{"id":1943,"date":"2025-03-01T11:57:31","date_gmt":"2025-03-01T04:57:31","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/?p=1943"},"modified":"2025-03-01T11:57:46","modified_gmt":"2025-03-01T04:57:46","slug":"hybrid-entrepreneurship-berpijak-pada-experiential-learning-sebagai-kompas-menuju-entrepreneur-seutuhnya-part-1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/hybrid-entrepreneurship-berpijak-pada-experiential-learning-sebagai-kompas-menuju-entrepreneur-seutuhnya-part-1\/","title":{"rendered":"HYBRID ENTREPRENEURSHIP: BERPIJAK PADA EXPERIENTIAL  LEARNING SEBAGAI KOMPAS MENUJU ENTREPRENEUR SEUTUHNYA (PART 1)"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\">Hybrid Entrepreneurship: Berpijak Pada Experiential Learning Sebagai Kompas Menuju Entrepreneur Seutuhnya (Part 1)<\/p>\n<p style=\"text-align: center\">Penulis: Febby Candra Pratama, S.E., M.M.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Proses mengambil keputusan untuk berkarir sebagai Entrepreneur tidak berjalan dengan sederhana dalam satu proses, namun berulang-ulang disertai dengan dilema memilih untuk<br \/>\nmenjadi pengusaha sepenuhnya atau pengusaha hibrida. Fenomena ini dapat dijelaskan melalui<br \/>\nteori experiential learning di mana memberikan gambaran proses individu mengambil<br \/>\nkeputusan dalam berkarir menjadi entrepreneur berdasarkan pembelajaran yang telah dilewati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Teori Experiential Learning menekankan bahwa pembelajaran yang bermakna dapat dirasakan<br \/>\nindividu melalui praktik atas ilmu yang telah dipelajari. Proses ini mendukung individu untuk<br \/>\nmerasakan kompetensi yang dimiliki, sehingga semakin yakin dalam mengambil keputusan<br \/>\nberkarir. Menerapkan teori pada pembelajaran nyata merupakan aspek penting sehingga<br \/>\nindividu benar-benar merasakan dampak dari apa yang telah dipelajari di kelas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Berpijak Pada Teori Pembelajaran (Learning Theory)<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pembelajaran merupakan sebuah proses untuk mendapatkan pengetahuan dan skill (Kolb,<br \/>\n1984). Dalam aktivitas kewirausahaan, dijelaskan oleh banyak literatur bahwa pembelajaran<br \/>\nmenjadi proses yang sangat penting dalam membentuk individu untuk menjadi entrepreneur.<br \/>\nProses memahami keilmuan hingga mampu menjelaskan apa yang dipelajari sehingga dapat<br \/>\ndijadikan pertimbangan untuk menghadapi kondisi sejenis di masa depan merupakan definisi<br \/>\ndari Teori Pembelajaran (Byrne and Toutain, 2012). Dari berbagai macam teori pembelajaran,<br \/>\nterdapat tiga teori yang dominan, yakni behavioris, kognitivis, dan konstruktivis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Teori pembelajaran behavioris berfokus pada respons terhadap stimulus dari lingkungan.<br \/>\nPendekatan ini menjelaskan bahwa pembelajaran terjadi melalui pengalaman yang telah<br \/>\ndiperoleh individu. Pendekatan ini juga menjelaskan bahwa perilaku individu dipengaruhi oleh<br \/>\nlingkungan dan proses penguatan, seperti pemberian reward atas respon atau capaian tertentu.<br \/>\nDalam konteks entrepreneurship, pendekatan ini mengasumsikan pengusaha akan mengulang<br \/>\nperilaku yang terbukti membuat sukses dan menghindari hal-hal yang menyebabkan kegagalan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Teori pembelajaran kognitivis berfokus pada proses mental internal yang tidak dapat diamati<br \/>\nsecara langsung, seperti memahami, mengorganisasi dan menyimpan informasi. Teori ini<br \/>\nmenjelaskan bahwa individu berperan penting, terutama pada proses mengolah informasi dan<br \/>\nmembangun pemahaman dalam proses pembelajaran. Dalam konteks entrepreneurship,<br \/>\npendekatan kognitif sering digunakan, seperti analisis studi kasus atau menyusun rencana<br \/>\nbisnis, sehingga dapat membentuk mental dan perilaku individu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Teori pembelajaran konstruktivis berfokus pada proses aktif di mana individu membangun<br \/>\npengetahuan berdasarkan pengalaman dan penafsiran pribadi. Belajar merupakan proses<br \/>\nkonstruksi makna, di mana setiap individu akan mengartikan pengalaman belajar yang telah<br \/>\nditempuh dan dari aktivitas pemaknaan ini pengetahuan terbentuk. Dalam konteks<br \/>\nkewirausahaan, teori ini memberikan pernyataan bahwa penguasha belajar melalui pengalaman<br \/>\nnyata dalam mengelola bisnis, membuat kesalahan, melakukan evaluasi berkala, dan<br \/>\nberadaptasi denggan perubahan faktor-faktor eksternal yang dihadapi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Selain tiga teori dominan tersebut, terdapat juga teori Experiential Learning yang dikemukakan<br \/>\noleh Kolb 1984, pembelajaran merupakan proses di mana pengetahuan didapatkan dari<br \/>\ntransformasi atas sebuah pengalaman. Teori ini menekankan bahwa berdasarkan pengalaman<br \/>\nnyata, individu dapat melakukan refleksi dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai<br \/>\npengetahuan untuk menghadapi situasi di masa depan secara lebih baik. Experiential Leraning<br \/>\nmengubah pengalaman menjadi pengetahuan yang implementatif. Penelitian membuktikan<br \/>\nbahwa individu yang sukses pada bisnis kedua dan ketiga yang dijalankan, mengambil<br \/>\npengetahuan yang terbentuk dari pengalaman pada bisnis pertama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pembelajaran menjadi aspek fundamental dalam mengarungi perjalanan menjadi<br \/>\nentrepreneurs. Lantas bagaimana teori pembelajaran dapat menuntun individu dalam<br \/>\nmenentukan karir menjadi entrepreneur seutuhnya? Simak penjelasannya pada artikel<br \/>\nberikutnya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Referensi<\/strong><br \/>\nByrne, J., &amp; Toutain, O. (2012). Entrepreneurial learning in education: Processes, context and<br \/>\nscope. Entrepreneurship Education and Pedagogy.<br \/>\nKolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and<br \/>\ndevelopment. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hybrid Entrepreneurship: Berpijak Pada Experiential Learning Sebagai Kompas Menuju Entrepreneur Seutuhnya (Part 1) Penulis: Febby Candra Pratama, S.E., M.M. Proses mengambil keputusan untuk berkarir sebagai Entrepreneur tidak berjalan dengan sederhana dalam satu proses, namun berulang-ulang disertai dengan dilema memilih untuk menjadi pengusaha sepenuhnya atau pengusaha hibrida. Fenomena ini dapat dijelaskan melalui teori experiential learning di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":42,"featured_media":1944,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[],"class_list":["post-1943","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1943","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/users\/42"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1943"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1943\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1946,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1943\/revisions\/1946"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1944"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1943"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1943"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/ebc\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1943"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}