{"id":2127,"date":"2026-02-05T08:45:43","date_gmt":"2026-02-05T08:45:43","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/?p=2127"},"modified":"2026-04-08T09:25:13","modified_gmt":"2026-04-08T09:25:13","slug":"renaisans-grafis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/2026\/02\/05\/renaisans-grafis\/","title":{"rendered":"RENAISANS GRAFIS"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center\"><strong>RENAISANS GRAFIS<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p class=\"p1\">Renaisans, berarti &#8220;kebangkitan&#8221; atau &#8220;kelahiran kembali,&#8221; adalah periode transisi dari Abad Pertengahan ke dunia modern yang dimulai pada abad ke-14 dan ke-15 di Italia. Istilah ini merujuk pada kebangkitan sastra klasik Yunani dan Romawi, yang mendorong kemajuan dalam budaya, seni, dan ilmu pengetahuan, serta inovasi dalam tipografi dan desain buku.<\/p>\n<p><strong>INOVASI DAN TEKNOLOGI :\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2128 aligncenter\" src=\"http:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-content\/uploads\/sites\/9\/2026\/04\/images-2.jpeg\" alt=\"\" width=\"168\" height=\"300\" \/><\/p>\n<p class=\"p1\">Xilografi (woodblock printing): Teknik cetak dari Asia yang menyebar ke Eropa, digunakan untuk mencetak ilustrasi dan teks dengan memahat balok kayu sebelum diberi tinta dan ditekan ke kertas.<\/p>\n<p class=\"p1\">Tipografi Bergerak: Ditemukan oleh Johann Gutenberg pada abad ke-15, memungkinkan pencetakan buku massal dengan lebih cepat dan efisien.<\/p>\n<p class=\"p1\">Ukiran Tembaga: Diperkenalkan oleh &#8220;Master of the Playing Cards&#8221;, teknik ini menghasilkan ilustrasi lebih detail dan presisi dibandingkan xilografi.<\/p>\n<p class=\"p1\">Tata Letak &amp; Tipografi: Sweynheym Pannartz menyempurnakan desain dengan tata letak lebih harmonis dan buku dan tipografi lebih bersih, menetapkan standar baru dalam dunia percetakan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>DAMPAK DAN PENYEBARAN :<\/strong><\/p>\n<p><strong>Peningkatan Produksi Buku: <\/strong>Pada tahun 1500, lebih dari 9 juta buku telah dicetak di lebih dari 140 kota di Eropa.<\/p>\n<p><strong>Peningkatan Literasi: <\/strong>Buku menjadi lebih mudah diakses oleh masyarakat umum, meningkatkan tingkat melek huruf.<\/p>\n<p><strong>Evolusi Desain Tipografi: <\/strong>Berkembangnya huruf Roman dan tata letak halaman yang lebih terstruktur.<\/p>\n<p><strong>Pusat Percetakan di Eropa: <\/strong>Kota-kota seperti Venice, Paris, dan Haarlem menjadi pusat utama industri percetakan.<\/p>\n<p><strong>Perlawanan terhadap Percetakan: <\/strong>Beberapa juru tulis dan iluminator menentang percetakan karena mengancam profesi mereka.<\/p>\n<p><strong>TOKOH PENTING :\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>Johann Gutenberg (1400-1468): <\/strong>Penemu mesin cetak dengan huruf bergerak, yang merevolusi produksi buku.<\/p>\n<p><strong>Sweynheym &amp; Pannartz: <\/strong>Perintis pencetakan buku di Italia dengan pengenalan huruf Romawi.<\/p>\n<p><strong>Master of the Playing Cards: <\/strong>Seniman awal yang menciptakan ilustrasi cetak menggunakan teknik ukiran tembaga.<\/p>\n<p><strong>Laurens Janszoon Coster: <\/strong>Eksplorator awal huruf bergerak di Belanda sebelum Gutenberg.<\/p>\n<p><strong>Nicolas Jaugeon (1692): <\/strong>Mengembangkan sistem desain tipografi berbasis<\/p>\n<p>di Prancis.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>RENAISANS GRAFIS &nbsp; Renaisans, berarti &#8220;kebangkitan&#8221; atau &#8220;kelahiran kembali,&#8221; adalah periode transisi dari Abad Pertengahan ke dunia modern yang dimulai pada abad ke-14 dan ke-15 di Italia. Istilah ini merujuk pada kebangkitan sastra klasik Yunani dan Romawi, yang mendorong kemajuan dalam budaya, seni, dan ilmu pengetahuan, serta inovasi dalam tipografi dan desain buku. INOVASI DAN [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":47,"featured_media":2129,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-2127","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2127","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/users\/47"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2127"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2127\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2130,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2127\/revisions\/2130"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2129"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2127"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2127"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2127"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}