Gaya konsumsi Generasi Alpha: dinamika, faktor pendorong, dan implikasi pasar (Part 2)

Penulis: Satria Fadil Persada, S.Kom., MBA., Ph.D

Keberhasilan mereka sebagai konsumen masa depan akan bergantung pada kemampuan pelaku pasar untuk menyesuaikan diri dengan preferensi unik Gen Alpha: kecepatan, ketersediaan opsi personalisasi produk, dan transparansi harga yang terjamin. Studi terkait Gen Z dan milenial menyoroti pentingnya reputasi merek, loyalitas, serta pengalaman pelanggan digital yang konsisten untuk mendorong repurchase dan rekomendasi dari mulut ke mulut (WOM) dalam ekosistem media sosial; hal ini relevan untuk Gen Alpha, karena paparan terhadap rekomendasi teman sebaya dan influencer muda kemungkinan besar akan membentuk proposisi nilai merek sejak usia dini (Derivanti, 2020; Sofia & Hartono, 2022; Hasdiansa et al., 2023). Pada saat yang sama, literasi keuangan dan literasi digital akan membantu Gen Alpha mengelola ekspektasi pembelanjaan, mengurangi perilaku konsumtif berlebih, dan meningkatkan kontrol diri terhadap impuls belanja melalui alat bantu kognitif yang ditanamkan pada aplikasi belanja modern (Widiastuti et al., 2023; Derivanti, 2023).

Implikasi praktis bagi pemasar dan pembuat kebijakan adalah pentingnya desain pengalaman pengguna (UX) yang ramah anak-anak dan keluarga, disertai edukasi keuangan yang sederhana namun efektif untuk membantu Gen Alpha membentuk kebiasaan belanja yang sehat sejak dini. Pendekatan berbasis TPB (Theory of Planned Behavior) dan TAM (Technology Acceptance Model) yang diterapkan pada generasi sebelumnya menunjukkan bagaimana sikap, norma subjektif, persepsi kegunaan, dan kemudahan penggunaan berkontribusi pada niat belanja; adaptasi kedua teori ini untuk Gen Alpha akan membantu memahami bagaimana faktor-faktor seperti kepercayaan keluarga, rekomendasi teman sebaya, serta promosi yang bertanggung jawab mempengaruhi keputusan membeli pada usia muda (Indrawati, 2022; Widiastuti et al., 2023). Selain itu, kebijakan perlindungan data anak dan transparansi iklan penting untuk menjaga kepercayaan keluarga dalam ekosistem digital yang terus berkembang (Moehadi et al., 2023;(Siregar & Kurniawati, 2023).

Secara metodologis, studi tentang Gen Alpha akan memanfaatkan desain survei berbasis panel keluarga dan eksperimen lapangan dalam konteks platform e-commerce yang berfokus pada pengalaman pemula. Kombinasi antara survei yang mengukur motivasi belanja, kecenderungan impulsif, literasi digital, dan variabel kontekstual seperti harga, promosi, serta kenyamanan proses checkout dapat memberi gambaran holistik mengenai pola konsumsi generasi ini. Prioritaskan penggunaan sumber rujukan Scopus yang relevan untuk setiap paragraf guna memastikan bukti empiris yang kuat, dengan batasan literasi dan budaya sebagai konteks interpretasi. Pendekatan ini sejalan dengan literatur yang menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti kegunaan, kemudahan, dan loyalitas merek secara konsisten mempengaruhi perilaku belanja generasi muda, meskipun dinamika spesifik Gen Alpha perlu diteliti lebih lanjut (Moehadi et al., 2023; Siregar & Kurniawati, 2023; Muchlis et al., 2021; Hasdiansa et al., 2023).

References Part 1 & Part 2:

  1. Derivanti, A. (2020). Peningkatan Motif dan Gaya Berjualan Daring Pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Isip Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 17(2), 62. https://doi.org/10.36451/j.isip.v17i2.48
  2. Derivanti, A. (2023). Peningkatan Motif Dan Gaya Berjualan Daring Pada Masa Pandemi Covid 19. Jurnal Isip Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 17(2), 62-71. https://doi.org/10.36451/jisip.v17i2.37
  3. Hasbi, H. (2024). Mobile Payment in Overspending Behavior with Gender as a Moderating Variable: Empirical Evidence from Gen Z. Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 5(1), 34-49. https://doi.org/10.23917/sosial.v5i1.3794
  4. Hasdiansa, I., Hasbiah, S., & Aswar, N. (2023). PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP PERILAKU PEMBELIAN RAMAH LINGKUNGAN GENERASI MILENIAL DAN GENERASI Z. Jurnal Bisnis Dan Kewirausahaan, 12(1), 49-60. https://doi.org/10.37476/jbk.v12i1.3804
  5. Humairoh, H., Annas, M., & Zein, M. (2023). Gen Z, Gender variabel Dummy: Hedonic Shopping, Lifestyle, Dan Impulse Buying. JMB Jurnal Manajemen Dan Bisnis, 12(2), 107. https://doi.org/10.31000/jmb.v12i2.9423
  6. Indrawati, P. (2022). Perilaku Konsumen Generasi Z Dalam Pembelian Fashion Muslim Pada Marketplace Indonesia. Iqtisad Reconstruction of Justice and Welfare for Indonesia, 9(2), 165-188. https://doi.org/10.31942/iq.v9i2.7370
  7. Moehadi, M., Astuti, H., Firmansah, M., & Wicaksono, A. (2023). CONSUMPTIVE BEHAVIOR WITH THE USE OF FINTECH E-WALLET. Jurnal Dimensi, 12(3), 725-738. https://doi.org/10.33373/dms.v12i3.5688
  8. Muchlis, M., Wijayanto, G., & Komita, S. (2021). Pengaruh E-Satisfaction dan E-Trust terhadap Repurchase Intention Melalui E-Word of Mouth (E-Wom) sebagai Variabel Intervening E-Commerce Buka Lapak pada Generasi Millenial. Jurnal Ekonomi Kiat, 32(1). https://doi.org/10.25299/kiat.2021.vol32(1).7404
  9. Muslimah, N. and SS, V. (2023). Determinan Pola Konsumsi Dharuriyyah, Hajiyyah dan Tahsiniyyah (Studi Kasus Pengguna Marketplace di Kota Malang). Al-Muzara Ah, 11(2), 133-154. https://doi.org/10.29244/jam.11.2.133-154
  10. Siregar, M. and Kurniawati, K. (2023). PENGARUH PEMASARAN MEDIA SOSIAL TERHADAP KESADARAN MEREK DAN AKUISISI KONSUMEN MEREK MAKANAN CEPAT SAJI PADA GENERASI Y DAN Z DI JAKARTA. Jurnal Ekonomi Trisakti, 4(1), 57-68. https://doi.org/10.25105/jet.v4i1.18751
  11. Sofia, A. and Hartono, A. (2022). ANALISIS PENGARUH LOYALITAS MEREK DAN PREFERENSI MEREK TERHADAP NIAT PEMBELIAN ULANG SMARTPHONE PADA GENERASI Z. E-Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Universitas Udayana, 1014. https://doi.org/10.24843/eeb.2022.v11.i08.p13
  12. Subagio, N., Shulthoni, M., Wilantari, R., & Tijany, P. (2023). Religiusitas Pembelian Impulsif dan Stimulus Eksternal Generasi Z dalam Pembelian Online: Studi Kasus Mahasiswa Universitas Jember. Jurnal Ekonomi Akuntansi Dan Manajemen, 22(1), 103. https://doi.org/10.19184/jeam.v22i1.37326
  13. Sulistyo, A. (2020). MENDAPATKAN WORD OF MOUTH IN SOCIAL MEDIA DAN LOYALITAS DENGAN DIGITAL CUSTOMER EXPERIENCE. Jurnal Bisnis Dan Manajemen, 7(2). https://doi.org/10.26905/jbm.v7i2.4150
  14. Tirtayani, I. and Aghivirwiati, G. (2024). PENGARUH PRICE FAIRNESS, PERCEIVED RISK DAN PERCEIVED VALUE PADA REPURCHASE INTENTION GEN Z DI BALI. E-Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Universitas Udayana, 40. https://doi.org/10.24843/eeb.2024.v13.i01.p04
  15. Violetta, P., Hartoyo, H., & Zulbainarni, N. (2018). Pendidikan Konsumen Generasi Y: Pengaruh Ethnosentrisme, Hedonisme, dan Kelompok Acuan terhadap Preferensi dan Perilaku Pembelian Buah Lokal. Jurnal Ilmu Keluarga Dan Konsumen, 11(2), 120-132. https://doi.org/10.24156/jikk.2018.11.2.120
  16. Widiastuti, C., Universari, N., & Setiawan, I. (2023). ANALISIS GAYA HIDUP SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA PERILAKU KONSUMTIF BELANJA ONLINE. Solusi, 21(4), 366-378. https://doi.org/10.26623/slsi.v21i4.7497
  17. Widiastuti, C., Universari, N., & Setiawan, I. (2023). DETERMINAN PERILAKU KONSUMTIF BELANJA ONLINE GENERASI Z DI KOTA SEMARANG. J. Manaj. Bisnis dan Terap, 1(2), 121-133. https://doi.org/10.20961/meister.v1i2.748