{"id":92,"date":"2021-04-20T13:33:27","date_gmt":"2021-04-20T06:33:27","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/?p=92"},"modified":"2023-08-10T17:13:13","modified_gmt":"2023-08-10T10:13:13","slug":"teori-kewirausahaan-destruksi-kreatif-penghancuran-cara-lama-untuk-jalan-baru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/teori-kewirausahaan-destruksi-kreatif-penghancuran-cara-lama-untuk-jalan-baru\/","title":{"rendered":"Teori Kewirausahaan Destruksi Kreatif: Penghancuran Cara Lama untuk Jalan Baru"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"auto\">Penelitian bidang kewirausahaan di persada nusantara semakin tumbuh dan berkembang <\/span><span data-contrast=\"auto\">(Purnomo et al., 2019)<\/span><span data-contrast=\"auto\">. Kewirausahaan (<\/span><i><span data-contrast=\"auto\">entrepreneurship<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">) merupakan suatu sikap kemampuan, jiwa, dan mental yang selalu aktif guna mengkreasi hal baru yang sangat berguna dan bernilai bagi orang lain, diri, serta meningkatkan pendapatan <\/span><span data-contrast=\"auto\">(Hastuti et al., 2020)<\/span><span data-contrast=\"auto\">. Untuk memahami dan mengembangkan pengetahuan kewirausahaan, para ilmuwan melakukan studi dan mengembangkan beberapa teori kewirausahaan.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:567,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:276}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"auto\">Salah satu teori kewirausahaan yang berkembang adalah teori kewirausahaan destruksi kreatif (<\/span><i><span data-contrast=\"auto\">the creative destruction theory of entrepreneurship<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">) yang digagas oleh Joseph A. Schumpeter. Teori kewirausahaan destruksi kreatif memandang wirausahawan sebagai inovator utama dan kewirausahaan adalah pendorong utama ekonomi, menciptakan pertumbuhan ekonomi melalui badai penghancuran kreatif <\/span><span data-contrast=\"auto\">(Schumpeter, 1947)<\/span><span data-contrast=\"auto\">.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:567,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:276}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"auto\">Schumpeter adalah seorang ekonom Austria yang menulis pada tahun 1930-an tentang sifat kapitalisme. Dia mengkritik pendekatan klasik untuk ekonomi, yang membuat beberapa variabel tetap untuk menyimpulkan kesimpulan melalui logika, terlalu abstrak dan tidak didasarkan pada kenyataan. Ia percaya bahwa kapitalisme hanya dapat dipahami sebagai ketidakseimbangan (<\/span><i><span data-contrast=\"auto\">disequilibrium<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">) yang disebabkan oleh perubahan terus menerus dari inovasi <\/span><span data-contrast=\"auto\">(Schumpeter, 1947, 1950)<\/span><span data-contrast=\"auto\">.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:567,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:276}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"auto\">Schumpeter membedakan antara penemu dan pengusaha. Pengusaha adalah pelaku ekonomi yang lebih penting daripada penemu karena pengusaha bertanggung jawab atas implementasi dan penyebaran penemuan yang sebenarnya. Penemu menciptakan teknologi dan teknik baru, sedangkan pengusaha mengubahnya menjadi kekuatan ekonomi <\/span><span data-contrast=\"auto\">(Schumpeter, 1950)<\/span><span data-contrast=\"auto\">.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:567,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:276}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"auto\">Pemikiran Schumpeter yang paling terkenal karena teorinya tentang penghancuran kreatif yang merayakan penghancuran cara lama, perusahaan, dan warisan untuk membuka jalan bagi yang baru. Teori dinamis Schumpeter kontras dengan teori statis lama tentang aliran sirkuler ekonomi (<\/span><i><span data-contrast=\"auto\">the circular flow of the economy<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">). Ia mengemukakan bahwa wirausahawan menghasilkan inovasi dengan menciptakan kombinasi baru dengan faktor produksi seperti teknologi dan teknik. Pengusaha berinovasi dengan memperkenalkan produk baru, membuka pasar baru, sumber input baru, atau bentuk organisasi baru. Schumpeter dikreditkan dengan menempatkan aktor manusia di pusat proses pembangunan ekonomi. Dia berargumen bahwa wirausahawan berusaha untuk mendapatkan kekuasaan melalui kapasitas untuk melawan tekanan sosial dan untuk mengatasi keterbatasan perangkat keterampilan yang ada. Mungkin salah satu perkiraan modern yang paling dekat dengan gagasan kehancuran kreatif ditemukan dalam teori inovasi yang mengganggu (<\/span><i><span data-contrast=\"auto\">the disruptive innovation theory<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">) oleh Clayton Christensen <\/span><span data-contrast=\"auto\">(Laplume &amp; Yeganegi, 2018)<\/span><span data-contrast=\"auto\">.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:567,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:276}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"auto\">Representasi modern yang hebat dari teori Schumpeter tentang penghancuran kreatif dalam kewirausahaan adalah perusahaan rintisan (<\/span><i><span data-contrast=\"auto\">start-up<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">) yang inovatif. Start-up bertujuan untuk memecahkan masalah yang ada yang dialami oleh pasar dan penawaran incumbent saat ini. Juga, bertujuan untuk menciptakan solusi baru yang pada akhirnya akan mengambil alih produk atau layanan yang ada di pasar dengan menghancurkannya. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan layanan streaming seperti Netflix yang secara efektif mendominasi industri hiburan rumah dan membuat bisnis seperti Blockbuster menjadi semakin usang <\/span><span data-contrast=\"auto\">(Stam, 2018)<\/span><span data-contrast=\"auto\">.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:567,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:276}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:276}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b><span data-contrast=\"auto\">References<\/span><\/b><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:276}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"auto\">Hastuti, P., Nurofik, A., Purnomo, A., Hasibuan, A., Aribowo, H., Faried, A. I., Tasnim, T., Sudarso, A., Soetijono, I. K., Saputra, D. H., &amp; Simarmata, J. (2020). <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Kewirausahaan dan UMKM<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">. Yayasan Kita Menulis. https:\/\/kitamenulis.id\/2020\/03\/02\/kewirausahaan-dan-umkm\/<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559685&quot;:480,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:240,&quot;335559991&quot;:480}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"auto\">Laplume, A., &amp; Yeganegi, S. (2018). <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Creative Destruction Theory of Entrepreneurship<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">. Entrepreneurship Theories. https:\/\/entrepreneurshiptheories.blogspot.com\/p\/about-author.html<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559685&quot;:480,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:240,&quot;335559991&quot;:480}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"auto\">Purnomo, A., Usman, I., &amp; Asitah, N. (2019). Penelitian Kewirausahaan di Indonesia<\/span><span data-contrast=\"auto\">\u202f<\/span><span data-contrast=\"auto\">: Pemetaan Publikasi dalam Perspektif Scientometrik (1972-2019). <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">AdBispreneur<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">, <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">4<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">(3), 207. https:\/\/doi.org\/10.24198\/adbispreneur.v4i3.25021<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559685&quot;:480,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:240,&quot;335559991&quot;:480}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"auto\">Schumpeter, J. A. (1947). The Creative Response in Economic History. <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">The Journal of Economic History<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">, <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">7<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">(2), 149\u2013159. https:\/\/www.jstor.org\/stable\/2113338 <\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559685&quot;:480,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:240,&quot;335559991&quot;:480}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"auto\">Schumpeter, J. A. (1950). <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Capitalism, Socialism, and Democracy<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">. Harper. https:\/\/www.harpercollins.com\/products\/capitalism-socialism-and-democracy-joseph-a-schumpeter?variant=32122832879650<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559685&quot;:480,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:240,&quot;335559991&quot;:480}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"auto\">Stam, E. (2018). <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Enabling Creative Destruction &#8211; An Entrepreneurial Ecosystem Approach to Industrial Policy<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">. https:\/\/dspace.library.uu.nl\/handle\/1874\/369844<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559685&quot;:480,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:240,&quot;335559991&quot;:480}\">\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penelitian bidang kewirausahaan di persada nusantara semakin tumbuh dan berkembang (Purnomo et al., 2019). Kewirausahaan (entrepreneurship) merupakan suatu sikap kemampuan, jiwa, dan mental yang selalu aktif guna mengkreasi hal baru yang sangat berguna dan bernilai bagi orang lain, diri, serta meningkatkan pendapatan (Hastuti et al., 2020). Untuk memahami dan mengembangkan pengetahuan kewirausahaan, para ilmuwan melakukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[],"class_list":["post-92","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=92"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":93,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92\/revisions\/93"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=92"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=92"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=92"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}