{"id":2043,"date":"2024-08-23T09:00:40","date_gmt":"2024-08-23T02:00:40","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/?p=2043"},"modified":"2024-12-20T15:16:53","modified_gmt":"2024-12-20T08:16:53","slug":"material-substitusi-di-desain-interior","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/2024\/08\/23\/material-substitusi-di-desain-interior\/","title":{"rendered":"Material Substitusi di Desain Interior"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Material adalah zat atau benda dari suatu objek utama yang dibutuhkan dalam membuat sesuatu objek. Material sendiri menjadi objek yang tidak bisa dipisahkan dan tidak bisa hilang di dunia desain interior. Material membantu desainer interior untuk membangun dan mewujudkan desain secara visual digital menjadi objek nyata untuk dapat digunakan sesuai fungsinya. Hal utama pada suatu material adalah adanya warna, tekstur dan bau khusus yang membuat material dapat diidentifikasi sesuai dengan kekhasannya tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Penggunaan material pada desain interior tentu tidak lepas dari nilai ekonomis yang terkandung di dalamnya. Untuk sebuah project dengan anggaran yang terbatas, tentu pemilihan material menjadi suatu hal yang penting. Pemilihan suatu material yang tetap <em>eye catching <\/em>namun tetap <em>on budget <\/em>\u00a0menjadi sebuah tantangan tersendiri. Maka dari itu, dengan perkembangan teknik pembuatan material yang sudah sangat pesat ini, terdapat beberapa material alternatif yang dapat menggantikan material \u201casli\u201d yang banyak digunakan dalam project desain interior diantaranya adalah sebagai berikut:<\/p>\n<h3><strong>1. WPC <em>(Wood Plastic Composite)<\/em><\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">WPC adalah material buatan yang berasal dari percampuran serbuk kayu dengan plastik yang diolah secara fabrikasi sehingga menghasilkan material yang menyerupai warna dan bentukan seperti kayu namun mempunyai ketahanan yang lebih baik untuk indoor maupun outdoor. Tahan terhadap api, benturan, hama serta mudah dalam perawatan. WPC menjadi pilihan bahan bangunan ramah lingkungan karena menggabungkan sifat-sifat kayu dan plastik dalam satu produk.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-2045 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/11\/Picture1-1.jpg\" alt=\"\" width=\"405\" height=\"203\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/11\/Picture1-1.jpg 377w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/11\/Picture1-1-300x150.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 405px) 100vw, 405px\" \/><\/p>\n<h3><strong>2. Homogeneus Tile<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Homogenous tile adalah jenis keramik yang dibuat menyerupai batu alam asli, baik dari segi kualitas maupun tampilannya, sehingga sering dianggap tiruan\/modifikasi granit\/marmer. \u00a0Material lantai ini berbahan dasar <em>feldspar<\/em> yang diberi campuran bahan lainnya seperti <em>silica sand<\/em> serta zat perwarna. Homogeneus tile mempunyai kekuatan yang sangat baik terhadap benturan, tahan suhu tinggi, daya serap air rendah, pemasangat dan perawatan mudah serta lebih ekonomis dibandingkan dengan batu alam asli.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-2046 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/11\/Picture2-2.jpg\" alt=\"\" width=\"408\" height=\"272\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/11\/Picture2-2.jpg 649w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/11\/Picture2-2-300x200.jpg 300w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/11\/Picture2-2-480x320.jpg 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 408px) 100vw, 408px\" \/><\/p>\n<h3><strong>3. Vinyl<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">Pemanfaatan vinyl sering digunakan untuk material penutup lantai. Material sintetis ini terbuat dari bahan plastik PVC dengan motif dan warna yang beragam, seperti kayu, keramik, atau batu. Lantai vinyl mempunyai keunggulan dari pemilihan motif yang beragam dan ketahanan terhadap noda ataupun air yang baik. Selain itu untuk pemasangan cenderung gampang hanya dengan menggunakan lem kuning yang direkatkan pada vinyl dan lantai secara bersamaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-2047 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/11\/Picture3-2.jpg\" alt=\"\" width=\"410\" height=\"410\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/11\/Picture3-2.jpg 433w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/11\/Picture3-2-300x300.jpg 300w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/11\/Picture3-2-150x150.jpg 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 410px) 100vw, 410px\" \/><\/p>\n<h3><strong>4. SPC <em>(Stone Polymer Composite)<\/em><\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">SPC adalah jenis material penutup lantai yang terbuat dari serbuk batu yang dicampur dengan resin PVC. Material ini diklaim lebih ramah lingkungan karena menggunakan bahan alam dengan campuran sintetis yang kemudian dapat diproduksi kembali menjadi material yang sama. Karakter khas material ini adalah tahan air, tidak mudah memuai, mudah dirawat dan memiliki tampilan yang realistis. Keunggulan utamanya selain dari segi ketahanan adalah pemasangannya tidak menggunakan lem, hanya menggunakan sistem \u201cklik\u201d yang kuat dan presisi sehingga lebih cepat dan efisien waktu untuk pengaplikasiannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-2048 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/11\/Picture4-2.jpg\" alt=\"\" width=\"409\" height=\"234\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/11\/Picture4-2.jpg 757w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/11\/Picture4-2-300x172.jpg 300w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/11\/Picture4-2-480x275.jpg 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 409px) 100vw, 409px\" \/><\/p>\n<h3><strong>5. HPL <em>(High Pressure Laminate)<\/em><\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">HPL adalah material berbahan plastik sintetis berupa laminasi bertekanan tinggi. Lapisan tersebut yakni <em>kraft paper<\/em> (lapisan kraft) yang diresapi <em>resin <\/em>fenolik, <em>decor paper<\/em> (lapisan dekoratif), dan <em>overlay paper<\/em> (lapisan laminasi bening). Sebagai material fabrikasi, membuat HPL mempunyai pilihan warna dan motif yang beragam. Umumnya digunakan sebagai pengganti finishing cat dan pengganti dari veneer kayu yang diaplikasikan untuk finisihing material raw seperti plywood, MDF serta PVC board.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-2049 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/11\/Picture5.jpg\" alt=\"\" width=\"408\" height=\"246\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/11\/Picture5.jpg 720w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/11\/Picture5-300x180.jpg 300w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/11\/Picture5-480x289.jpg 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 408px) 100vw, 408px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-2050 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/11\/Picture6-1.jpg\" alt=\"\" width=\"405\" height=\"311\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/11\/Picture6-1.jpg 563w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/11\/Picture6-1-300x231.jpg 300w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/11\/Picture6-1-480x369.jpg 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 405px) 100vw, 405px\" \/><\/p>\n<h3><strong>6. PVC <em>(Polyvinyl Chloride)<\/em><\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">PVC adalah salah satu bahan plastik yang banyak digunakan karena kemampuan kerjanya yang serbaguna, tahan terhadap bahan kimia, tahan air, dan ringan. Khususnya dalam bidang desain interior, PVC banyak untuk material pipa air, pengganti material plafon, perabot maupun elemen dekoratif. Proses fabrikasi memudahkan untuk membuat PVC menjadi bermacam bentuk yang mempunyai motif dan tekstur tertentu. PVC juga banyak digunakan untuk wallpanel yang dalam pengaplikasiannya menggunakan lem untuk ditempel pada bidang, kemudian difinish menggunakan cat untuk hasil yang lebih maksimal.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-2051 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/11\/Picture7.jpg\" alt=\"\" width=\"408\" height=\"287\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/11\/Picture7.jpg 616w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/11\/Picture7-300x211.jpg 300w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/11\/Picture7-480x337.jpg 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 408px) 100vw, 408px\" \/><\/p>\n<h3><strong>7. PE Foam<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\">PE foam adlaah bahan kemasan plastik berbentuk busa yang terbuat dari bahan baku polietilen (LDPE). Lembaran foam ini dijual dalam bentuk <em>roll, sheet<\/em> maupun <em>bag<\/em> (kantong) dalam berbagai ukuran lebar dan ketebalan. Pengaplikasian material ini pada desain interior, banyak digunakan sebagai material pelapis dinding. Foam dicetak sesuai dengan motif, tekstur dan warna yang beragam, seperti batu alam, batu bata, granit, maupun untuk wallpaper. Pemasangannya cukup mudah hanya dengan menggunakan bantuan lem untuk ditempel pada dinding maupun permukaan yang lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-2052 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/11\/Picture8.jpg\" alt=\"\" width=\"409\" height=\"265\" srcset=\"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/11\/Picture8.jpg 667w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/11\/Picture8-300x195.jpg 300w, https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2024\/11\/Picture8-480x312.jpg 480w\" sizes=\"auto, (max-width: 409px) 100vw, 409px\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Material adalah zat atau benda dari suatu objek utama yang dibutuhkan dalam membuat sesuatu objek. Material sendiri menjadi objek yang tidak bisa dipisahkan dan tidak bisa hilang di dunia desain interior. Material membantu desainer interior untuk membangun dan mewujudkan desain secara visual digital menjadi objek nyata untuk dapat digunakan sesuai fungsinya. Hal utama pada suatu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":41,"featured_media":2044,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-2043","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2043","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/users\/41"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2043"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2043\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2356,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2043\/revisions\/2356"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2044"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2043"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2043"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/interior\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2043"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}