{"id":466,"date":"2022-03-17T16:34:20","date_gmt":"2022-03-17T09:34:20","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/?p=466"},"modified":"2023-08-10T16:54:58","modified_gmt":"2023-08-10T09:54:58","slug":"online-travel-agent-masihkah-dapat-bertahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/online-travel-agent-masihkah-dapat-bertahan\/","title":{"rendered":"Online Travel Agent. Masihkah dapat Bertahan?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Pengaruh penyebaran wabah virus\u00a0<em>corona<\/em>\u00a0(Covid-19) begitu memukul sektor industri pariwisata, khususnya biro\/agen perjalanan atau\u00a0<em>travel agent<\/em>. Resiko gulung tikar dan pemutusan hubungan kerja (PHK) mulai menghantui para pegawai biro\/agen perjalanan. Berdasarkan data International Air Transport Association (IATA), tercatat volume penjualan tiket penerbangan turun lebih dari hampir 95 persen dalam periode 26 Januari hingga 24 April 2020 Pengurangan besar-besaran jumlah frekuensi penerbangan serta semakin banyaknya negara yang melakukan\u00a0<em>lockdown<\/em>\u00a0wilayah atau PPKM secara parsial atau keseluruhan mengakibatkan terjadinya\u00a0<em>refund billing<\/em>\u00a0atau nominal tiket yang dikembalikan\/dibatalkan lebih besar dari penjualan tiket. Akibatnya, saat ini banyak maskapai yang pada akhirnya berutang kepada agen perjalanan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">&#8220;Kondisi ini tidak hanya mengganggu\u00a0<em>cashflow travel agent<\/em>, juga membahayakan bagi konsumen. Klien korporasi atau pemerintah yang memiliki tempo kredit dengan\u00a0<em>travel agent<\/em>\u00a0umumnya enggan membayar tiket pesawat yang di-<em>refund<\/em>. Sedangkan\u00a0<em>travel agent<\/em>\u00a0harus memproses\u00a0<em>refund<\/em>\u00a0kepada maskapai yang memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan,&#8221; ungkap Ketua Komite Tetap Pariwisata Kamar Dagang Indonesia (Kadin) DKI Jakarta, Amien Balubaid, pada keterangannya Selasa (21\/4\/2020).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Hal ini kemudian membuat para startup di bidang pariwisata khususnya Ticketing online harus mampu menghadirkan inovasi inovasi baru guna mempertahankan perusahaan ditengah badai Covid 19. Traveloka misalnya , salah satu unicorn kebanggan Indonesia ini membuat berbagai macam promo dan program yang menyasar milineals sebagai target pasar nya . Merujuk pada tingkat labil dan psikologis milineals yang suka terhadap kebebasan hidup , glamour , dan photogenic , Traveloka membuat berbagai macam event kreatif seperti Virtual Tour , Lomba foto tempat wisata dan promo berbagai macam hotel di seluruh Indonesia untuk program Staycation. Konsentrasi bisnis tidak lagi dalam penjualan tiket transportasi saja , namun mereka juga menjual tiket tiket untuk <em>attraction<\/em> dan <em>Food and Beverages<\/em> untuk menjalankan disertifikasi bisnis . Hal ini ternyata dapat diterima baik oleh masyrakat Indonesia , terlihat dari massive nya peserta yang mengikuti even tersebut dan juga menjamurnya fenomena <em>Staycation<\/em> dikalangan milineals. Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa kecepatan beradaptasi , inovasi, dan pengambilan keputusan sangatlah penting dalam kegiatan bisnis terlebih dalam kondisi <em>force<\/em> <em>majeur<\/em> .<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengaruh penyebaran wabah virus\u00a0corona\u00a0(Covid-19) begitu memukul sektor industri pariwisata, khususnya biro\/agen perjalanan atau\u00a0travel agent. Resiko gulung tikar dan pemutusan hubungan kerja (PHK) mulai menghantui para pegawai biro\/agen perjalanan. Berdasarkan data International Air Transport Association (IATA), tercatat volume penjualan tiket penerbangan turun lebih dari hampir 95 persen dalam periode 26 Januari hingga 24 April 2020 Pengurangan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[],"class_list":["post-466","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/466","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=466"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/466\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":467,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/466\/revisions\/467"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=466"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=466"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=466"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}