{"id":2791,"date":"2025-12-29T15:06:25","date_gmt":"2025-12-29T08:06:25","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/?p=2791"},"modified":"2025-12-29T15:06:25","modified_gmt":"2025-12-29T08:06:25","slug":"aesop-store-konsep-sederhana-yang-berfokus-pada-pengalaman-ruang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/2025\/12\/29\/aesop-store-konsep-sederhana-yang-berfokus-pada-pengalaman-ruang\/","title":{"rendered":"Aesop Store Konsep Sederhana yang Berfokus pada Pengalaman Ruang"},"content":{"rendered":"<p>Desain interior retail saat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat<br \/>\njual beli, tetapi juga sebagai media untuk menyampaikan identitas<br \/>\nbrand. Salah satu contoh retail luar negeri yang menarik untuk<br \/>\ndibahas adalah Aesop Store. Brand asal Australia ini dikenal<br \/>\nmemiliki konsep desain interior yang berbeda dari kebanyakan toko<br \/>\nretail pada umumnya. Aesop tidak menerapkan desain yang<br \/>\nseragam di setiap tokonya, melainkan menyesuaikan desain interior<br \/>\ndengan lokasi dan karakter bangunan. Hal ini membuat setiap<br \/>\nAesop Store memiliki keunikan tersendiri, namun tetap konsisten<br \/>\ndengan citra brand yang sederhana, tenang, dan berkelas.<br \/>\nKonsep Desain Site-Specific<br \/>\nSalah satu hal yang paling menonjol dari Aesop Store adalah<br \/>\npendekatan desain site-specific. Artinya, setiap toko dirancang<br \/>\nsecara khusus sesuai dengan konteks tempatnya berada. Aesop<br \/>\nsering bekerja sama dengan arsitek atau desainer lokal untuk<br \/>\nmenggali potensi material dan karakter lingkungan sekitar.<br \/>\nPendekatan ini membuat interior toko terasa lebih relevan dengan<br \/>\nlokasi, bukan sekadar menempelkan identitas brand secara visual.<br \/>\nDari sudut pandang mahasiswa desain interior, konsep ini menarik<br \/>\nkarena menunjukkan bahwa desain retail bisa tetap kuat secara<br \/>\nidentitas tanpa harus terlihat sama di setiap tempat.<br \/>\nPola Ruang dan Tata Letak<br \/>\nPola ruang dalam Aesop Store cenderung sederhana dan tidak<br \/>\nrumit. Biasanya ruang dibuat terbuka dengan satu elemen utama<br \/>\nseperti meja atau counter panjang di tengah ruangan. Elemen ini<br \/>\nmenjadi pusat aktivitas, baik untuk display produk maupun interaksi<br \/>\nantara staf dan pengunjung. Penataan seperti ini membuat ruang<br \/>\nterasa lebih lega dan mudah dipahami. Tidak banyak rak tinggi atau<br \/>\nsekat yang menutup pandangan, sehingga pengunjung bisa<br \/>\nlangsung melihat keseluruhan ruang sejak pertama masuk ke toko.<br \/>\nSirkulasi Pengunjung<br \/>\nSirkulasi di dalam Aesop Store dibuat fleksibel dan tidak memaksa.<br \/>\nPengunjung bebas bergerak dan mencoba produk tanpa harus<br \/>\nmengikuti alur tertentu. Hal ini berbeda dengan konsep retail besar<br \/>\nyang biasanya mengarahkan pengunjung melalui jalur khusus.<br \/>\nPada Aesop Store, sirkulasi terasa lebih natural dan santai,<br \/>\nsehingga pengunjung tidak merasa terburu-buru. Penempatan<br \/>\nwastafel untuk mencoba produk juga dirancang agar mudah<br \/>\ndijangkau dan menjadi bagian dari pengalaman ruang, bukan<br \/>\nsekadar elemen tambahan.<br \/>\nAspek Sustainability dalam Desain<br \/>\nAesop juga cukup konsisten dalam menerapkan prinsip<br \/>\nsustainability pada desain interiornya. Banyak toko Aesop<br \/>\nmenggunakan material lokal, material daur ulang, atau material<br \/>\ndengan tampilan alami seperti batu, kayu, dan logam tanpa<br \/>\nfinishing berlebihan. Selain mengurangi dampak lingkungan,<br \/>\npenggunaan material tersebut juga membuat desain terasa lebih<br \/>\njujur dan tahan lama. Dari sudut pandang mahasiswa, hal ini<br \/>\nmenunjukkan bahwa konsep berkelanjutan tidak selalu harus<br \/>\nterlihat \u201chijau\u201d, tetapi bisa diterapkan melalui pemilihan material dan<br \/>\ndesain yang tidak mudah usang oleh tren.<br \/>\nPengalaman Ruang dan Keunikan Desain<br \/>\nKeunikan Aesop Store terletak pada atmosfer ruang yang tenang<br \/>\ndan tidak berisik secara visual. Interiornya tidak dipenuhi warna<br \/>\nmencolok atau display berlebihan. Justru kesederhanaan inilah<br \/>\nyang membuat pengunjung bisa lebih fokus pada produk dan<br \/>\npengalaman di dalam ruang. Desain seperti ini menciptakan kesan<br \/>\neksklusif tanpa terasa berjarak. Bagi pengunjung, Aesop Store<br \/>\nbukan hanya tempat membeli produk, tetapi juga ruang yang<br \/>\nnyaman untuk berinteraksi dan mencoba produk secara langsung.<br \/>\nKesimpulan<br \/>\nBerdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa desain<br \/>\ninterior Aesop Store menawarkan pendekatan retail yang berbeda<br \/>\ndari kebanyakan brand internasional. Dengan konsep site-specific,<br \/>\npola ruang yang sederhana, sirkulasi yang fleksibel, serta<br \/>\npenerapan prinsip sustainability, Aesop berhasil menciptakan ruang<br \/>\nretail yang nyaman dan berkarakter. Studi kasus Aesop Store ini<br \/>\ndapat menjadi referensi yang baik bagi mahasiswa desain interior<br \/>\ndalam memahami bagaimana desain ruang komersial dapat<br \/>\nmenyatu dengan identitas brand tanpa harus bersifat monoton.<br \/>\nReferensi<br \/>\nhttps:\/\/www.aesop.com<br \/>\nhttps:\/\/www.dezeen.com\/tag\/aesop\/<br \/>\nhttps:\/\/www.archdaily.com\/1004543\/aesop-store-barozzi-veiga<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Desain interior retail saat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat jual beli, tetapi juga sebagai media untuk menyampaikan identitas brand. Salah satu contoh retail luar negeri yang menarik untuk dibahas adalah Aesop Store. Brand asal Australia ini dikenal memiliki konsep desain interior yang berbeda dari kebanyakan toko retail pada umumnya. Aesop tidak menerapkan desain yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":41,"featured_media":2752,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-2791","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2791","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/users\/41"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2791"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2791\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2792,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2791\/revisions\/2792"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2752"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2791"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2791"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2791"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}