{"id":89,"date":"2021-04-20T13:20:05","date_gmt":"2021-04-20T06:20:05","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/?p=89"},"modified":"2023-08-10T17:13:21","modified_gmt":"2023-08-10T10:13:21","slug":"teori-kewirausahaan-kewaspadaan-eksploitasi-keseimbangan-penawaran-dan-permintaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/teori-kewirausahaan-kewaspadaan-eksploitasi-keseimbangan-penawaran-dan-permintaan\/","title":{"rendered":"Teori Kewirausahaan Kewaspadaan:   Eksploitasi Keseimbangan Penawaran dan Permintaan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"auto\">Kajian kewirausahaan di nusantara kian tumbuh dan berkembang <\/span><span data-contrast=\"auto\">(Purnomo et al., 2019)<\/span><span data-contrast=\"auto\">. <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Entrepreneurship<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> atau kewirausahaan adalah proses kegiatan seorang wirausahawan sebagai orang memulai dan mengelola bisnis dengan mengeksploitasi ide-ide bisnis menjadi peluang yang menguntungkan atau memberi manfaat <\/span><span data-contrast=\"auto\">(Purnomo et al., 2020)<\/span><span data-contrast=\"auto\">. Untuk memahami dan mengembangkan pengetahuan kewirausahaan, para ilmuwan melakukan studi dan mengembangkan beberapa teori kewirausahaan.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:567,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:276}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"auto\">Salah satu teori kewirausahaan yang berkembang adalah teori kewirausahaan kewaspadaan (<\/span><i><span data-contrast=\"auto\">the alertness theory of entrepreneurship<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">). Teori kewirausahaan kewaspadaan digagas oleh Israel M. Kirzner, seorang ekonom Inggris-Amerika dan profesor emeritus di Universitas New York, Amerika. Kirzner dikaitkan dengan sekolah ekonomi Austria (<\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Austrian School of Economics<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">). Kirzner berpendapat bahwa teori kewirausahaan kewaspadaan adalah upaya pengusaha menyeimbangkan penawaran dan permintaan dengan mendeteksi ketidaksempurnaan pasar (<\/span><i><span data-contrast=\"auto\">market imperfections<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">) dan mengeksploitasinya. Ketidaksempurnaan pasar disebabkan oleh asimetri informasi (<\/span><i><span data-contrast=\"auto\">information asymmetry<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">) dan rasionalitas yang terbatas (<\/span><i><span data-contrast=\"auto\">bounded rationality<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">) <\/span><span data-contrast=\"auto\">(Kirzner, 1973)<\/span><span data-contrast=\"auto\">.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:567,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:276}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"auto\">Asimetri informasi mengacu pada kasus di mana pemangku kepentingan yang berbeda memiliki informasi yang berbeda-beda tentang usaha bisnis. Jika satu pemangku kepentingan menggunakan keuntungan informasi untuk mendapatkan keuntungan dari pemangku kepentingan lainnya, hal itu berarti melakukan tawar-menawar oportunistik. Rasionalitas terikat mengacu pada gagasan bahwa manusia tidak rasional secara sempurna. Ekonomi Neo-klasik dan Klasik memodelkan asumsi manusia ekonomi, dan cenderung mengabaikan rasionalitas yang terikat <\/span><span data-contrast=\"auto\">(Kirzner, 1973)<\/span><span data-contrast=\"auto\">.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:567,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:276}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"auto\">Perbedaan kewaspadaan kewirausahaan dapat dikaitkan dengan perbedaan dalam skema yang digunakan untuk membuat akal dalam menanggapi rangsangan baik eksternal atau internal. Perbedaan ini dalam kekayaan skema yang diaktifkan terutama sejauh mana skema mencakup atribut untuk penciptaan nilai, kekuatan asosiasi skema tersebut dengan stimulus tertentu dan sejauh mana pengusaha individu sengaja mempersiapkan skema untuk aktivasi <\/span><span data-contrast=\"auto\">(Valliere, 2013)<\/span><span data-contrast=\"auto\">.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:567,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:276}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"auto\">Kirzner berpendapat bahwa keuntungan yang didapat pengusaha dari kewirausahaan adalah imbalan atas toleransi mereka terhadap ketidakpastian karena mereka menghilangkan peluang arbitrase yaitu peluang untuk menjual suatu produk yang relevan serupa dengan penawaran harga yang lebih mahal daripada yang seorang pengusaha beli akibat implikasi oleh ketidaktahuan atau ketidakmampuan pemegang jabatan perusahaan. Pengusaha perlu waspada agar dapat melihat peluang ekonomi yang belum bisa dilihat orang lain, seperti kebutuhan akan barang atau jasa baru <\/span><span data-contrast=\"auto\">(Kirzner, 1973)<\/span><span data-contrast=\"auto\">.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:567,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:276}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"auto\">Peluang dipandang ada hanya karena ketidaktahuan para petahana. Jika tidak, peluang tersebut sudah akan dieksploitasi. Ketika petahana tidak mengetahui informasi kunci atau bahkan tidak menyadari apa yang tidak mereka ketahui, maka peluang untuk berwirausaha lahir. Ketidaktahuan melahirkan kesalahan yang bisa diperbaiki oleh tindakan pengusaha. Pengusaha bertindak di bawah ketidakpastian dan tidak dapat mengetahui apakah tindakannya akan menghasilkan keuntungan sampai setelah tindakan tersebut dilakukan. Jadi, pengusaha harus menerima bahwa mereka mungkin kehilangan uang atau investor mereka dari tindakan mereka jika ternyata tidak benar <\/span><span data-contrast=\"auto\">(Laplume &amp; Yeganegi, 2018)<\/span><span data-contrast=\"auto\">.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:567,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:276}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"auto\">Kirzner percaya bahwa kewirausahaan tidak bisa diajarkan. Namun, keyakinan ini telah dikritik karena riset pasar dan penemuan pelanggan dapat dengan jelas membantu mengenali jenis peluang tertentu. Tetapi mungkin ada bantahan bahwa mengetahui bahwa riset pasar diperlukan pada awalnya adalah kewirausahaan. Kirzner tidak memandang tindakan ekonomi seperti membeli sumber daya atau menciptakan produk baru sebagai kewirausahaan. Melainkan hanya tindakan kewaspadaan yang bersifat kewirausahaan <\/span><span data-contrast=\"auto\">(Laplume &amp; Yeganegi, 2018)<\/span><span data-contrast=\"auto\">.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559731&quot;:567,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:276}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:276}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><b><span data-contrast=\"auto\">References<\/span><\/b><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:276}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"auto\">Kirzner, I. M. (1973). <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Competition and Entrepreneurship<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">. University of Chicago Press. https:\/\/press.uchicago.edu\/ucp\/books\/book\/chicago\/C\/bo27304815.html<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559685&quot;:480,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:240,&quot;335559991&quot;:480}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"auto\">Laplume, A., &amp; Yeganegi, S. (2018). <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Kirzner\u2019s Alertness Theory of Entrepreneurship<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">. Entrepreneurship Theories. https:\/\/entrepreneurshiptheories.blogspot.com\/2017\/08\/kirznerian-entrepreneurship.html<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559685&quot;:480,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:240,&quot;335559991&quot;:480}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"auto\">Purnomo, A., Sudirman, A., Hasibuan, A., Sudarso, A., Sahir, S. H., Salmiah, Mastuti, R., Chamidah, D., Koryati, T., &amp; Simarmata, J. (2020). <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Dasar-Dasar Kewirausahaan: untuk Perguruan Tinggi dan Dunia Bisnis<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">. Yayasan Kita Menulis. https:\/\/kitamenulis.id\/2020\/04\/06\/dasar-dasar-kewirausahaan-untuk-perguruan-tingi-dan-dunia-bisnis\/<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559685&quot;:480,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:240,&quot;335559991&quot;:480}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"auto\">Purnomo, A., Usman, I., &amp; Asitah, N. (2019). Penelitian Kewirausahaan di Indonesia<\/span><span data-contrast=\"auto\">\u202f<\/span><span data-contrast=\"auto\">: Pemetaan Publikasi dalam Perspektif Scientometrik (1972-2019). <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">AdBispreneur<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">, <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">4<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">(3), 207. https:\/\/doi.org\/10.24198\/adbispreneur.v4i3.25021<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559685&quot;:480,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:240,&quot;335559991&quot;:480}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"auto\">Valliere, D. (2013). Towards a schematic theory of entrepreneurial alertness. <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Journal of Business Venturing<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">, <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">28<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">(3), 430\u2013442. https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.jbusvent.2011.08.004<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559685&quot;:480,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:240,&quot;335559991&quot;:480}\">\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kajian kewirausahaan di nusantara kian tumbuh dan berkembang (Purnomo et al., 2019). Entrepreneurship atau kewirausahaan adalah proses kegiatan seorang wirausahawan sebagai orang memulai dan mengelola bisnis dengan mengeksploitasi ide-ide bisnis menjadi peluang yang menguntungkan atau memberi manfaat (Purnomo et al., 2020). Untuk memahami dan mengembangkan pengetahuan kewirausahaan, para ilmuwan melakukan studi dan mengembangkan beberapa teori [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[],"class_list":["post-89","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=89"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":90,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89\/revisions\/90"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=89"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=89"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=89"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}