{"id":756,"date":"2022-07-03T14:47:24","date_gmt":"2022-07-03T07:47:24","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/?p=756"},"modified":"2025-07-23T18:05:25","modified_gmt":"2025-07-23T11:05:25","slug":"pengertian-dan-tahapan-ideation","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/pengertian-dan-tahapan-ideation\/","title":{"rendered":"Pengertian dan Tahapan Idenation"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Penciptaan suatu ide bisnis merupakan salah satu faktor penting dalam memulai sebuah bisnis. Inspirasi bisa datang kapan saja dan di mana saja. Mungkin ketika sedang bersantai saat liburan kemarin, tiba-tiba tercetus ide perbaikan proses bisnis atau bahkan ide untuk memulai sesuatu yang benar-benar baru (inovasi). Hampir semua proses inovasi mencakup pembangkitan ide dan pemilihan ide atau peluang. Semua inovasi didasarkan pada ide yang bisa berada di dalam atau di luar perusahaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Membangkitkan suatu ide atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">ideation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> adalah proses sistematis dengan tujuan menciptakan dan menangkap ide sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh organisasi. Proses ini mencakup elemen yang terkait dengan kreativitas dan detail struktur organisasi untuk mendukung proses tersebut.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Ideation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> adalah proses menghasilkan ide dan solusi melalui sesi seperti sketching, prototyping, brainstorming, brainwriting, ide terburuk, dan banyak teknik <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">ideation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> lainnya. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Ideation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> juga merupakan tahap ketiga dalam proses <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">design thinking<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Meskipun banyak orang mungkin pernah mengalami sesi brainstorming sebelumnya, tidak mudah memfasilitasi sesi ide yang benar-benar bermanfaat. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Ideation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> seringkali merupakan tahap yang paling menarik dalam proyek <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">design thinking<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, karena dalam tahap ini tujuannya adalah menghasilkan sejumlah besar ide yang kemudian dapat disaring dan dipilih oleh tim menjadi yang terbaik, paling praktis, atau paling inovatif untuk menginspirasi solusi desain dan produk baru yang lebih baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Menurut Cooper dan Kleinschmidt (1993) dalam Dorow dkk. (2015), perbedaan terbesar antara pemenang dan pecundang ditemukan dalam kualitas kegiatan pra-pengembangan ide. Menghasilkan ide tanpa fokus tidak berguna untuk bisnis. Selain itu, mesin-mesin tidak dapat menduplikasi fungsi tertentu dari otak manusia yang kreatif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Fasilitasi ide adalah tugas yang menantang dan kompleks. Hal ini membutuhkan pengalaman dalam memahami dan mengelola tim, dinamika orang, kemampuan beradaptasi dan fleksibilitas, serta berbagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">soft skill<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> lainnya yang pada kenyataannya sangat sulit untuk dikuasai. Cara terbaik untuk belajar adalah dengan mengambil teori dan teknik yang Anda pelajari dari para ahli, kemudian menerapkan dan mengujinya dalam konteks Anda sendiri, serta menyesuaikannya dengan kebutuhan Anda sendiri.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Empati<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dua mode atau tahap pertama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">design thinking<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> dapat membantu kita mempersiapkan sesi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">ideation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Bagian pertama dari persiapan adalah mode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">empathize<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, yang berfokus pada penelitian dan pengamatan dalam studi lapangan serta keterlibatan dengan atau mendengarkan pengguna Anda. Mode empati akan membantu Anda melakukan penelitian yang relevan, menjadi ahli seketika pada subjek, dan mendapatkan empati yang tak ternilai untuk orang yang Anda rancang.<\/span><\/p>\n<h3><strong>Tentukan \/ Define<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Tahap berikutnya yang harus Anda perhitungkan saat menyiapkan sesi ide adalah mode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">define<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, yaitu tentang memahami informasi luas yang telah Anda kumpulkan dalam mode pertama. Mendefinisikan melibatkan mensintesis dan memahami semua informasi yang tersedia, dengan menemukan koneksi dan pola. Pada akhir mode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">define<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, tujuan Anda adalah membuat pernyataan masalah yang bermakna dan dapat ditindaklanjuti, juga dikenal sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">point of view<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> (POV).<\/span><\/p>\n<h3><strong>Ideate<\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Ketika Anda telah mengembangkan POV, inilah saatnya mulai mencari ide. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Ideation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> membutuhkan pengadopsian karakteristik tertentu secara sengaja, apakah itu alami atau perlu didorong dan dipelajari. Terlepas dari kepribadian atau cara berpikir seseorang, kita semua cenderung terpaku pada pola dan dasar yang akrab, menggunakan resep yang sama untuk memecahkan masalah karena ini mengurangi beban kognitif. Para ahli dan pemula sama-sama perlu selalu sadar diri dan berniat secara sengaja untuk mengadopsi beberapa karakteristik berikut yang menciptakan pikiran terbuka dan lahan subur untuk mencetuskan ide-ide tidak konvensional:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Beradaptasi: Mampu mengubah cara melihat, memahami, dan memperluas pemikiran saat input baru dihasilkan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Menghubungkan: Mampu menghubungkan konsep, atribut, atau tema yang tampaknya tidak terkait untuk menciptakan kemungkinan baru.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Mengganggu (Disrupting): Mampu membalikkan kepercayaan, asumsi, atau norma yang dianut secara umum untuk memikirkan kembali pendekatan konvensional.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Membalik: Mengubah kebuntuan menjadi peluang dengan membaliknya atau mengubah arah dengan cepat demi kelangsungan hidup yang lebih baik.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Bermimpi dan Berimajinasi: Mampu memvisualisasikan gambaran baru tentang realitas dengan mengubah kebutuhan abstrak menjadi gambar atau cerita nyata, sehingga memungkinkan ruang untuk menemukan jembatan ke realitas tersebut.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Eksperimental: Terbuka dan cukup ingin tahu untuk mengeksplorasi kemungkinan dan mengambil risiko; bersedia dan bersemangat untuk menguji ide-ide dan menjelajah ke hal yang tidak diketahui.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><span style=\"font-weight: 400\">Keingintahuan: Bersedia mengajukan pertanyaan yang tidak nyaman, konyol, atau bahkan gila; berkeinginan mengeksplorasi, mengalami, memahami, dan mempelajari sesuatu yang baru dan berbeda.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400\">Ideation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> adalah proses menghasilkan ide dan solusi melalui sesi seperti sketching, prototyping, brainstorming, brainwriting, ide terburuk, dan berbagai teknik lainnya. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Ideation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> juga merupakan tahap ketiga dalam proses <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">design thinking<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. Meskipun banyak orang mungkin pernah mengalami sesi brainstorming sebelumnya, tidak mudah memfasilitasi sesi ide yang benar-benar bermanfaat. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Ideation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> terdiri dari tiga tahap, yaitu: empati, define, dan ideate.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400\">Daftar Pustaka<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dam &amp; Siang. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">What is Ideation \u2013 and How to Prepare for Ideation Sessions<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><a href=\"https:\/\/www.interaction-design.org\/literature\/article\/what-is-ideation-and-how-to-prepare-for-ideation-sessions\"><span style=\"font-weight: 400\">https:\/\/www.interaction-design.org\/literature\/article\/what-is-ideation-and-how-to-prepare-for-ideation-sessions<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400\">. Diakses pada: 15 Maret 2022.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penciptaan suatu ide bisnis merupakan salah satu faktor penting dalam memulai sebuah bisnis. Inspirasi bisa datang kapan saja dan di mana saja. Mungkin ketika sedang bersantai saat liburan kemarin, tiba-tiba tercetus ide perbaikan proses bisnis atau bahkan ide untuk memulai sesuatu yang benar-benar baru (inovasi). Hampir semua proses inovasi mencakup pembangkitan ide dan pemilihan ide [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":2112,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[],"class_list":["post-756","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/756","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=756"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/756\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2114,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/756\/revisions\/2114"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2112"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=756"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=756"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=756"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}