{"id":2786,"date":"2025-12-29T15:04:10","date_gmt":"2025-12-29T08:04:10","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/?p=2786"},"modified":"2025-12-29T15:04:10","modified_gmt":"2025-12-29T08:04:10","slug":"studi-desain-interior-retail-arcteryx-flagship-in-beijing-by-still-young","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/2025\/12\/29\/studi-desain-interior-retail-arcteryx-flagship-in-beijing-by-still-young\/","title":{"rendered":"Studi Desain Interior Retail Arc\u2019teryx flagship in Beijing by Still Young"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2787 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2025\/12\/WhatsApp-Image-2025-12-29-at-15.03.13.jpeg\" alt=\"\" width=\"471\" height=\"312\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2025\/12\/WhatsApp-Image-2025-12-29-at-15.03.13.jpeg 471w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2025\/12\/WhatsApp-Image-2025-12-29-at-15.03.13-300x199.jpeg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 471px) 100vw, 471px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Flagship store Arc&#8217;teryx di Sanlitun, Beijing, yang dirancang oleh firma arsitektur Still Young<br \/>\nberhasil menggabungkan suasana ramai Kota Metropolitan Beijing dengan konsep brand<br \/>\nArc&#8217;teryx yang terinspirasi dari alam liar dan pegunungan di Vancouver. Desain ini secara<br \/>\ncerdas menggabungkan pola ruang yang mengalir, elemen keberlanjutan, dan sirkulasi yang<br \/>\nterkonsep untuk menciptakan pengalaman bertualang yang unik.<br \/>\nA. Pola Ruang<br \/>\nInterior toko terbagi menjadi dua lantai yang memiliki konsep masing-masing. Desain<br \/>\ntersebut menambah experience pengunjung tidak hanya berbelanja tetapi juga seakanakan sedang menjelajahi alam<br \/>\na. Perpaduan Alam dan Retail: Desainnya menggunakan elemen-elemen organik seperti batu,<br \/>\nkayu, dan akar pohon yang diinterpretasikan secara artistik dan monumental. Elemenelemen ini tidak hanya berfungsi sebagai dekorasi tetapi juga sebagai sarana visual<br \/>\nmerchandising dan penunjuk arah.<br \/>\nb. User Experience: Pada lantai pertama toko desain berfokus pada produk untuk pendakian<br \/>\ndan panjat tebing profesional, dengan penggunaan material bertekstur kasar seperti batubatuan hangat. Di lantai dua, desain berfokus pada menyajikan produk gaya hidup urban<br \/>\n(urban life products) dan juga area komunal dengan interior menyerupai hutan dan gua<br \/>\nlengkap dengan kayu dan batu imitasi sebagai furniture.<br \/>\nB. Aspek Sustainability<br \/>\na. Material daur ulang: Patung kustom raksasa yang berbentuk batang pohon yang<br \/>\nmenyelimuti kedua lantai terbuat dari serat-serat plastik dan instalasi berbentuk buah<br \/>\npinus raksasa setinggi 2 meter yang dibuat darilimbah pabrik daur ulang. Ini adalah simbol<br \/>\nkuat yang menekankan komitmen Arc&#8217;teryx terhadap seni, kerajinan, dan tanggung jawab<br \/>\nlingkungan.<br \/>\nb. Material imitasi alam: menggunakan material seperti semen bertulang serat kaca dengan<br \/>\nlapisan akhir efek kayu dan batu (wood-effect finish), yang secara visual meniru keindahan<br \/>\nalam tetapi mungkin lebih berkelanjutan atau tahan lama untuk lingkungan retail<br \/>\nberintensitas tinggi.<br \/>\nC. Aspek Keunikan<br \/>\na. Akulturasi budaya: Meskpun Arc&#8217;teryx mengambil konsep alam dan pegunungan<br \/>\nVancouver, mereka tetap mengaplikasikan budaya lokal Beijing. Misalnya dinding di<br \/>\narea VEILANCE Series yang concrete-look pantiles yang menyerupai atap tradisional<br \/>\nTiongkok<br \/>\nb. Desain ruang: Fitting room didesain menyerupai lubang pohon dengan material<br \/>\nbertekstur alami sehingga pengunjung merasakan experience seperti sedang<br \/>\nmemasuki gua alami.<br \/>\nc. Fasad toko: Fasad toko terbuat dari lempengan plastik bertulang serat (fiber reinforced<br \/>\nplastic\/FRP) yang berwarna dan bertekstur menyerupai formasi batu berlapis. Fasad ini<br \/>\nmemberikan kesan sebuah gunung alami di tengah kota.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">D. Kesimpulan<br \/>\nDesain interior flagship store Arc&#8217;teryx di Beijing oleh Still Young berhasil<br \/>\nmenggabungkan lanskap arsitektural imersif alam liar Vancouver dengan suasana<br \/>\nurban Kota metropolitan Beijing. Toko tidak hanya menjadi sekedar ruang berbelanja,<br \/>\nmelainkan juga menjadi ruang petualangan dan eksplorasi. Desain juga diperkuat<br \/>\ndengan penggunaan elemen material alami dan daur ulang (seperti instalasi pohon<br \/>\nraksasa dan buah pinus dari limbah).<br \/>\nE. Daftar Pusaka<br \/>\nHowart, Dan. 2024. Still Young Brings the Outdoors in at Arc\u2019teryx Beijing Flagship.<br \/>\nINTERIOR DESIGN. https:\/\/interiordesign.net\/projects\/still-young-installation-inarcteryx-beijing\/<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Flagship store Arc&#8217;teryx di Sanlitun, Beijing, yang dirancang oleh firma arsitektur Still Young berhasil menggabungkan suasana ramai Kota Metropolitan Beijing dengan konsep brand Arc&#8217;teryx yang terinspirasi dari alam liar dan pegunungan di Vancouver. Desain ini secara cerdas menggabungkan pola ruang yang mengalir, elemen keberlanjutan, dan sirkulasi yang terkonsep untuk menciptakan pengalaman bertualang yang unik. A. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":41,"featured_media":2752,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-2786","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2786","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/users\/41"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2786"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2786\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2788,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2786\/revisions\/2788"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2752"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2786"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2786"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2786"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}