{"id":2120,"date":"2026-03-02T04:23:54","date_gmt":"2026-03-02T04:23:54","guid":{"rendered":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/?p=2120"},"modified":"2026-04-08T04:27:52","modified_gmt":"2026-04-08T04:27:52","slug":"pengaruh-renaissance-to-modern-art-visual-communication-design-reviews","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/2026\/03\/02\/pengaruh-renaissance-to-modern-art-visual-communication-design-reviews\/","title":{"rendered":"Pengaruh Renaissance to Modern Art Visual Communication Design Reviews"},"content":{"rendered":"<p class=\"Bodytext30\" style=\"background: transparent\"><span lang=\"EN-US\" style=\"color: black\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p class=\"Bodytext30\" style=\"background: transparent;text-align: center\"><strong><span lang=\"EN-US\" style=\"color: black\">Pengaruh Renaissance to Modern Art<br \/>\nVisual Communication Design Reviews<\/span><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Renaissance dimulai dari Italia pada abad ke 14, menjadi salah satu periode terpenting dalam sejarah seni karena menandai bangkitnya minat mengenai nilai-nilai dan pemikiran klasik Yunani dan Romawi. Periode ini memiliki pengaruh yang sangat luas, dari seni lukis sampai arsitektur, dan memperkenalkan inovasi yang semakin menyempumakan seni ke dalam bentuk yang baru. Sudah tentu, sebuah inovasi memiliki dampak yang sangat lebar, salah satu dampak ini adalah perkembangan teknik perspektif linier, yang memungkinkan penglihatan untuk mendefinisikan objek dengan kedalaman virtual dalam karya-karya. Teknik ini pertama kali diterapkan oleh seniman Filippo Brunelleschi serta Masaccio, dan selanjutnya diangkat oleh seniman agung Leonardo da Vinci dan Raphael. Teknik ini bertahan berabad-abad dan dipengaruhi oleh terciptanya ide baru hingga skala seni di abad ke 20. Selain itu, Renaissance juga membawa humanisme, yaitu sikap dan paham yang menekankan bahwa setiap individu adalah aset dan perlunya pemotretan dilakukan secara objektif. Ide-ide ini mempengaruhi seniman dalam menciptakan gambaran manusia baik dalam sebuah pahatan ataupun lukisan yang kemudian berkembang dikontrol secara modern dengan penekanan pada penggambaran psikologis dan emosional dengan menggunakan ruang seperti Rembrandt dan Picasso. Dengan berhasilnya Renaissance dalam menciptakan aliran baru dalam seni lukis, seperti potret dan pemandangan alam, hal ini semakin memotivasi para seniman modern.<\/p>\n<p><strong>Ulasan Literatur<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Renaissance memiliki pengaruh besar dalam perkembangan seni modern. <em>Ciri ini lalu disebut \u2018antroposentrisme untuk menegaskan sikap kritisnya terhadap teosentrisme Abad Pertengahan. Salah satu hal penting yang kerap luput dari perhatian adalah hubungan khas antara perkembangan ilmu-ilmu alam modern dan humanisme modern yang semakin skeptis terhadap agama (Saifullah, 2014).<\/em> Antroposentrisme dalam Renaissance menekankan pemusatan perhatian pada manusia dan kemampuan rasionalnya, berbeda dengan teosentrisme Abad Pertengahan yang berfokus pada ketuhanan. Perkembangan ilmu alam modern yang lahir dari semangat ini turut mendorong sikap kritis dan skeptis terhadap dogma agama, sejalan dengan pemikiran humanisme yang menempatkan akal budi sebagai sumber utama pengetahuan. Hal ini berkontribusi pada pergeseran paradigma dari kepercayaan absolut menuju pendekatan ilmiah yang berbasis observasi dan eksperimen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Manusia renaissance harus berani memuji dirinya sendiri, mengutamakan kemampuannya dalam berflkir dan bertindak secara bertanggung jawab. menghasilkan karya seni dan mengarahkan nasibnya kepada sesama. Keinginan manusia untuk menonjolkan diri baik dari keindahan jasmani maupun kemampuan intelektual- intelektualnya. Keinginannya itu dituangkan dalam berbagai karya seni sastra, seni lukis, seni pahat, seni musik dan lain-lain. Ekspresi daya kemampuan manusia terus<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>berkembang sampai saat ini sehingga di zaman modern ini pun tidak ada lagi segi kehidupan manusia yang tidak ditonjolkan (Saifullah, 2014).<\/em> Karya seni modern yang mengekspresikan perasaan lahir dari pengaruh era Renaissance, yang menempatkan manusia dan emosinya sebagai subjek utama dalam seni. Pada masa Renaissance, seniman mulai menggambarkan ekspresi manusia secara lebih realistis dan mendalam, berbeda dengan seni Abad Pertengahan yang lebih simbolis dan religius. Konsep humanisme yang berkembang saat itu mendorong kebebasan berekspresi, yang kemudian menjadi dasar bagi berbagai aliran seni modern, seperti ekspresionisme dan surealisme. Dengan demikian, seni tidak lagi hanya berfungsi sebagai representasi visual, tetapi juga sebagai medium untuk menyampaikan emosi dan pengalaman individu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Pada tabun 1593-1662, Desarque menemukan Projective Geometry yang berkaitan dengan cara melihat sesuatu artinya yaitu manusia B dapat melihat R dari tempat V, melihat hanya bisa jika terdapat cahaya, sedangkan cahaya memancar lurus yang seolah-olah mata dihubungkan dengan benda pada satu garis lurus (Suaedi, 2016, Mardiana, Damayanti, Mahardika, Suratno, 2023).<\/em> Teknik perspektif mulai digunakan dalam seni lukis untuk menciptakan ilusi kedalaman dan tiga dimensi, yang menjadi dasar dalam seni modem. Desarque (1593-1662) menemukan Projective Geometry, yang berkaitan dengan cara manusia melihat sesuatu, dan konsep ini digunakan dalam seni modem untuk menciptakan efek perspektif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Perspective, human anatomy, and the hypnotic play of light and shadow were all gifts from the Renaissance, which was defined by a return to classical ideals (chiaroscuro). These concepts have not faded into oblivion, but rather have survived the test of time and found fresh expression in the hands of modern artists who have adopted and modified them to fit the ever-changing art world (Wei, 2022).<\/em> Teknik chiaroscuro yang berkembang pada masa Renaisans masih digunakan oleh seniman kontemporer untuk menciptakan efek dramatis dalam karya mereka, seperti terlihat dalam lukisan realis dan fotografi modern. Selain itu, prinsip perspektif dan anatomi manusia terns menjadi dasar dalam seni digital dan animasi, membuktikan bahwa warisan estetika Renaisans tetap relevan dalam perkembangan seni masa kini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Artists of the contemporary era have maintained an active relationship with their Renaissance ancestors through movements such as the return of classical realism and the merging of conventional methods with avant-garde ideas (Wei, 2022).<\/em> Seniman modem terns mengeksplorasi teknik klasik dengan pendekatan baru, seperti menggabungkan realisme akademik dengan elemen abstrak atau eksperimental. Selain itu, penggunaan teknologi digital dalam seni rupa menunjukkan bagaimana metode tradisional dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan esensi estetika yang diwariskan dari masa Renaisans.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>The impact of the Renaissance on contemporary painting methods is most profound and long-lasting when it comes to art education (Wei, 2022).<\/em> Selain pada seninya sendiri, era renaissance juga mempengaruhi dalam dunia edukasi seni.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Advocating individual freedom, with the help of rationality and scientific knowledge, vivid images and real scenes are reproduced, which creates realism and has a far-reaching impact on modern painting art (Chen, 2023).<\/em> Renaissance memperkenalkan pendekatan realistis dalam seni dengan menekankan perspektif dan anatomi manusia yang lebih akurat. Teknik ini terus digunakan dalam seni modern untuk menciptakan gambar yang lebih hidup dan realistis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><em>Leonardo da Vinci invented the famous fading method&#8217; in painting. &#8216;Fade-in method&#8217; is a visual sense that objects appear faded or even disappeared by contrasting extremely soft colors with soft light and shade (Chen, 2023).<\/em> Teknik lukisan Renaissance seperti chiaroscuro (cahaya dan bayangan), perspektif, dan penggunaan warna yang halus terus digunakan oleh seniman modern. Pelukis seperti Picasso juga terinspirasi oleh seni klasik dalam menciptakan gaya baru.<\/p>\n<p><strong>SOURCE :\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Saifullah. (2014). Renaissance dan Humanisme Sebagai Jembatan Lahirnya Filsafat Modern. JURNAL USHULUDDIN. Vol. XXII No. 2, <u>httDs:\/\/eiournal.uin-suska.ac.id\/index.DhD\/ushuludin\/article\/view\/731?utm source=chatap<\/u><\/p>\n<p style=\"text-align: left\"><u>t.com<\/u><\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Prof. Wei, L. (2022). The Influence of Renaissance Art on Modern Painting Techniques. CINEFORUM.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Vol.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 62.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 No.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 1.<\/p>\n<p style=\"text-align: left\"><a href=\"https:\/\/revistadecineforum.eom\/index.php\/cf\/article\/view\/1\/1\">https:\/\/revistadecineforum.eom\/index.php\/cf\/article\/view\/1\/1<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Mardiana, A, Damayanti, S. Q, Mahardika, K. I, &amp; Suratno, S. (2023). Perkembangan Filsafat dan Sains Pada Zaman Renaissance dan Zaman Modern. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.5281\/zenodo.8282865\">https:\/\/doi.org\/10.5281\/zenodo.8282865<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Chen, C. (2023). Research on the Influence of Western Renaissance Thought on Modern Painting Art. Journal of Education, Humanities and Social Sciences. Vol. 15. <a href=\"https:\/\/drpress.org\/ois\/index.php\/EHSS\/article\/view\/9257\/9025\">https:\/\/drpress.org\/ois\/index.php\/EHSS\/article\/view\/9257\/9025<\/a><\/p>\n<p class=\"Bodytext30\" style=\"background: transparent;text-align: left\"><span lang=\"EN-US\" style=\"color: black\">\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u00a0 Pengaruh Renaissance to Modern Art Visual Communication Design Reviews &nbsp; Renaissance dimulai dari Italia pada abad ke 14, menjadi salah satu periode terpenting dalam sejarah seni karena menandai bangkitnya minat mengenai nilai-nilai dan pemikiran klasik Yunani dan Romawi. Periode ini memiliki pengaruh yang sangat luas, dari seni lukis sampai arsitektur, dan memperkenalkan inovasi yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":47,"featured_media":2121,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-2120","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2120","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/users\/47"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2120"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2120\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2123,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2120\/revisions\/2123"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2121"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2120"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2120"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/binus.ac.id\/malang\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2120"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}