{"id":2083,"date":"2025-07-11T14:09:39","date_gmt":"2025-07-11T07:09:39","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/?p=2083"},"modified":"2025-07-11T14:09:39","modified_gmt":"2025-07-11T07:09:39","slug":"merancang-startup-tangguh-lewat-konsep-dan-pembentukan-startup","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/merancang-startup-tangguh-lewat-konsep-dan-pembentukan-startup\/","title":{"rendered":"Merancang Startup Tangguh lewat Konsep dan Pembentukan Startup"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><strong>Merancang Startup Tangguh lewat Konsep dan Pembentukan Startup<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Penulis: Riefky Prabowo, SE., MBA.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"96\" data-end=\"558\">Mengembangkan ide bisnis menjadi sebuah usaha nyata adalah tahapan krusial yang menentukan nasib sebuah startup. Di tahun 2025, dengan persaingan yang semakin ketat, proses\u00a0<em data-start=\"269\" data-end=\"290\">concept development<\/em>\u00a0dan\u00a0<em data-start=\"295\" data-end=\"314\">venture formation<\/em>\u00a0menjadi titik awal transformasi ide menjadi model bisnis yang kuat. Para founder tidak bisa hanya mengandalkan intuisi; mereka harus mampu menyusun cerita bisnis, membangun rencana yang terstruktur, dan mengembangkan tim yang solid sejak awal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"96\" data-end=\"558\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-large wp-image-544\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/minor-program\/wp-content\/uploads\/sites\/8\/2025\/07\/Screenshot-2025-07-10-at-11.12.22%E2%80%AFAM-1024x573.png\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"573\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"560\" data-end=\"1098\">Langkah pertama adalah merumuskan konsep bisnis yang jelas. Konsep ini bukan hanya soal \u201cjualan apa\u201d, melainkan solusi apa yang ditawarkan, kepada siapa, dan bagaimana. Startup lokal seperti Sayurbox, misalnya, memulai dari ide sederhana: menghubungkan petani langsung ke konsumen. Namun yang membuat mereka unggul adalah kejelasan konsep dan implementasi teknologi yang mendukung efisiensi logistik dan pengalaman pengguna. Di tahap awal, mereka juga berhasil menyusun\u00a0<em data-start=\"1030\" data-end=\"1046\">business story<\/em>\u00a0yang menarik, yang membantu dalam proses pendanaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"1100\" data-end=\"1703\">Selanjutnya,\u00a0<em data-start=\"1113\" data-end=\"1132\">venture formation<\/em>\u00a0menuntut perencanaan matang. Hal ini mencakup pengembangan\u00a0<em data-start=\"1192\" data-end=\"1207\">business plan<\/em>, penyusunan tim, dan strategi pendanaan. Di luar negeri, startup seperti Figma sukses membentuk usaha digitalnya dengan pendekatan kolaboratif sejak awal. Mereka memanfaatkan keunggulan cloud computing untuk menghadirkan produk desain yang bisa diakses dan disunting bersama secara real-time\u2014mengisi celah besar dalam pasar desain yang sebelumnya terfragmentasi oleh software konvensional. Kekuatan Figma bukan hanya pada teknologi, tetapi juga pada tim dan perencanaan yang fokus pada pengguna.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"1705\" data-end=\"2094\">Aspek penting lainnya adalah perhitungan risiko dan pengujian asumsi. Pendekatan\u00a0<em data-start=\"1786\" data-end=\"1800\">lean startup<\/em>\u00a0mendorong pengujian konsep melalui MVP (Minimum Viable Product) dan iterasi berdasarkan feedback pasar. Hal ini tidak hanya mengurangi risiko kegagalan, tetapi juga mempercepat proses validasi. Sebuah startup yang melewatkan tahap ini berisiko mengembangkan produk yang tidak dibutuhkan pasar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"2096\" data-end=\"2430\">Dengan kata lain, membangun startup di 2025 bukan sekadar soal ide cemerlang, melainkan tentang bagaimana ide itu dikembangkan, diuji, dan dikemas dalam bentuk usaha nyata yang bisa tumbuh dan berkelanjutan. Konsep yang kuat, disertai strategi pembentukan usaha yang cermat, adalah fondasi startup yang mampu menjawab tantangan zaman.<\/p>\n<p data-start=\"2432\" data-end=\"2922\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\"><strong data-start=\"2432\" data-end=\"2445\">Referensi<\/strong><br data-start=\"2445\" data-end=\"2448\" \/>Byers, T.H., Dorf, R.C. &amp; Nelson, A.J. (2015).\u00a0<em data-start=\"2495\" data-end=\"2541\">Technology Ventures: From Idea to Enterprise<\/em>. 4th ed. New York: McGraw-Hill Education.<br data-start=\"2583\" data-end=\"2586\" \/>Ries, E. (2011).\u00a0<em data-start=\"2603\" data-end=\"2716\">The Lean Startup: How Today\u2019s Entrepreneurs Use Continuous Innovation to Create Radically Successful Businesses<\/em>. New York: Crown Business.<br data-start=\"2743\" data-end=\"2746\" \/>Sayurbox. (2025).\u00a0<em data-start=\"2764\" data-end=\"2798\">Connecting Farmers to the Future<\/em>. [online] Available at:\u00a0<a class=\"\" href=\"https:\/\/www.sayurbox.com\/\" target=\"_new\" rel=\"noopener\" data-start=\"2823\" data-end=\"2847\">https:\/\/www.sayurbox.com<\/a><br data-start=\"2847\" data-end=\"2850\" \/>Figma. (2025).\u00a0<em data-start=\"2865\" data-end=\"2876\">Our Story<\/em>. [online] Available at:\u00a0<a class=\"\" href=\"https:\/\/www.figma.com\/\" target=\"_new\" rel=\"noopener\" data-start=\"2901\" data-end=\"2922\" data-is-last-node=\"\">https:\/\/www.figma.com<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Merancang Startup Tangguh lewat Konsep dan Pembentukan Startup Penulis: Riefky Prabowo, SE., MBA. Mengembangkan ide bisnis menjadi sebuah usaha nyata adalah tahapan krusial yang menentukan nasib sebuah startup. Di tahun 2025, dengan persaingan yang semakin ketat, proses\u00a0concept development\u00a0dan\u00a0venture formation\u00a0menjadi titik awal transformasi ide menjadi model bisnis yang kuat. Para founder tidak bisa hanya mengandalkan intuisi; [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":2084,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[],"class_list":["post-2083","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2083","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2083"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2083\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2085,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2083\/revisions\/2085"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2084"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2083"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2083"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2083"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}