{"id":2304,"date":"2024-12-03T10:00:36","date_gmt":"2024-12-03T03:00:36","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/?p=2304"},"modified":"2025-01-02T09:25:20","modified_gmt":"2025-01-02T02:25:20","slug":"jenis-kayu-yang-cocok-dijadikan-lantai-buat-ruangan-outdoor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/2024\/12\/03\/jenis-kayu-yang-cocok-dijadikan-lantai-buat-ruangan-outdoor\/","title":{"rendered":"Jenis Kayu yang Cocok Dijadikan Lantai buat Ruangan Outdoor"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Penggunaan bahan kayu untuk lantai sedang populer. Namun, kamu perlu tahu bahwa tak semua jenis kayu cocok dijadikan decking kayu. Lantai kayu memang dapat membuat rumah terlihat semakin elegan juga memberikan kesan mewah dan kalem. Decking kayu merupakan produk yang terbuat dari material kayu yang digunakan sebagai bahan penutup lantai, terutama lantai yang posisinya berada di area terbuka yaitu area luar ruangan<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\"><strong>Kayu Merbau<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Kayu merbau merupakan salah satu jenis kayu yang bisa kamu pilih untuk membuat decking kayu untuk rumah bagian luar. Kayu ini dikenal sebagai kayu multifungsi karena bisa diolah menjadi berbagai kebutuhan pembangunan rumah, seperti untuk papan tangga kayu, lantai kayu parket, dan decking kayu.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-2282 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/12\/Picture1-9.jpg\" alt=\"\" width=\"918\" height=\"518\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/12\/Picture1-9.jpg 496w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/12\/Picture1-9-300x169.jpg 300w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/12\/Picture1-9-480x271.jpg 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 918px) 100vw, 918px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Merbau memiliki warna khas coklat kemerahan. Kayu merbau memiliki tingkat penyusutan yang sangat kecil sehingga daya retaknya rendah. Karakteristik inilah yang membuat kayu merbau tidak mudah rusak atau sangat awet.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\"><strong>Kayu Ulin<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Kayu ulin sangat cocok diolah menjadi kayu outdoor. Hal ini dikarenakan kayu ulin dikenal memiliki karakteristik sebagai kayu yang keras, awet dan bisa bertahan dari air laut. Kayu ulin juga memiliki tingkat kekerasan, kekuatan dan keawetan yang tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-2283 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/12\/Picture2-3.jpg\" alt=\"\" width=\"956\" height=\"537\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/12\/Picture2-3.jpg 498w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/12\/Picture2-3-300x169.jpg 300w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/12\/Picture2-3-480x270.jpg 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 956px) 100vw, 956px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Fakta inilah yang kemudian membuat kayu uni dijual dengan harga yang cukup tinggi. Selain digunakan untuk decking kayu, kayu ulin juga sering digunakan untuk membuat bantalan rel kereta api, tiang listrik, tiang gedung bertingkat dan kapal laut.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\"><strong>Kayu Bengkirai<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Jenis kayu lain yang biasanya juga digunakan untuk bahan pembuatan decking outdoor adalah kayu bengkirai. Keunggulan yang dimiliki kayu ini adalah mudah dipotong, disebut dan diproses. Karena keunggulan tersebut membuat banyak orang menyukai kayu ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-2284 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/12\/Picture3-4.jpg\" alt=\"\" width=\"996\" height=\"562\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/12\/Picture3-4.jpg 464w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/12\/Picture3-4-300x169.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 996px) 100vw, 996px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kayu bengkirai memiliki warna kuning kemerahan yang khas. Tingkat kekerasan dan keawetan tersebut sesuai dengan usia kayu. Jika sudah tua akan memiliki tingkat kekerasan dan keawetan yang sama dengan kayu jati, Tekstur kayu bengkirai sangat haus dan awet sehingga cocok digunakan untuk decking.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\"><strong>Kayu Kruing<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Kayu kruing merupakan kayu khas daerah tropis dan sangat mudah ditemukan di Jawa, Kalimantan dan Sumatera. Jenis kayu ini memiliki karakteristik berupa warnanya merah kecoklatan, teksturnya agak kasar dan seratnya lurus.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-2285 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/12\/Picture4-4.jpg\" alt=\"\" width=\"897\" height=\"506\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/12\/Picture4-4.jpg 475w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/12\/Picture4-4-300x169.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 897px) 100vw, 897px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Jika dilihat-lihat kayu ini sangat mirip dengan kayu merbau tetapi warnanya lebih cerah dan harganya lebih murah. Kayu kruing juga tidak mudah retak.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\"><strong>Kayu Jati<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Kayu jati menjadi kayu berkualitas selanjutnya yang sangat cocok digunakan untuk decking kayu outdoor. Kualitas dari kayu jati sudah tidak bisa diragukan lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-2286 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/12\/Picture5-2.jpg\" alt=\"\" width=\"851\" height=\"480\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/12\/Picture5-2.jpg 480w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/12\/Picture5-2-300x169.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 851px) 100vw, 851px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kayu jati memiliki banyak keunggulan, seperti tingkat kekerasan dan keawetannya sangat baik, serta corak substrat kayunya sangat menarik. Kayu jati biasanya digunakan untuk bahan pembuatan furniture. Untuk harganya bisa dibilang cukup tinggi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penggunaan bahan kayu untuk lantai sedang populer. Namun, kamu perlu tahu bahwa tak semua jenis kayu cocok dijadikan decking kayu. Lantai kayu memang dapat membuat rumah terlihat semakin elegan juga memberikan kesan mewah dan kalem. Decking kayu merupakan produk yang terbuat dari material kayu yang digunakan sebagai bahan penutup lantai, terutama lantai yang posisinya berada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":41,"featured_media":2261,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-2304","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2304","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/users\/41"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2304"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2304\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2404,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2304\/revisions\/2404"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2261"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2304"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2304"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2304"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}