{"id":329,"date":"2021-04-06T13:33:48","date_gmt":"2021-04-06T06:33:48","guid":{"rendered":"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/?p=329"},"modified":"2024-09-23T10:03:53","modified_gmt":"2024-09-23T03:03:53","slug":"macam-jenis-jendela","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/2021\/04\/06\/macam-jenis-jendela\/","title":{"rendered":"Macam Jenis Jendela"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><strong>by : Baskoro Azis, S.T., M.T.<\/strong><\/p>\n<p>Banyak jenis rumah yang membutuhkan bukaan seperti jendela yang disesuaikan dengan gaya bangunan dan interior untuk memberikan kesan visual yang menarik. Tahukah anda ada beberapa jenis jendela yang mungkin akan membuat anda tertarik untuk di aplikasikan di bangunan anda.<\/p>\n<h2>Berikut macam jenis jendela:<\/h2>\n<h3><strong>1. Jendela Nako atau Krepyak<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Jendela nako atau biasa disebut juga dengan\u00a0jendela\u00a0krepyak. disebut jendela krepyak karena saat dibuka akan mencul suara \u2018krepyak\u2019 dari kaca dan besi yang saling bersinggungan. Jendela ini sangat populer di tahun sebelum 2000-an dan terkesan vintage.\u00a0Jendela\u00a0nako sangat cocok untuk rumah mungil yang berhimpitan dengan tetangga, sehingga tidak menyisakan banyak jarak di antara rumah yang satu dengan rumah sebelahnya. Jendela ini sering juga digunakan untuk bangunan yang terlihat besar karena akan membantu sirkulasi udara lebih cepat dan nyaman disetiap saat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Jendela nako lebih aman dari gangguan para pencuri, karena sulit dicongkel. Kelemahannya, frame kaca bisa longgar dan kaca lepas lalu jatuh. Jika jarang dirawat, besi bukaannya akan seret dan berkarat, sehingga sulit dibuka-tutup. Jendela jenis ini juga kurang aman jika terjadi kebakaran, karena penghuni akan sulit keluar lewat jendela. Jendela nako membutuhkan kusen yang tebal jika Anda ingin bisa memasang korden dan kasa nyamuk.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-388 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2021\/04\/Picture1.jpg\" alt=\"\" width=\"400\" height=\"245\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2021\/04\/Picture1.jpg 400w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2021\/04\/Picture1-300x184.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 400px) 100vw, 400px\" \/><\/p>\n<h3><strong style=\"text-align: justify\">2. Jendela Swing atau Casement atau Ayun<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Jendela swing atau jendela casement ini memiliki berbentuk seperti pintu rumah, terbuka keluar. Jendela ini cocok untuk ruangan yang menghadap ke taman. Untuk memaksimalkan jumlah cahaya yang masuk, perpaduan jendela kayu dengan menggunakan kaca lebih efektif. Karena jendela dengan struktur kayu akan memperkuat dan menjadi rangka untuk meletakkan kaca.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-389 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2021\/04\/Picture2.jpg\" alt=\"\" width=\"304\" height=\"298\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Sumber: arsitur.com<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left\"><strong style=\"text-align: justify\">3. Jendela Kaca Mati<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Jendela kaca mati ini terdiri atas kaca yang dipasang \u2018mati\u2019 pada kusen, sehingga tidak bisa dibuka-tutup. Fungsinya adalah menyalurkan cahaya ke dalam ruangan. Biasanya jendela ini sebagai pendamping jendela lain di rumah. Jendela kaca mati juga cocok untuk rumah modern yang menggunakan AC sebagai pengatur udara dalam ruangan. Kelemahannya, jika sewaktu-waktu listrik mati, pemilik rumah tidak bisa membuka jendela untuk sirkulasi udara. Karenanya, sebelum Anda membangun rumah, sebaiknya pastikan tidak hanya memasang jendela kaca mati.<\/p>\n<h3><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-390 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2021\/04\/Picture3.jpg\" alt=\"\" width=\"370\" height=\"370\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2021\/04\/Picture3.jpg 316w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2021\/04\/Picture3-300x300.jpg 300w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2021\/04\/Picture3-150x150.jpg 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 370px) 100vw, 370px\" \/><strong style=\"text-align: justify\">4. Hung Window<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Jenis jendela yang satu ini jarang ditemui \u00a0di Indonesia, karena jendela ini banyak diminati oleh orang luar negeri. Jendela ini memiliki bentuk yang unik. Dalam 1 kusen, terdapat 2 daun jendela yang disusun secara vertikal (tumpang-tindih). Jendela ini bisa dibuka secara sliding\/ geser atau dibuka keluar. Hati-hati saat melongokkan kepala di jendela ini. Pastikan Anda sudah membukanya dengan baik, agar jendela\u00a0yang ditambatkan ke atas tidak geser ke bawah secara tiba-tiba dan mengenai kepala Anda.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-391 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2021\/04\/Picture4.jpg\" alt=\"\" width=\"355\" height=\"352\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2021\/04\/Picture4.jpg 355w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2021\/04\/Picture4-300x297.jpg 300w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2021\/04\/Picture4-150x150.jpg 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 355px) 100vw, 355px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Sumber: greatlakewindow.com<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left\"><strong style=\"text-align: justify\">5. Jendela Awning dan Jendela Hopper<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Pada dasarnya kedua\u00a0jendela\u00a0ini memiliki bentuk yang sama. Saat ditutup pun nampak persis. Hanya saja, jendela ini lebih terbuka di bawah, sedangkan jendela hopper terbuka di atas. Dari segi keamanan dan kekuatan, jendela awning dinilai lebih unggul karena mekanisme tidak terbebani oleh berat\u00a0jendela. Sementara pada jendela hopper, penahannya harus menahan beban berat daun jendela agar tidak jatuh. Jendela awningjuga lebih baik dalam melindungi ruangan saat hujan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-398 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2021\/04\/Picture12.jpg\" alt=\"\" width=\"375\" height=\"214\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2021\/04\/Picture12.jpg 375w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2021\/04\/Picture12-300x171.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 375px) 100vw, 375px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Sumber: Alibaba.com<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left\"><strong style=\"text-align: justify\">6. Jendela Pivot<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Jendela pivot lain daripada yang lain karena menggunakan engsel pivot yang diletakkan di tengah-tengah kusen atau dipinggir sisi kanan atau kiri.\u00a0Jendela\u00a0pivot banyak digunakan untuk rumah-rumah minimalis. Bisa dibuat terbuka secara vertikal maupun horisontal. Kelemahannya,\u00a0jendela\u00a0ini bisa merusak korden rumah, tidak bisa diberi teralis pengaman, dan tidak bisa dipasangi kasa nyamuk.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-392 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2021\/04\/Picture5.jpg\" alt=\"\" width=\"422\" height=\"299\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2021\/04\/Picture5.jpg 422w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2021\/04\/Picture5-300x213.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 422px) 100vw, 422px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Sumber: Jaya Alumunium Bogor<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-393 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2021\/04\/Picture6.jpg\" alt=\"\" width=\"318\" height=\"318\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2021\/04\/Picture6.jpg 279w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2021\/04\/Picture6-150x150.jpg 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 318px) 100vw, 318px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Sumber: NMP uPVC<\/p>\n<h3><strong style=\"text-align: justify\">7. Jendela Sliding atau Geser<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">jendela ini sangat praktis, tidak boros tempat, mudah dibersihkan, mudah dirawat, serta mampu menyalurkan udara dan cahaya dengan baik. Anda pun bisa memiliki korden sekaligus memasang kasa nyamuk di jendela ini. Sayangnya, karena merupakan jendela sliding, Anda tidak bisa membuka kedua sisi secara bersamaan. Jendela sliding sangat cocok untuk rumah yang rapat dengan rumah tetangga.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-394 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2021\/04\/Picture7.jpg\" alt=\"\" width=\"383\" height=\"383\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2021\/04\/Picture7.jpg 300w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2021\/04\/Picture7-150x150.jpg 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 383px) 100vw, 383px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Sumber: Arc Store<\/p>\n<h3><strong style=\"text-align: justify\">8. Jendela Bay<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Seperti namanya, bay, jendela ini menjorok ke depan, keluar dari garis batas dinding bangunan. Jendela ini sangat cocok untuk rumah bertema mediterania atau klasik Eropa. Jendela\u00a0bay bisa dibuat menjorok secara melengkung ataupun kotak. Selain tampak klasik dan mewah, bagian dalam\/ interior jendela bay bisa dimanfaatkan untuk window seating, sebagai area membaca dan bersantai.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-395 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2021\/04\/Picture8.jpg\" alt=\"\" width=\"456\" height=\"301\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2021\/04\/Picture8.jpg 456w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2021\/04\/Picture8-300x198.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 456px) 100vw, 456px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Sumber: blindsforbaywindows<\/p>\n<h3><strong style=\"text-align: justify\">9. Jendela Mata Sapi<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Jendela mata sapi berbentuk lingkaran dan biasanya diletakkan di tempat tinggi (void), misalnya di tangga rumah. Jendela ini juga banyak ditemukan di tempat ibadah dengan dihiasi kaca patri (kaca warna-warni motif). Umumnya, jendela mata sapi dibuat sebagai jendela swing. Tetapi, bisa juga dibuat sebagai jendela pivot ataupun swing.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-396 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2021\/04\/Picture9.jpg\" alt=\"\" width=\"382\" height=\"254\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Sumber: kontraktor jogja<\/p>\n<h3 style=\"text-align: left\"><strong style=\"text-align: justify\">10. Jendela Pita<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Jendela pita adalah jendela kaca horisontal yang cukup panjang. Jendela ini biasa terdapat di gedung perkantoran. Di rumah, jendela pita sangat cocok dijadikan backsplash dapur, sehingga asap masakan bisa langsung keluar ruangan. Jendela pita sangat cocok diletakkan di ruangan berukuran besar. Kelemahan jendela\u00a0ini relatif sulit diberi tirai, sehingga tidak mereduksi cahaya yang masuk. Jendela ini menggunakan sistem sliding\/geser sehingga udara yang masuk bisa diatur sesuka hati. Akan Tetapi, jendela pita rata-rata yang ditemukan menggunakan kaca mati.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-397 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2021\/04\/Picture10.jpg\" alt=\"\" width=\"366\" height=\"280\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Sumber: SGCKA.CO.ID<\/p>\n<p>Sekian penjelasan dari berbagai macam jenis jendela, semoga membantu anda untuk menjadi pertimbangan memilih jendela yang tepat dalam merenovasi rumah atau membangun rumah sesuai keinginan anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>by : Baskoro Azis, S.T., M.T. Banyak jenis rumah yang membutuhkan bukaan seperti jendela yang disesuaikan dengan gaya bangunan dan interior untuk memberikan kesan visual yang menarik. Tahukah anda ada beberapa jenis jendela yang mungkin akan membuat anda tertarik untuk di aplikasikan di bangunan anda. Berikut macam jenis jendela: 1. Jendela Nako atau Krepyak Jendela [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":41,"featured_media":398,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-329","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/329","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/users\/41"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=329"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/329\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1981,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/329\/revisions\/1981"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/media\/398"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=329"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=329"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=329"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}