture yaitu karena rotan memiliki sifat elastis, lentur, dan mudah dibentuk, sehingga dapat dibuat dalam berbagai macam bentuk sesuai gaya desain furniture rotan seperti dibuat dengan gaya klasik, gaya modern, dan kontemporer dengan finishing natural maupun kombinasi material yang sangat menarik dan fungsional untuk digunakan dalam sebuah elemen interior.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\"><strong>Penutup<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Sumber daya bahan rotan Indonesia sangat berlimpah, dengan kualitas yang terbaik, jenis yang beragam dapat di budidayakan dengan mudah dan memiliki kategori sebagai produk ramah lingkungan. Namun demikian, potensi produksi yang dihasilkan produsen rotan jika dibandingkan dengan daya serap industry rotan domestik tergolong masih rendah. Bahan baku rotan merupakan salah satu hasil hutan non-kayu yang dapat dimanfaatkan sebagai penunjang aktivitas kebutuhan masyarakat sehari-hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pemanfaatan bahan rotan untuk furniture memiliki keunggulan di banding material lainnya dan jika dikelola dengan bijaksana akan dapat menyumbang devisa dan ekonomi nasional. Bahan rotan memiliki nilai tambah dari segi estetis, tekstur dan anyamannya bila sudah menjadi furniture dan dapat dibuat dengan bermacam gaya desain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Reference<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">https:\/\/www.forda-mof.org\/index.php\/berita\/post\/1970<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">https:\/\/www.kemenperin.go.id\/artikel\/471\/Pengembangan-Industri-Pengolahan-Rotan-Indonesia<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">https:\/\/media.neliti.com\/media\/publications\/220837-desain-kursi-berbahan-baku-rotan-dari-ma.pdf<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">https:\/\/www.rumahkuunik.com\/2017\/07\/55-model-kursi-rotan-modern-nan-elegan.html<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">orpro.org\/index.php\/detail_download\/92\/atlas-rotan-indonesia-jilid-ii<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>By: Bambang Kartono K. Mengenal Material Rotan yang Digunakan Sebagai Furniture Indonesia dikenal sebagai salah satu negara penghasil rotan terbesar di dunia. Sekitar 85 % atau setara dengan sekitar 622.000 ton\/tahun bahan rotan mentah dunia, berasal dari Indonesia dan dihasilkan dari di kawasan hutan Pulau Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Bahan baku rotan merupakan sumber [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":41,"featured_media":521,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-519","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/519","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/users\/41"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=519"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/519\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1979,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/519\/revisions\/1979"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/media\/521"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=519"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=519"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=519"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}