Dari Biaya hingga Laba: Memahami Struktur Akuntansi dalam Perusahaan Dagang

Dari Biaya hingga Laba: Memahami Struktur Akuntansi dalam Perusahaan Dagang

Penulis: Moetya Filda Sabila1, R. Aditya Kristamtomo Putra2

Pendahuluan
Akuntansi merupakan suatu disiplin ilmu yang berperan penting dalam menyediakan informasi keuangan yang akurat dan dapat dipahami bagi para pemangku kepentingan (Kieso et al., 2022). Informasi ini dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan ekonomi, baik oleh manajemen internal, investor, kreditor, maupun pihak eksternal lainnya. Dalam konteks pendidikan akuntansi, pemahaman terhadap konsep-konsep dasar menjadi fondasi utama sebelum mempelajari analisis dan penerapan akuntansi yang lebih kompleks.
Salah satu aspek fundamental dalam akuntansi adalah pemahaman mengenai biaya (cost), karakteristik perusahaan berdasarkan jenis kegiatannya, serta tahapan siklus akuntansi. Perusahaan dagang, sebagai salah satu bentuk entitas bisnis yang dominan dalam perekonomian, memiliki karakteristik akuntansi yang berbeda dengan perusahaan jasa, terutama dalam pengakuan biaya, keberadaan persediaan, dan perhitungan harga pokok penjualan. Oleh karena itu, esai ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis biaya dalam akuntansi, menjelaskan perbedaan yang terdapat antara perusahaan jasa dan perusahaan dagang, serta menguraikan tahapan siklus akuntansi yang diterapkan pada perusahaan dagang.

Pembahasan

Jenis-Jenis Biaya dalam Akuntansi
Dalam akuntansi, biaya (cost) mendefinisikan suatu pengorbanan sumber daya ekonomi yang diukur dalam satuan moneter dan terjadi untuk memperoleh manfaat tertentu di masa kini maupun masa yang akan datang (Weygandt et al., 2024). Biaya muncul sebagai konsekuensi dari aktivitas operasional perusahaan dan secara langsung memengaruhi kinerja keuangan suatu entitas. Oleh karena itu, pengklasifikasian biaya menjadi hal yang penting agar informasi biaya dapat digunakan secara tepat dalam perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan manajerial.
Salah satu klasifikasi biaya yang umum digunakan adalah berdasarkan perilaku biaya terhadap perubahan volume aktivitas (Reeve et al., 2023). Berdasarkan klasifikasi ini, biaya dibedakan menjadi biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap adalah suatu biaya yang jumlah totalnya relatif konstan meskipun terjadi perubahan dalam tingkat aktivitas perusahaan. Contoh biaya tetap antara lain biaya sewa gedung, asuransi, dan gaji manajemen. Sebaliknya, biaya variabel merupakan biaya yang jumlah totalnya berubah secara proporsional seiring dengan perubahan volume aktivitas, seperti biaya pembelian barang dagang, biaya bahan baku, dan biaya pengangkutan.
Selain berdasarkan perilaku, biaya juga dapat diklasifikasikan berdasarkan fungsinya dalam kegiatan operasional perusahaan. Dalam perusahaan dagang, biaya secara umum dibagi menjadi harga pokok penjualan dan biaya operasional. Harga pokok penjualan (HPP) mencerminkan seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh barang yang akan dijual kepada pelanggan. Sementara itu, biaya operasional meliputi biaya penjualan serta biaya administrasi dan umum yang dikeluarkan untuk mendukung aktivitas perusahaan secara keseluruhan. Pemahaman mengenai jenis-jenis biaya ini sangat penting karena menentukan penyajian laporan laba rugi dan penilaian kinerja keuangan perusahaan.

Perbedaan Perusahaan Jasa dan Perusahaan Dagang
Berdasarkan jenis kegiatan usahanya, perusahaan bisa diklasifikasikan menjadi perusahaan jasa dan perusahaan dagang (Libby et al., 2021). Perusahaan jasa merupakan perusahaan yang kegiatan utamanya menyediakan jasa atau layanan kepada pelanggan tanpa menghasilkan atau menjual barang berwujud. Contoh perusahaan jasa meliputi perusahaan konsultan, rumah sakit, lembaga pendidikan, dan perusahaan transportasi. Pendapatan perusahaan jasa diperoleh dari jasa yang diberikan, sehingga struktur laporan keuangannya relatif sederhana karena tidak melibatkan akun persediaan barang dagang.
Sebaliknya, perusahaan dagang merupakan perusahaan yang kegiatan utamanya yaitu membeli barang jadi dari pemasok untuk dijual kembali kepada konsumen tanpa mengubah bentuk fisik barang tersebut. Contoh perusahaan dagang antara lain toko ritel, perusahaan grosir, dan supermarket. Dalam perusahaan dagang terdapat akun persediaan barang dagang yang berperan penting dalam penentuan harga pokok penjualan dan laba perusahaan.
Perbedaan utama antara perusahaan jasa dan perusahaan dagang berada pada jenis pendapatan, akun-akun yang digunakan, serta penyusunan laporan laba rugi. Perusahaan jasa tidak memiliki akun persediaan dan tidak menghitung harga pokok penjualan, sehingga laba dihitung dari selisih antara pendapatan jasa dan beban operasional. Sementara itu, perusahaan dagang menghitung laba melalui selisih antara penjualan bersih dan harga pokok penjualan, yang kemudian dikurangi dengan biaya operasional. Perbedaan ini menunjukkan bahwa karakteristik kegiatan usaha sangat memengaruhi perlakuan akuntansi yang diterapkan oleh perusahaan.

Siklus Akuntansi pada Perusahaan Dagang
Siklus akuntansi merupakan serangkaian tahapan yang dilakukan secara sistematis untuk mencatat, mengklasifikasikan, dan melaporkan transaksi keuangan dalam satu periode akuntansi (Kieso et al., 2022). Pada perusahaan dagang, siklus akuntansi dimulai dari tahap identifikasi dan analisis transaksi keuangan yang terjadi selama periode berjalan. Setiap transaksi yang telah dianalisis kemudian dicatat dalam jurnal umum atau jurnal khusus sesuai dengan jenis transaksinya.
Tahapan berikutnya adalah posting ke buku besar, yaitu proses pemindahan data dari jurnal ke akun-akun yang bersangkutan. Setelah seluruh transaksi diposting, perusahaan menyusun neraca saldo untuk memastikan keseimbangan antara total debit dan total kredit. Selanjutnya, perusahaan melakukan penyesuaian melalui jurnal penyesuaian untuk mencerminkan kondisi keuangan yang sebenarnya pada akhir periode, seperti penyesuaian beban dibayar di muka, pendapatan diterima di muka, dan penyusutan aset tetap.
Setelah jurnal penyesuaian dicatat, disusun neraca saldo setelah penyesuaian yang menjadi dasar dalam penyusunan laporan keuangan. Laporan keuangan perusahaan dagang meliputi laporan laba rugi, laporan perubahan modal, neraca, dan laporan arus kas. Tahap selanjutnya adalah pembuatan jurnal penutup untuk menutup akun-akun nominal agar saldo akun tersebut kembali nol pada awal periode berikutnya. Siklus akuntansi diakhiri dengan penyusunan neraca saldo setelah penutupan.

Penutup
Berdasarkan pembahasan diatas, saya dapat menyimpulkan bahwa jenis-jenis biaya, perbedaan antara perusahaan jasa dan perusahaan dagang, serta tahapan siklus akuntansi pada perusahaan dagang adalah konsep dasar yang sangat penting dalam ilmu akuntansi. Pemahaman terhadap konsep-konsep tersebut membantu mahasiswa dalam mengenali karakteristik transaksi dan proses pencatatan keuangan secara sistematis. Dengan penguasaan pengetahuan dasar ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami dan menerapkan akuntansi pada tingkat yang lebih lanjut, baik dalam konteks akademik maupun praktik profesional.

Daftar Pustaka
Kieso, D. E., Weygandt, J. J., & Warfield, T. D. (2022). Intermediate accounting (18th ed.). Wiley.
Reeve, J. M., Warren, C. S., & Duchac, J. E. (2023). Financial accounting (17th ed.). Cengage Learning.
Weygandt, J. J., Kimmel, P. D., & Kieso, D. E. (2024). Accounting principles (14th ed.). Wiley.
Libby, R., Libby, P. A., & Hodge, F. (2021). Financial accounting (10th ed.). McGraw-Hill Education.