Sustainable Entrepreneurship sebagai Strategi Daya Saing Jangka Panjang

Penulis: Dr. Riesta Devi Kumalasari, S.E., M.M

Selama beberapa dekade terakhir, dunia bisnis telah didominasi oleh paradigma bahwa tujuan utama perusahaan adalah memaksimalkan keuntungan finansial bagi pemegang saham. Namun, kesadaran global akan isu lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, and governance—ESG) telah mendorong transformasi signifikan dalam lanskap bisnis global. Kini, keberlanjutan tidak lagi dipandang sebagai beban atau biaya tambahan, melainkan sebagai sumber keunggulan kompetitif yang strategis. Sustainable entrepreneurship—kewirausahaan berkelanjutan—muncul sebagai pendekatan yang menjawab tuntutan ini: menciptakan nilai ekonomi sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Pertanyaan mendasarnya adalah: bagaimana strategi ini dapat menjadi fondasi daya saing jangka panjang bagi perusahaan, khususnya startup dan UKM?

Sustainable entrepreneurship didefinisikan sebagai praktik menciptakan dan mengelola usaha bisnis dengan cara yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial, sembari tetap menjaga profitabilitas finansial. Ini bukan sekadar aktivitas corporate social responsibility (CSR) yang bersifat tambahan, melainkan integrasi prinsip keberlanjutan ke dalam inti model bisnis, rantai nilai, dan strategi pertumbuhan perusahaan.

Sebuah studi bibliometrik yang menganalisis 654 artikel dari database Scopus dan Web of Science mengungkapkan bahwa penelitian tentang sustainable entrepreneurship telah berkembang pesat, mencerminkan meningkatnya relevansi topik ini di kalangan akademisi dan praktisi. Pertumbuhan ini didorong oleh kesadaran bahwa perusahaan yang mengabaikan keberlanjutan menghadapi risiko regulasi, reputasi, dan kehilangan akses pasar—sementara perusahaan yang merangkulnya justru membuka peluang baru.

Apa yang membuat sustainable entrepreneurship menjadi strategi daya saing jangka panjang? Sebuah systematic literature review yang menerapkan protokol PRISMA 2020 terhadap 44 artikel dari database Scopus dan Web of Science mengungkapkan sejumlah temuan penting. Pertama, startup berkelanjutan mampu menyelaraskan manfaat ekonomi dan lingkungan secara simultan—sebuah kemampuan yang tidak dimiliki oleh perusahaan yang hanya berfokus pada keuntungan jangka pendek. Kedua, mereka mendorong inovasi berkelanjutan, yang menjadi mesin pertumbuhan jangka panjang. Ketiga, perusahaan dengan orientasi keberlanjutan lebih mudah menarik investasi, karena investor institusional kini semakin selektif dalam menempatkan modalnya pada perusahaan yang memiliki komitmen ESG yang jelas.

Keempat, startup berkelanjutan memiliki kemampuan untuk memitigasi risiko regulasi. Di tengah meningkatnya tekanan kebijakan lingkungan di berbagai negara, perusahaan yang telah mengadopsi praktik berkelanjutan berada pada posisi yang lebih aman. Kelima, mereka beradaptasi lebih cepat terhadap perubahan pasar karena telah terbiasa dengan dinamika dan tuntutan pemangku kepentingan yang beragam.

Penelitian lain menegaskan bahwa adopsi teknologi canggih dan strategi sirkularitas—seperti ekonomi sirkular—merupakan faktor kritis bagi efisiensi operasional dan kepatuhan regulasi. Studi pada UKM kerajinan eceng gondok di Indonesia, misalnya, menunjukkan bahwa model bisnis hijau secara signifikan meningkatkan daya saing berkelanjutan melalui tiga mediator kunci: orientasi kewirausahaan hijau, kolaborasi ramah lingkungan, dan inovasi hijau. Inovasi hijau terbukti menjadi mediator paling krusial yang menghubungkan orientasi keberlanjutan dengan keunggulan kompetitif.

Bagi para wirausahawan dan pelaku UKM, temuan-temuan ini memiliki implikasi strategis yang jelas. Pertama, keberlanjutan bukanlah aktivitas terpisah dari operasi bisnis—ia harus diintegrasikan ke dalam model bisnis sejak awal. Kedua, investasi dalam inovasi hijau dan teknologi berkelanjutan bukan sekadar biaya, melainkan investasi untuk daya saing jangka panjang. Ketiga, kolaborasi dengan mitra bisnis yang memiliki komitmen serupa dapat memperkuat posisi kompetitif melalui efek sinergis. Dengan kata lain, sustainable entrepreneurship adalah strategi yang tidak hanya baik untuk planet dan masyarakat, tetapi juga baik untuk bisnis itu sendiri.

Referensi
de Souza, A. M., Puglieri, F. N., & de Francisco, A. C. (2024). Competitive advantages of sustainable startups: Systematic literature review and future research directions. Sustainability, 16(17), 7665